Pertumbuhan Pesat Pasar real estat Berkat Transformasi Nasional
Pasar real estat ritel Arab Saudi diprediksi akan mengalami lonjakan pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan. Faktor utamanya adalah peningkatan populasi, pertumbuhan sektor pariwisata, serta program diversifikasi ekonomi yang menjadi inti dari Visi 2030.
Menurut laporan terbaru dari S&P Global, berbagai proyek mega yang sedang berjalan serta masuknya merek-merek internasional akan mendorong permintaan terhadap ruang ritel di seluruh Kerajaan.
Proyek Mega dan Urbanisasi Dorong Permintaan Properti
Transformasi besar-besaran tengah berlangsung di Arab Saudi, dengan ambisi menjadi pusat global dalam bidang pariwisata dan bisnis. Pemerintah menggelontorkan investasi besar pada infrastruktur dan real estat ritel Arab Saudi.
Otoritas Umum Real Estat memperkirakan nilai pasar properti akan mencapai USD 101,62 miliar pada tahun 2029, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 8% mulai 2024.
Proyek seperti NEOM dan The Red Sea Project menjadi tulang punggung pertumbuhan ini, yang didukung pula oleh peningkatan investasi asing dan perluasan brand global di pasar Saudi.
Evolusi Gaya Hidup dan Format real estat Modern
Pasar ritel Arab Saudi kini bergerak dari konsep mal tertutup ke arah format ritel terbuka yang lebih menekankan pengalaman konsumen (experiential retail).
Menurut laporan JLL, pusat perbelanjaan kini menjadi tempat yang menggabungkan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial. Kota-kota seperti Riyadh dan Jeddah menyaksikan pertumbuhan kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi ritel, residensial, dan perhotelan, mencerminkan gaya hidup urban modern.
Pariwisata dan Investasi Asing Jadi Katalis Pertumbuhan real estat
Sektor pariwisata yang terus berkembang menjadi pendorong utama pasar ritel. Kebijakan pemerintah yang memungkinkan kepemilikan asing 100% di sektor properti meningkatkan minat investor global.
Destinasi wisata unggulan seperti AlUla dan Diriyah Gate turut mempercepat pertumbuhan pusat-pusat ritel baru. S&P juga mencatat peningkatan pengeluaran masyarakat, terutama kalangan muda, untuk hiburan dan gaya hidup, sebagai bagian dari transformasi sosial Arab Saudi.
Tantangan Pasokan dan Risiko Kelebihan Kapasitas
Meskipun permintaan terus tumbuh, S&P Global mengingatkan potensi kelebihan pasokan ruang ritel, terutama di lokasi sekunder.
Menurut laporan Knight Frank 2024, terdapat 7,4 juta meter persegi ruang ritel baru yang sedang dibangun. Di Riyadh, pasokan diperkirakan meningkat 50% hingga 2027, sementara di Jeddah naik hingga 75%.
Hal ini dapat menyebabkan tekanan harga sewa, membuat pemilik properti harus menawarkan insentif agar tetap kompetitif, seperti diskon atau skema bagi hasil.
Masa Depan: Sinergi Ritel Fisik dan Digital
Meski e-commerce terus bertumbuh, toko fisik tetap diminati, terutama yang menawarkan pengalaman langsung. Di Timur Tengah, mal menjadi tempat berbelanja sekaligus pusat hiburan dan sosialisasi.
Dengan adanya acara besar seperti Expo 2030 dan Piala Dunia FIFA 2034, permintaan akan ruang ritel premium diperkirakan terus naik. Sektor ini diprediksi akan berkembang secara hybrid, menggabungkan keunggulan fisik dan digital untuk membentuk ekosistem ritel masa depan yang dinamis.
Baca Juga : Booming Pariwisata Saudi! Fasilitas Hotel Naik 89% – Peluang Emas untuk Pengusaha Indonesia
Sumber : Narayanan, Nirmal. (2025). Saudi retail real estate outlook strong on tourism and Vision 2030, S&P says. Arab News. Diakses melalui: https://arab.news/49pqy