Ancaman Kekeringan Membatasi Pasokan Nutrisi untuk Tanaman Lokal seperti Kurma di Arab Saudi (Sumber: Arab News)
Kekeringan di Arab Saudi bukan sekadar fenomena alam, melainkan ancaman serius bagi ekosistem dan kehidupan masyarakat. Minimnya curah hujan mempercepat desertifikasi, menurunkan kesuburan tanah, dan mengancam keanekaragaman hayati. Dampaknya terasa luas: vegetasi menipis, populasi penyerbuk menurun, hingga sumber air tanah tertekan akibat eksploitasi berlebihan.
Menurut perkiraan PBB, lebih dari 75 persen populasi dunia bisa terdampak kekeringan pada pertengahan abad ini. Hal ini menegaskan bahwa tantangan Saudi adalah bagian dari krisis global.
Strategi Mitigasi: Dari Cloud Seeding hingga Restorasi Lanskap
Untuk menghadapi ancaman tersebut, Arab Saudi mengadopsi berbagai strategi:
- Penggunaan kembali air limbah dan penerapan irigasi tetes.
- Restorasi lanskap dan penghijauan untuk menstabilkan tanah.
- Cloud seeding sebagai teknologi modifikasi cuaca, yang terbukti meningkatkan curah hujan musiman dan mendukung pertumbuhan vegetasi.
Mazen Asiri dari Regional Center for Climate Change menekankan bahwa langkah ini bukan hanya solusi teknis, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung ekosistem dan ketahanan pangan.
Pentingnya Perlindungan Tanah
Di sisi lain, Madinah menyoroti Hari Tanah Sedunia dengan fokus pada konservasi tanah sebagai fondasi ketahanan pangan. Tanah di wilayah ini menghadapi tantangan besar, terutama salinisasi akibat irigasi tidak seimbang dan dampak perubahan iklim.
Pemerintah bersama petani lokal mengembangkan praktik berkelanjutan:
- Pemupukan organik dan daur ulang limbah pertanian.
- Teknik irigasi efisien untuk mengurangi tekanan pada tanah.
- Program edukasi untuk meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya menjaga kualitas tanah.
Langkah ini sejalan dengan Saudi Vision 2030, yang menempatkan keberlanjutan sebagai pilar utama pembangunan.
Ekosistem, Pangan, dan Generasi Mendatang
Konservasi tanah dan air bukan hanya soal menjaga alam, tetapi juga menjamin keberlanjutan pangan dan kehidupan masyarakat. Seperti ditegaskan oleh UNEP, setiap orang, baik di kota maupun desa, bergantung pada ekosistem untuk makanan, tempat tinggal, dan kesejahteraan.
Arab Saudi kini menegaskan bahwa apa yang dilakukan hari ini adalah investasi untuk generasi mendatang. Dengan kombinasi teknologi, kebijakan, dan partisipasi masyarakat, negara ini berupaya menyeimbangkan ekosistem sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi.
Baca juga: Developer Muda Saudi yang Satukan Game, Sains, dan Kesadaran Lingkungan
Referensi:
- Alshammari, H. (2025). How Saudi Arabia is mitigating drought and balancing the ecosystem. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2625102/saudi-arabia.
- SPA. (2025). Sustainability in focus as Madinah marks World Soil Day. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2625240/saudi-arabia.