Al-Ula mencapai tonggak penting dengan memenangkan tiga kategori di World Travel Awards 2025, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi terbaik di kawasan ini. Kota kuno di barat laut Arab Saudi ini dinobatkan sebagai Proyek Pariwisata Budaya Terkemuka di Timur Tengah, Destinasi Festival dan Acara Terkemuka di Timur Tengah, dan Proyek Pariwisata Budaya Terkemuka di Arab Saudi.
Prestasi gemilang Al-Ula kembali berlanjut dengan tiga kemenangan terbaru ini. Rentetan pencapaian ini menyusul penghargaan serupa yang diterima pada tahun 2024 serta gelar Proyek Pariwisata Budaya Terkemuka di Timur Tengah pada tahun 2023.
Kesuksesan Al-Ula ini menunjukkan daya tarik abadinya yang kuat. Selain itu, pencapaian tersebut juga membuktikan komitmennya terhadap pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas yang berakar pada warisan otentik.

Seni Cadas di Tengah Lanskap Gurun Unik Al-Ula
Al-Ula merupakan keajaiban alam yang memiliki akar sejarah yang mendalam. Tempat ini memikat pengunjung melalui lanskap gurun dan formasi batuannya yang unik, yang bersama-sama membentuk kanvas alami keindahan Arab.
Seni cadas prasejarahnya menggambarkan manusia, hewan, dan bentuk-bentuk abstrak, mengungkap kehidupan sosial, budaya, dan spiritual penduduk awal.
Melintasi Zaman: Peran Vital Al-Ula dari Era Kerajaan Kuno Hingga Abad ke-20
Pada milenium pertama Sebelum Masehi, Al-Ula menjadi pusat Kerajaan Dadan dan Lihyan. Kerajaan-kerajaan ini merupakan dua peradaban paling maju di Jazirah Arab, yang dikenal karena perkembangan perkotaan, perdagangan, dan keagamaannya.
Pada abad pertama Masehi, Hegra menjadi kota paling selatan Kerajaan Nabatea, yang terkenal karena pencapaian pertanian, arsitektur, dan teknik hidroliknya. Wilayah ini kemudian dianeksasi oleh Kekaisaran Romawi, menjadi bagian dari jaringan perdagangan dan pertukaran budaya yang lebih luas.
Antara abad ke-7 dan ke-12, Al-Ula muncul sebagai perhentian utama di jalur perdagangan dupa. Lokasi ini berfungsi sebagai titik pertemuan penting bagi para pedagang dan pelancong dari seluruh dunia kuno.
Pada abad ke-20, Jalur Kereta Api Hijaz Al-Ula dibangun oleh Kekaisaran Ottoman. Jalur kereta api ini menghubungkan kota-kota besar dan memfasilitasi ziarah Muslim ke Mekah dan Madinah.

Kebangkitan Al-Ula: Didorong Warisan Hegra dan Minat Global Abad ke-21
Terkenal dengan makam-makam berukir rumit yang memamerkan seni Nabatea, Hegra ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Arab Saudi pada tahun 2008.
Memasuki abad ke-21, Al-Ula mendapat pengakuan UNESCO dan peningkatan minat global terhadap warisan budaya serta sejarahnya. Kondisi ini mendorong adanya upaya konservasi dan pariwisata berkelanjutan yang besar di kawasan tersebut. Hasilnya, Al-Ula kini menjadi destinasi wajib dikunjungi di Arab Saudi.
Al-Ula Moments: Sajikan Sejarah Imersif di Panggung Bergengsi World Travel Awards
Sejarah Al-Ula diceritakan kembali melalui pengalaman imersif dan beragam acara yang dikenal sebagai Al-Ula Moments. Rangkaian acara ini menampilkan 200.000 tahun keberadaan manusia dan 7.000 tahun peradaban.
Didirikan pada tahun 1993, World Travel Awards memberikan penghargaan atas keunggulan dalam perjalanan, pariwisata, dan perhotelan. Penghargaan ini diakui secara global sebagai ciri khas pencapaian industri tersebut.
Baca juga: Jumlah Lulusan Kedokteran Saudi di Amerika Utara Tunjukkan Peningkatan Signifikan
Sumber: Arab News. (2024, 02 Nopember). AlUla’s timeless heritage earns global acclaim. https://www.arabnews.com/node/2621193/saudi-arabia