Ilustasi Pemanfaatn AI untuk Komunitas Tunga Rungu (Diadaptasi: dari Arab News)
Di tengah gencarnya transformasi digital yang digalakkan Saudi Vision 2030, Kecerdasan Buatan atau AI muncul tidak hanya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai alat kemanusiaan yang dahsyat. Publik Arab Saudi disuguhkan dua wajah berbeda dari revolusi AI. Pertama, sebagai jembatan komunikasi bagi komunitas tuna rungu, dan satu lagi sebagai ujung tombak layanan cerdas di lingkungan pendidikan tinggi.
Dari ruang pertemuan hangat di Dhahran hingga koridor digital Universitas Islam Madinah, AI mulai memainkan peran penting dalam membentuk masyarakat yang lebih inklusif dan terhubung.
AI yang Memberi “Suara” bagi Komunitas Tunga Rungu
Di Dhahran, sekitar 20 anggota komunitas tuna rungu baru-baru ini menggelar pertemuan. Bukan sekadar silaturahmi, forum ini menjadi ruang diskusi tentang bagaimana teknologi terkini, terutama AI, telah mengubah cara mereka berinteraksi dengan dunia. Tangan-tangan yang bergerak cepat di udara itu seolah menjadi orkestra yang memainkan simfoni kemajuan.
Salah satu figur sentral dalam diskusi ini adalah Mohammad Alfayez, atau yang dikenal sebagai “Prince Mohami”. Setelah belasan tahun tinggal di Amerika Serikat, Alfayez kembali ke Riyadh dan menemukan bahwa AI adalah “talī kehidupan” yang selama ini ia cari.
“ChatGPT membantu saya mandiri,” ujarnya. “Dulu, untuk urusan sederhana seperti menelepon, saya harus meminta bantuan keponakan. Sekarang, saya bisa melakukannya sendiri.”
Kisah Alfayez mencerminkan kebutuhan lebih dari 84.000 penyandang gangguan pendengaran di Arab Saudi, yang mencakup 5,1 persen dari total penyandang disabilitas menurut sensus 2022. Bagi mereka, bahasa tulis dan komunikasi lisan sering menjadi tembok pemisah.
Abdulrahman Khalid, seorang pendidik tunarungu di Dammam, menyaksikan langsung dampak AI di ruang kelas. Siswa-siswanya, yang kesulitan memahami struktur kalimat atau konteks berita rumit, kini menggunakan AI sebagai asisten pribadi.
“Mereka meminta AI untuk menjelaskan sebuah berita dengan cara yang sederhana, atau memperbaiki struktur kalimat mereka sebelum mengirim pesan di WhatsApp,” jelas Khalid.
Ia adalah salah satu dari sedikit guru tuna rungu di Saudi, sebuah profesi yang biasanya didominasi oleh mereka yang tidak memiliki gangguan pendengaran, dan ia melihat AI sebagai alat untuk menyeimbangkan kesenjangan pedagogis ini.
Meski potensinya besar, adopsi AI tidak selalu mulus. Khalid Al-Zahrani, karyawan Saudi Aramco yang terlibat dalam program percontohan AI untuk karyawan disabilitas, mengakui masih ada rasa takut dan ketidaktahuan di komunitasnya.
“Beberapa takut pada AI. Tapi kami terus mendorong mereka untuk terlibat. Bayangkan, alih-alih menyewa juru bahasa, kita bisa ‘mempekerjakan’ teknologi yang bisa menerjemahkan secara instan,” tuturnya.
Optimisme juga datang dari AlHanouf AlHenaki, aktivis yang terhubung dari Riyadh dan Washington DC.
“Sebagai wanita tuli di lingkungan kerja yang didominasi pendengar, AI memberi saya kepercayaan diri untuk berpartisipasi dan membuat keputusan,” tulisnya, seraya berharap agar pengembang teknologi melibatkan lebih banyak penyandang disabilitas dalam proses desain produk.
Semua ini terjadi tidak dalam ruang hampa. Inisiatif nasional SAMAI yang diluncurkan Kementerian Pendidikan pada 2024 telah melatih lebih dari 1 juta warga Saudi dalam keterampilan AI, membangun fondasi yang kokoh untuk era inklusi digital ini.
Uhud: Asisten Pintar yang Menjaga Denyut Layanan Kampus
Sementara AI memberdayakan komunitas di luar tembok kampus, di dalam kampus sendiri, teknologi serupa digunakan untuk merampingkan layanan. Universitas Islam Madinah baru saja meluncurkan inovasi yang mereka sebut Uhud, sebuah asisten pintar bertenaga AI yang siap bekerja 24 jam non-stop.
Dinamai dari gunung bersejarah di Madinah, Uhud hadir sebagai wujud nyata komitmen universitas dalam mengadopsi teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas layanan. Tugasnya jelas: menjadi garda depan layanan digital kampus.
Dengan kecanggihan AI, asisten virtual ini mampu memberikan dukungan teknis yang andal dan akses instan terhadap informasi kapan pun dibutuhkan, tanpa mengenal hari libur atau jam kerja. Mulai dari pertanyaan seputar jadwal perkuliahan, proses administratif, hingga informasi beasiswa, Uhud dirancang untuk memberikan jawaban cepat dan akurat.
Kehadiran Uhud bukanlah sekadar proyek teknologi biasa. Inisiatif ini adalah bagian integral dari cetak biru transformasi digital Universitas Islam Madinah yang lebih besar, yang secara langsung mendukung target ambisius Saudi Vision 2030. Dengan mendelegasikan tugas-tugas informatif dan teknis kepada AI, sumber daya manusia universitas dapat lebih fokus pada pelayanan yang lebih kompleks dan strategis.
Simfoni AI Menuju 2030
Dua perkembangan ini, meskipun di ranah yang berbeda, adalah potret dari strategi besar Saudi: menjadikan AI sebagai tulang punggung masyarakat maju. Di satu sisi, AI menjadi alat pemberdayaan sosial yang meruntuhkan hambatan komunikasi bagi penyandang disabilitas. Di sisi lain, AI menjadi motor efisiensi yang membuat layanan publik—termasuk pendidikan—lebih responsif dan modern.
Para advokat berharap, geliat ini akan melahirkan lebih banyak aplikasi lokal, seperti pengenalan Bahasa Isyarat Arab atau asisten virtual yang lebih personal. Sebab, pada akhirnya, ukuran keberhasilan transformasi digital bukan hanya pada kecepatan internet atau jumlah startup, tetapi pada seberapa jauh teknologi mampu menjangkau dan meningkatkan kualitas hidup setiap lapisan masyarakat.
Dari Dhahran hingga Madinah, AI di Arab Saudi sedang menunjukkan bahwa revolusi digital tidak harus sunyi. Ia bisa sangat ramai dengan percakapan baru, koneksi baru, dan masa depan yang lebih cerah bagi semua.
Baca juga: Arab Saudi Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Referensi:
- Bager, J. (2026). How AI is expanding access for Saudi Arabia’s deaf community. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2635418/saudi-arabia.
- Hasan, S. (2022). Islamic University of Madinah Unveils New Uhud AI Smart Assistant. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/islamic-university-of-madinah-unveils-new-uhud-ai-smart-assistant/.