Pohon Mangga di Rijal Almaa Tumbuh dengan Memanfaatkan AI untuk Memantau Kelembapan Tanah, Kualitas Air, dan Kondisi Cuaca (Sumber: Arab News)
Prestasi Arab Saudi dalam bidang AI kembali mendapat sorotan internasional setelah enam proyek nasional yang dipimpin Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) meraih penghargaan bergengsi di ajang World Summit on the Information Society (WSIS) 2026. Pengakuan ini menegaskan posisi Kerajaan sebagai salah satu negara dengan perkembangan teknologi paling progresif di dunia, sejalan dengan visi besar Vision 2030.
Proyek-proyek tersebut mencerminkan komitmen Saudi dalam membangun ekosistem digital yang aman, etis, dan berorientasi pada masa depan. Mulai dari akreditasi penyedia layanan AI, deteksi dini kanker payudara, akselerator generative AI, restorasi arsip media sejarah, hingga platform identitas digital nasional Nafath—semuanya menunjukkan bagaimana AI menjadi tulang punggung transformasi layanan publik.
Penghargaan ini juga memperkuat reputasi Saudi dalam tata kelola data, inovasi digital, dan pengembangan teknologi yang mendorong inklusi serta keberlanjutan global.
AI di Pertanian: Perkebunan Mangga yang Menghemat Air Hingga 50%
Di wilayah selatan Arab Saudi, tepatnya di Rijal Almaa, teknologi AI tidak hanya hadir di pusat-pusat inovasi, tetapi juga meresap hingga ke lahan pertanian tradisional. Haswa Mango Farm menjadi contoh nyata bagaimana kecerdasan buatan mampu mengubah cara bertani secara drastis.
Dengan luas sekitar 20.000 meter persegi dan 150 pohon mangga, kebun ini memanfaatkan sensor kelembapan tanah, analisis gambar daun, pemantauan kualitas air, hingga aplikasi diagnosis tanaman berbasis AI. Hasilnya luar biasa:
- Penghematan air hingga 50% berkat jadwal irigasi yang ditentukan oleh sensor.
- Deteksi dini hama dan penyakit melalui analisis gambar beresolusi tinggi.
- Peningkatan produksi hingga 40%, dengan tingkat pembungaan mencapai lebih dari 98%.
- Kualitas buah lebih baik, dan kerugian akibat penyakit menurun drastis.
Teknologi ini membantu petani menentukan kapan harus menyiram, menambah nutrisi, atau mengantisipasi ancaman hama. Bahkan, farm tersebut sedang mengembangkan aplikasi AI internal untuk memantau operasi secara real-time.
Haswa Mango Farm kini menjadi model pertanian cerdas yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Saudi, terutama dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan efisiensi air di negara beriklim kering.
AI sebagai Fondasi Masa Depan Saudi
Keberhasilan Saudi dalam AI bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi bagian dari strategi besar untuk membangun ekonomi berbasis inovasi. Dari sektor kesehatan, media, keamanan digital, hingga pertanian, AI menjadi katalis yang mempercepat transformasi nasional.
Beberapa dampak nyata yang kini dirasakan masyarakat:
- Layanan publik lebih cepat dan aman melalui identitas digital Nafath.
- Kesehatan lebih presisi, seperti deteksi dini kanker payudara.
- Pelestarian budaya, lewat restorasi arsip media sejarah menggunakan AI.
- Pertanian lebih efisien, dengan penghematan air dan peningkatan produksi.
- Ekonomi digital tumbuh pesat, didorong oleh akselerator generative AI.
Dengan investasi besar dan kebijakan yang progresif, Arab Saudi tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen inovasi yang diakui dunia.
Baca juga: Arab Saudi Melaju Cepat Menuju Dominasi AI Global
Referensi:
- Arab News. (2026). 6 Saudi AI and digital projects earn top honors at WSIS 2026. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2650343/saudi-arabia.
- Hameed, N. (2026). Saudi mango farm cuts irrigation by 50 percent with AI tech. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2651006/saudi-arabia.