Arab Saudi mempercepat pengembangan deep tech sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat inovasi nasional. Langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing global negara tersebut. Karena itu, pemerintah, lembaga riset, investor, dan sektor swasta mulai bergerak dalam ekosistem yang lebih terhubung.
Menurut laporan Saudi Venture Capital Company (SVC), pertumbuhan deep tech di Arab Saudi didukung oleh basis riset yang semakin kuat. Selain itu, negara ini juga memiliki universitas unggulan dan kolaborasi yang terus meningkat antara akademisi, investor, dan pelaku industri. Dengan fondasi ini, Arab Saudi dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas ekosistem teknologi berbasis sains.
Deep tech menjadi prioritas strategis
Deep tech kini dipandang sebagai sektor penting dalam transformasi ekonomi. Pasalnya, sektor ini mampu mengubah hasil riset ilmiah menjadi produk, solusi, dan perusahaan yang berdampak nyata. Oleh sebab itu, Arab Saudi menempatkan deep tech sebagai bagian dari agenda inovasi nasional.
SVC menilai deep tech telah menjadi salah satu kekuatan utama dalam pasar modal ventura global. Secara global, sektor ini disebut menyumbang sekitar 40 persen dari total investasi venture capital. Angka ini menunjukkan adanya pergeseran besar ke arah inovasi berbasis sains. Di samping itu, pergeseran ini juga dinilai mampu membentuk ulang berbagai sektor ekonomi dalam jangka panjang.
Deputy CEO dan Chief Investment Officer SVC, Nora Al-Sarhan, menyebut deep tech sebagai perubahan mendasar dalam peluang investasi global. Menurutnya, deep tech tidak lagi sekadar menghadirkan inovasi teknologi. Sebaliknya, sektor ini telah berkembang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi jangka panjang karena mampu mengubah hasil penelitian menjadi produk dan perusahaan yang bernilai tinggi.
Peran lembaga riset dan pemerintah semakin kuat
Salah satu institusi yang berperan besar dalam pengembangan deep tech di Arab Saudi adalah King Abdullah University of Science and Technology (KAUST). Universitas ini dikenal sebagai pusat riset unggulan di bidang teknologi maju. Karena itu, KAUST menjadi salah satu pilar penting dalam pembentukan ekosistem deep tech nasional.
Selain KAUST, beberapa lembaga pemerintah juga ikut memperkuat arah pengembangan ini. Di antaranya adalah Research, Development and Innovation Authority (RDIA) dan Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA). Kedua lembaga ini berperan dalam mendorong riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi maju di tingkat nasional. Dengan dukungan tersebut, pengembangan deep tech di Arab Saudi tidak hanya bergantung pada startup, tetapi juga pada kebijakan yang lebih terarah.
Startup berbasis sains mulai tumbuh
Ekosistem teknologi Arab Saudi terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Saat ini, startup berbasis sains mulai bermunculan di berbagai sektor. Beberapa bidang yang menonjol adalah advanced computing, industrial automation, dan intelligent systems.
Banyak perusahaan tersebut tumbuh di pusat-pusat pengetahuan utama seperti Riyadh, Thuwal, dan Dhahran. Sementara itu, KAUST juga mencatat bahwa sebagian besar startup deep tech di Arab Saudi bergerak di bidang AI dan IoT. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi cerdas menjadi salah satu fokus utama dalam pertumbuhan ekosistem inovasi negara tersebut.
Tantangan masih perlu diatasi
Meski prospeknya menjanjikan, pengembangan deep tech di Arab Saudi masih menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, penyelarasan insentif masih perlu diperkuat. Kedua, akses pasar bagi perusahaan berbasis sains juga perlu diperluas. Ketiga, kolaborasi antar pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar hasil riset lebih cepat masuk ke pasar.
Selain itu, model pendanaan juga menjadi isu penting. Berbeda dari startup digital biasa, perusahaan deep tech membutuhkan waktu pengembangan yang lebih panjang. Risikonya pun cenderung lebih tinggi, sementara kebutuhan modalnya lebih besar. Oleh karena itu, model pembiayaan berbasis patient capital menjadi sangat penting. Pendekatan ini dibutuhkan agar perusahaan memiliki waktu yang cukup untuk mencapai tahap kematangan komersial.
Peluang Arab Saudi di pasar global
Dengan dukungan kebijakan nasional, institusi riset yang kuat, dan pembiayaan jangka panjang yang tepat, Arab Saudi sedang membangun fondasi yang kokoh di sektor deep tech. Karena itu, negara ini berpeluang menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem deep tech global.
Lebih jauh lagi, pengembangan deep tech tidak hanya berdampak pada pertumbuhan investasi teknologi. Sektor ini juga dapat menciptakan nilai ekonomi baru, memperkuat daya saing industri, dan mempercepat transformasi ekonomi berbasis inovasi. Dengan demikian, jika integrasi antara riset, pendanaan, talenta, dan komersialisasi terus dijaga, posisi Arab Saudi di peta deep tech global berpotensi semakin kuat dalam beberapa tahun mendatang.
Referensi
Arab News. 2026. Saudi Arabia exploring deep tech at accelerated pace: SVC.
Saudi Press Agency. 2026. SVC Report Highlights Accelerating Growth of Deep Tech in Saudi Arabia.
King Abdullah University of Science and Technology (KAUST). 2025. New Deep Tech Report Released: A Roadmap for Saudi Arabia Deep Tech Ecosystem.
Research, Development and Innovation Authority (RDIA). Official Website.
Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA). Research and Development.