JEDDAH: Reformasi dalam sektor keuangan Arab Saudi telah membawa transformasi signifikan, didorong oleh Program Pengembangan Sektor Keuangan (FSDP) yang menjadi salah satu inisiatif utama Vision 2030. Program ini bertujuan untuk mendorong diversifikasi pendapatan, meningkatkan tabungan, serta menyediakan peluang pembiayaan dan investasi yang lebih luas.
Bank Sentral Saudi (SAMA) berperan penting dalam mendorong pertumbuhan fintech dan perbankan digital melalui kerangka regulasi yang mendukung dan berbagai inisiatif.
Tadawul: Bursa Efek Global dan Pilar Ekosistem Fintech
Menurut Yaseen Ghulam, Profesor Ekonomi dan Direktur Pusat Penelitian dan Konsultasi di Universitas Al-Yamamah, Riyadh, terdapat lima reformasi utama dalam sektor keuangan Saudi yang meningkatkan efisiensi dan daya saing institusi keuangan. Salah satunya adalah peningkatan Bursa Efek Saudi (Tadawul) menjadi platform investasi berskala global dengan infrastruktur pasar yang kuat.
Ghulam menjelaskan bahwa Tadawul kini memiliki kapitalisasi pasar, likuiditas, dan nilai yang lebih tinggi dari $3 triliun, memudahkan investasi dari luar negeri. Tadawul juga telah masuk dalam Indeks Pasar Berkembang MSCI pada 2019, meningkatkan posisinya di pasar global.
Sejak peluncuran inisiatif Fintech Saudi pada 2018, Arab Saudi telah menjadi pusat utama sektor fintech di kawasan ini. Pada 2022, ekosistem fintech berkembang pesat dengan banyak perusahaan inovatif dan penggunaan pembayaran digital yang meluas.
Peran SAMA dalam Mendorong Fintech dan Digitalisasi Perbankan
Ghulam menambahkan bahwa SAMA menciptakan “regulatory sandbox” untuk menguji teknologi baru, menyediakan lisensi khusus bagi perusahaan fintech, dan membuka infrastruktur perbankan untuk mendukung inovasi.
Analis keuangan Khalid Gaber Al-Zaidiy menyebut kerangka regulasi SAMA mendorong inovasi sembari menjaga stabilitas keuangan. Selain itu, standar keamanan siber yang ketat dan perlindungan data keuangan meningkatkan kepercayaan konsumen pada solusi fintech.
Dukungan pada Pertumbuhan Hijau dan Kepercayaan Internasional
Arab Saudi juga menunjukkan komitmennya pada keuangan hijau melalui penerbitan obligasi hijau yang mendukung investasi ramah lingkungan, sejalan dengan tren global. Ini telah meningkatkan partisipasi investor internasional dan arus modal asing ke Arab Saudi.
Ghulam menyoroti bagaimana kebijakan strategis untuk meningkatkan partisipasi investor internasional telah memperkuat kepercayaan terhadap sistem keuangan Saudi. Selain itu, pembentukan Pusat Pengelolaan Utang Nasional membantu pengelolaan keuangan publik yang lebih baik
Digitalisasi Perbankan dan Pengaruhnya pada Konsumen
Menurut Ghulam, digitalisasi perbankan telah mengubah ekspektasi dan pengalaman konsumen. Dengan lebih dari 226 perusahaan fintech yang ada, Saudi memimpin revolusi fintech di kawasan ini. Bank Digital STC dan sistem pembayaran Sarie menjadi contoh inovasi yang mempermudah transaksi dan memperluas inklusi keuangan.
Layanan perbankan digital memungkinkan pembukaan rekening secara daring, yang sangat membantu daerah pedesaan. Solusi seperti dompet digital, aplikasi ponsel, dan perbankan online kini menjadi esensial bagi pengelolaan keuangan.
Dukungan untuk UKM
Reformasi keuangan juga berfokus pada pendanaan usaha kecil dan menengah (UKM) yang jumlahnya mencapai 1,3 juta di Saudi. Pemerintah mendirikan lembaga seperti SME Bank dan Monsha’at untuk meningkatkan pembiayaan dan ekosistem bagi UKM.
Program seperti “Funding Gate,” “KAFALAH,” dan inisiatif pinjaman tidak langsung dirancang untuk memudahkan akses pendanaan bagi UKM. Solusi fintech juga membantu UKM dalam manajemen keuangan dan pemrosesan pembayaran.
Meningkatkan Literasi Keuangan
Untuk meningkatkan literasi keuangan, FSDP membentuk Entitas Literasi Keuangan. Pemerintah Saudi juga memasukkan mata pelajaran “Pengetahuan Keuangan” dalam kurikulum sekolah. Inisiatif seperti “Thameen” dan “Smart Investor” juga dirancang untuk meningkatkan pemahaman keuangan di kalangan dewasa dan anak muda.
Laporan SAMA 2023 menunjukkan bahwa literasi keuangan di kalangan warga meningkat menjadi 38 persen dari sebelumnya 30 persen pada 2021.
Transformasi ini membuktikan bahwa reformasi Vision 2030 telah mengubah sektor keuangan Arab Saudi menjadi lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.
Sumber : https://www.arabnews.com/node/2586787/business-economy