Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Arab Saudi (Sumber: leaders-mena.com)
Arab Saudi kembali mengambil langkah strategis dalam mentransformasi sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan resmi mengumumkan kalender sekolah terbaru yang akan berlaku pada tahun ajaran 1448 H (2026–2027). Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda besar reformasi pendidikan nasional yang selaras dengan target Vision 2030.
Melalui kalender baru tersebut, pemerintah tidak hanya menetapkan jadwal belajar dan libur secara lebih terstruktur. Tetapi juga memperkuat kualitas proses pembelajaran, meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan, serta memberikan kepastian bagi siswa, guru, dan orang tua dalam merencanakan aktivitas akademik.
Kalender Sekolah Beralih ke Sistem Dua Semester
Salah satu perubahan paling penting dalam kalender sekolah terbaru adalah penerapan kembali sistem dua semester di sekolah-sekolah pendidikan umum.
Sebelumnya, Arab Saudi sempat menerapkan sistem tiga semester. Namun, setelah melalui evaluasi menyeluruh, pemerintah memutuskan kembali menggunakan dua semester dengan tetap mempertahankan jumlah hari belajar yang memenuhi standar pendidikan. Langkah ini dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara efektivitas pembelajaran, waktu istirahat siswa, dan fleksibilitas penyelenggaraan pendidikan.
Kementerian Pendidikan menegaskan bahwa perubahan tersebut bukan berarti mengurangi kualitas pendidikan. Sebaliknya, fokus reformasi kini diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran dibanding sekadar menambah jumlah semester.
Tahun Ajaran Baru Dimulai 23 Agustus 2026
Berdasarkan kalender sekolah yang telah disahkan, peserta didik akan kembali masuk sekolah pada Minggu, 23 Agustus 2026 (10 Rabiul Awal 1448 H).
Kalender akademik juga memuat secara rinci jadwal libur pertengahan tahun, hari libur nasional, libur Idulfitri, Iduladha, hingga akhir tahun ajaran. Penyusunan jadwal jauh hari sebelumnya memberikan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun perencanaan akademik maupun kegiatan keluarga.
Selain itu, beberapa wilayah seperti Makkah, Madinah, Jeddah, dan Taif tetap memiliki penyesuaian jadwal akademik sesuai kondisi operasional dan kebutuhan daerah masing-masing.
Reformasi Pendidikan Tidak Hanya Soal Jadwal Belajar
Perubahan kalender sekolah merupakan bagian dari reformasi pendidikan yang lebih luas di Arab Saudi.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus melakukan pembaruan kurikulum, memperkenalkan mata pelajaran kecerdasan buatan (AI), memperkuat literasi digital, meningkatkan kompetensi guru, hingga memperluas penerapan standar mutu pendidikan.
Pemerintah juga telah mengesahkan Undang-Undang Pendidikan Umum yang baru untuk memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan kualitas lingkungan belajar, serta membuka ruang lebih besar bagi kontribusi sektor swasta dan organisasi nirlaba dalam pengembangan pendidikan nasional.
Mendukung Target Vision 2030
Seluruh pembaruan tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan ekonomi masa depan.
Vision 2030 menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun masyarakat berbasis pengetahuan. Oleh karena itu, reformasi kalender sekolah dipandang sebagai instrumen penting untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif, meningkatkan kualitas lulusan, sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Saudi di tingkat global.
Dengan kepastian jadwal akademik, sistem pembelajaran yang lebih sederhana, serta dukungan regulasi baru, Arab Saudi terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan yang modern, berkualitas, dan berorientasi pada masa depan.
Referensi:
- Ghandour, A. (2026). New School Calendar Unveiled as Saudi Arabia Accelerates Education Reform. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/new-school-calendar-unveiled-as-saudi-arabia-accelerates-education-reform/.