Pembangunan Jeddah Tower, sebelumnya dikenal sebagai Kingdom Tower, kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti sejak 2017. Gedung pencakar langit ini direncanakan akan menjadi yang tertinggi di dunia, dengan ketinggian melebihi 1 kilometer, melampaui Burj Khalifa di Dubai yang saat ini memegang rekor dengan tinggi 828 meter.
Proyek ambisius ini diprakarsai oleh Pangeran Alwaleed bin Talal, seorang miliarder Saudi, melalui perusahaannya, Kingdom Holding Company (KHC). Dengan target penyelesaian pada tahun 2028, Jeddah Tower diharapkan menjadi ikon baru yang menarik investasi global ke Arab Saudi sebagai bagian dari Saudi Vision 2030.
Sejarah dan Latar Belakang Proyek
Ide pembangunan Jeddah Tower dimulai pada tahun 2008, dengan tujuan menciptakan ikon arsitektur yang akan menjadi pusat dari Jeddah Economic City, sebuah proyek pengembangan besar di Jeddah, Arab Saudi. Desain arsitektur gedung ini dibuat oleh Adrian Smith, arsitek yang juga merancang Burj Khalifa. Meskipun konstruksi awalnya direncanakan dimulai pada tahun 2012, berbagai tantangan, termasuk kondisi geologis dan finansial, menyebabkan penundaan hingga akhirnya pembangunan dimulai pada tahun 2013.

Jeddah Tower dirancang sebagai gedung multifungsi yang mencakup hotel mewah, apartemen servis, kondominium, dan ruang kantor. Selain itu, gedung ini akan memiliki observatorium tertinggi di dunia, menawarkan pemandangan spektakuler kota Jeddah dan sekitarnya. Dengan total luas konstruksi sekitar 530.000 meter persegi, menara ini akan menjadi pusat dari Jeddah Economic City, yang direncanakan menjadi kawasan komersial dan residensial terkemuka di wilayah tersebut.
Penundaan dan Berlanjutnya Kembali Proyek
Walaupun ambisius, proyek ini menghadapi berbagai tantangan yang menyebabkan penundaan signifikan. Pada tahun 2017, kampanye anti-korupsi di Arab Saudi menyebabkan penahanan beberapa tokoh penting yang terlibat dalam proyek ini, termasuk Pangeran Alwaleed bin Talal, pemilik Kingdom Holding Company yang membiayai proyek tersebut. Meskipun dibebaskan setelah mencapai kesepakatan dengan pemerintah. Selain itu, pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada tahun 2020 turut memperlambat progres konstruksi.
Pada Oktober 2024, Pangeran Alwaleed mengumumkan bahwa pembangunan Jeddah Tower telah dilanjutkan. Melalui akun media sosialnya, ia menyatakan, “Kami kembali,” sambil membagikan video render terbaru dari proyek tersebut. KHC menandatangani kesepakatan senilai 7,2 miliar riyal Saudi (sekitar $1,9 miliar) dengan Saudi Binladin Group untuk melanjutkan konstruksi, dengan target penyelesaian pada tahun 2028.
Setelah selesai, Jeddah Tower akan menampung antara 75.000 hingga 100.000 orang. Di dalamnya terdapat apartemen mewah, perkantoran, hotel, dan dek observasi yang menawarkan pemandangan spektakuler.
Dampak Ekonomi dan Investasi
Dilanjutkannya pembangunan Jeddah Tower sejalan dengan upaya Arab Saudi untuk menarik investasi asing dan mendiversifikasi ekonominya yang selama ini bergantung pada minyak. Proyek ini diharapkan menjadi magnet bagi investor global dan meningkatkan nilai properti di sekitarnya. Selain itu, pemerintah Saudi telah mengumumkan serangkaian proyek real estat mewah lainnya, termasuk kemitraan dengan Hyatt dan Marriott International untuk pembangunan hotel dan resor di berbagai lokasi strategis.
Teknologi dan Inovasi dalam Konstruksi
Membangun gedung setinggi lebih dari 1 kilometer memerlukan inovasi teknologi dan teknik konstruksi canggih. Jeddah Tower dirancang untuk menahan kondisi lingkungan ekstrem, termasuk angin kencang dan suhu tinggi. Struktur fondasinya yang dalam dan material berkualitas tinggi digunakan untuk memastikan stabilitas dan keamanan gedung. Selain itu, desain aerodinamis menara ini membantu mengurangi beban angin, sementara sistem lift canggih akan memastikan mobilitas yang efisien di dalam gedung.
Tantangan untuk Masa Depan Jeddah yang Cerah
Penyelesaian Jeddah Tower akan menandai babak baru dalam perkembangan Jeddah dan Arab Saudi secara keseluruhan. Sebagai simbol kemajuan dan modernisasi, menara ini diharapkan mendorong investasi lebih lanjut dalam infrastruktur, pariwisata, dan sektor non-migas lainnya. Selain itu, keberhasilan proyek ini akan meningkatkan reputasi Arab Saudi di panggung global sebagai negara yang mampu mewujudkan proyek-proyek megastruktur yang inovatif dan visioner.
Baca juga : NEOM: Ikon Masa Depan Arab Saudi – KabarSaudi.com
Referensi :
- Arabian Business. (2025). Saudi Arabia’s Jeddah Tower to serve as magnet for surge in global investment in the Kingdom, say experts. Diambil dari https://www.arabianbusiness.com/industries/real-estate/saudi-arabias-jeddah-tower-to-serve-as-magnet-for-surge-in-global-investment-in-the-kingdom-say-experts .
- thejeddahtower.org. (2025). The Jeddah Tower. Diambil dari https://thejeddahtower.org/ .