Ilustrasi Salah Satu Jenis Kendaraan Listrik di Arab Saudi (Sumber Saudipedia.com)
Di tengah lanskap gurun yang luas, Arab Saudi tengah menulis ulang narasi masa depan transportasinya. Bukan lagi sekadar negara penghasil minyak, Arab Saudi kini bertransformasi menjadi hub inovasi teknologi hijau dengan fokus utama pada pengembangan kendaraan listrik. Komitmen ini bukan isapan jempol belaka, melainkan sebuah gerakan terencana yang menyatukan visi ekonomi dan lingkungan di bawah naungan Saudi Vision 2030.
Dari investasi miliaran dolar di pabrik mobil mewah hingga pembangunan infrastruktur pengisian daya pintar di kota futuristik, Arab Saudi membangun ekosistem kendaraan listrik secara holistik. Langkah ini menjadi fondasi krusial untuk mencapai target netralitas karbon pada 2060 sekaligus mendiversifikasi sumber pendapatan negara.
Jejak Langkah Awal: Dari Investasi Global ke Merek Nasional
Perjalanan Arab Saudi di dunia kendaraan listrik dimulai pada tahun 2018. Saat Dana Investasi Publik (PIF) mengambil langkah berani dengan mengakuisisi saham di Lucid Motors, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat. Keputusan ini menjadi pintu gerbang bagi transfer teknologi dan pembangunan ekosistem lokal. Kerja sama ini kemudian berbuah manis dengan didirikannya pabrik perakitan canggih di King Abdullah Economic City (KAEC), utara Jeddah.
Pabrik yang dikenal dengan fasilitas AMP-2 ini mulai beroperasi pada September 2023 dan menargetkan produksi 5.000 mobil listrik Lucid pada tahap awal. Ambisinya jauh lebih besar, yaitu mencapai kapasitas penuh 155.000 unit per tahun pada 2028 dengan total investasi lebih dari 12,3 miliar riyal Saudi. Yang menarik, sekitar 95 persen produksinya akan diekspor, menegaskan posisi Saudi sebagai basis manufaktur global.
Namun, kebanggaan nasional berpuncak pada peluncuran Ceer. Ini adalah merek mobil listrik pertama Arab Saudi pada 2022. Hasil kolaborasi PIF dengan perusahaan teknologi Taiwan, Foxconn, Ceer akan memproduksi sedan dan SUV yang dilengkapi teknologi canggih, termasuk sistem mengemudi otonom. Proyek ini diperkirakan akan menarik investasi asing langsung hingga 562 juta riyal dan menciptakan 30.000 lapangan kerja. Serta menyumbang 30 miliar riyal bagi PDB Saudi pada 2034.
Membangun Jantung Ekosistem: Infrastruktur Pengisian Daya yang Tangguh
Memproduksi mobil hanyalah satu sisi dari mata uang. Sisi lainnya yang tak kalah penting adalah ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Pemerintah Saudi melalui berbagai lembaga seperti Otoritas Standar, Metrologi, dan Kualitas Saudi serta Kementerian Energi, telah menyusun kerangka regulasi yang matang sejak 2018. Mulai dari aturan teknis impor kendaraan listrik hingga regulasi pemasangan stasiun pengisian daya di area komersial dan pemukiman.
Implementasi nyata dari kerangka ini kini terlihat dalam skala megaproyek. Baru-baru ini, New Murabba Development Company, perusahaan di bawah PIF yang menggarap proyek pusat kota modern di Riyadh, mengumumkan kemitraan strategis dengan Perusahaan Infrastruktur Kendaraan Listrik (EVIQ).
Kolaborasi ini akan menghadirkan jaringan pengisian daya terintegrasi di kawasan New Murabba. Sebanyak pengisi daya AC (alternating current) akan dipasang di area-area dengan durasi parkir panjang seperti kantor pusat New Murabba, ideal untuk pengisian daya sambil bekerja. Sementara itu, pengisi daya DC (direct current) fast charging akan ditempatkan di titik-titik strategis dengan lalu lintas tinggi untuk memungkinkan pengisian daya cepat dan efisien dalam waktu singkat.
Michael Dyke, CEO New Murabba, menegaskan bahwa mengintegrasikan solusi mobilitas masa depan adalah hal krusial seiring proyeknya beralih dari tahap perencanaan ke pembangunan. Kemitraan dengan EVIQ ini akan mempercepat terwujudnya infrastruktur transportasi berkelanjutan.
Senada dengan itu, Mohammad Bakr Gazzaz, CEO EVIQ, menambahkan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun infrastruktur yang mendukung tujuan keberlanjutan nasional. Dengan mengintegrasikan solusi pengisian daya sejak tahap awal pengembangan, mereka tidak hanya menciptakan pengalaman mobilitas yang lebih cerdas tetapi juga berkontribusi langsung pada visi jangka panjang Saudi untuk elektrifikasi dan pertumbuhan perkotaan yang berkelanjutan.
Era Kendaraan Otonom dan Masa Depan
Arab Saudi tidak hanya berhenti pada elektrifikasi, tetapi juga mengarahkan pandangannya pada masa depan mobilitas yang sepenuhnya otonom. Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi (SDAIA) bersama Kementerian Transportasi tengah berupaya meningkatkan infrastruktur dan keamanan untuk menyambut era kendaraan tanpa pengemudi.
Dengan perkembangan teknologi yang pesat, kendaraan otonom diproyeksikan akan menjadi aman dan andal pada 2025, tersedia secara komersial di seluruh dunia pada 2030, dan pada akhirnya mendominasi setengah dari total penjualan mobil baru setelah 2045.
Semua langkah ini—mulai dari hulu (manufaktur mobil) hingga hilir (infrastruktur pengisian daya dan regulasi)—menunjukkan keseriusan Arab Saudi dalam mentransformasi sektor transportasinya. Jalan menuju masa depan yang lebih hijau dan cerdas telah terbentang, dan Kerajaan bertekad untuk menjadi pemimpin di jalur cepat revolusi kendaraan listrik global.
Baca juga: Mobil Listrik di Arab Saudi: Investasi, Inovasi, dan Masa Depan Berkelanjutan
Referensi:
- Saudipedia. (2025). Electric Vehicles in Saudi Arabia. Diambil dari https://saudipedia.com/en/electric-vehicles-in-saudi-arabia.
- Hasan, S. (2026). New Murabba Joins Forces with EVIQ to Drive Sustainable, Future-Ready EV Infrastructure. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/new-murabba-joins-forces-with-eviq-to-drive-sustainable-future-ready-ev-infrastructure/.
- GCC Business News. (2026). New Murabba joins EVIQ to strengthen sustainable EV infrastructure. Diambil dari https://www.gccbusinessnews.com/new-murabba-eviq-sustainable-ev/.