Penjualan properti residensial Arab Saudi mencatat pertumbuhan positif pada Juni 2026. Jumlah transaksi meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara bulanan, transaksi penjualan hunian juga tumbuh 17 persen dibandingkan Mei 2026.
Real Estate General Authority atau REGA mencatat 19.844 transaksi penjualan properti residensial sepanjang Juni 2026. Sementara itu, transaksi properti nonresidensial mencapai 2.130 transaksi.
Data tersebut menunjukkan bahwa permintaan properti di Arab Saudi tetap kuat. Pertumbuhan tidak hanya terjadi pada sektor hunian, tetapi juga pada properti komersial dan ruang usaha.
Pasar Properti Arab Saudi Terus Bertumbuh
Transaksi properti nonresidensial meningkat 10 persen dibandingkan Mei 2026. Jumlahnya juga tumbuh 21 persen jika dibandingkan dengan Juni tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini memperlihatkan aktivitas bisnis yang semakin tinggi. Selain membutuhkan rumah, masyarakat dan pelaku usaha juga mencari ruang kantor, pertokoan, gudang, serta properti komersial lainnya.
Pemerintah Arab Saudi turut mendukung perkembangan pasar melalui berbagai kebijakan. Program tersebut mencakup perluasan kawasan hunian, peningkatan investasi swasta, penyederhanaan regulasi, dan penguatan transparansi pasar.
REGA juga mengembangkan platform indikator properti untuk menyediakan data harga dan transaksi. Platform tersebut memungkinkan masyarakat dan investor memantau kondisi pasar berdasarkan wilayah, jenis properti, serta periode transaksi.
Nilai Transaksi Residensial Mencapai SAR15,02 Miliar
Pertumbuhan jumlah penjualan juga diikuti kenaikan nilai transaksi secara bulanan. Nilai transaksi properti residensial mencapai sekitar 15,02 miliar riyal Saudi atau SAR15,02 miliar pada Juni 2026.
Nilai tersebut tumbuh 6 persen dibandingkan Mei 2026. Namun, secara tahunan, nilai transaksi properti residensial relatif stabil.
Di sisi lain, nilai transaksi properti nonresidensial mencapai SAR8,65 miliar. Nilainya meningkat 2 persen secara bulanan dan 24 persen dibandingkan Juni tahun sebelumnya.
Perbedaan antara pertumbuhan jumlah dan nilai transaksi menunjukkan perubahan komposisi pasar. Aktivitas jual beli meningkat, tetapi properti yang diperdagangkan tidak selalu memiliki harga rata-rata lebih tinggi.
Dengan demikian, pertumbuhan volume transaksi belum dapat langsung diartikan sebagai kenaikan harga properti secara keseluruhan.
Penjualan Vila Tumbuh 37 Persen
Berdasarkan jenis properti, apartemen tetap menjadi salah satu pilihan utama pembeli. Penjualan apartemen mencapai 4.499 unit sepanjang Juni 2026.
Jumlah tersebut naik 16 persen dibandingkan Mei. Namun, penjualan apartemen turun 1 persen jika dibandingkan dengan Juni tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan vila mencatat pertumbuhan lebih kuat. Sebanyak 1.793 transaksi vila berlangsung selama Juni 2026.
Penjualan vila meningkat 13 persen secara bulanan. Bahkan, jumlahnya melonjak 37 persen dibandingkan Juni 2025.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya minat terhadap hunian tapak. Vila biasanya menawarkan ruang lebih luas, privasi, dan fasilitas yang sesuai untuk keluarga.
Tanah Residensial Mendominasi Transaksi
Tanah residensial masih mendominasi penjualan properti residensial Arab Saudi. REGA mencatat 11.175 transaksi tanah hunian pada Juni 2026.
Jumlah tersebut meningkat 15 persen dibandingkan Mei. Secara tahunan, transaksi tanah residensial juga tumbuh 16 persen.
Meskipun jumlah transaksinya meningkat, nilai penjualan tanah mengalami penurunan secara bulanan. Total nilai transaksi tanah residensial tercatat sekitar SAR7,29 miliar atau setara dengan US$1,94 miliar.
Nilai tersebut turun 2 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, nilainya masih meningkat 4 persen dibandingkan Juni tahun lalu.
Kondisi ini dapat menunjukkan bahwa lebih banyak transaksi terjadi pada tanah berukuran kecil atau di lokasi dengan harga lebih terjangkau. Namun, perubahan nilai juga dapat dipengaruhi oleh lokasi, luas lahan, dan karakteristik setiap transaksi.
Nilai Rata-Rata Transaksi Menurun
Pertumbuhan jumlah penjualan belum diikuti kenaikan nilai rata-rata transaksi. Nilai rata-rata transaksi properti residensial turun menjadi SAR706.282.
Angka tersebut berkurang 1 persen dibandingkan Mei 2026. Secara tahunan, nilai rata-ratanya turun 7 persen.
Kondisi serupa terjadi pada properti nonresidensial. Nilai rata-rata transaksi properti nonresidensial berada di level SAR1,89 juta.
Rata-rata tersebut turun 11 persen secara bulanan dan 19 persen dibandingkan Juni tahun sebelumnya.
Penurunan nilai rata-rata tidak selalu berarti seluruh harga properti melemah. Tren tersebut dapat mencerminkan meningkatnya transaksi pada properti berharga lebih rendah.
Selain itu, perubahan jenis, ukuran, dan lokasi properti yang terjual dapat memengaruhi nilai rata-rata. Karena itu, data volume dan nilai transaksi perlu dibaca secara bersamaan.
Pasar Sewa Residensial Tumbuh 42 Persen
Selain pasar penjualan, sektor penyewaan properti Arab Saudi mencatat pertumbuhan tinggi. Jumlah kontrak sewa residensial mencapai 261.363 kontrak pada Juni 2026.
Jumlah tersebut naik 10 persen dibandingkan Mei. Secara tahunan, kontrak sewa residensial melonjak 42 persen.
Kontrak sewa nonresidensial mencapai 68.995 kontrak. Jumlahnya meningkat 13 persen secara bulanan dan 75 persen dibandingkan Juni tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, transaksi penyewaan residensial mencapai 291.401 transaksi. Adapun transaksi penyewaan nonresidensial tercatat sebanyak 97.959 transaksi.
Pertumbuhan kontrak menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap hunian sewa dan ruang komersial. Mobilitas tenaga kerja, pertumbuhan usaha, serta pembangunan proyek baru turut mendorong kebutuhan tersebut.
Nilai Sewa Nonresidensial Melonjak 150 Persen
Walaupun jumlah kontrak meningkat, nilai transaksi sewa residensial menunjukkan tren yang berbeda. Nilai sewa residensial mencapai SAR2,86 miliar pada Juni 2026.
Nilai tersebut meningkat 4 persen dibandingkan Mei. Namun, jika dihitung secara tahunan, nilainya turun 22 persen.
Sebaliknya, nilai transaksi sewa nonresidensial mengalami pertumbuhan signifikan. Nilainya mencapai SAR5,97 miliar.
Jumlah tersebut tumbuh 28 persen secara bulanan. Secara tahunan, nilai transaksi sewa nonresidensial melonjak 150 persen.
Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas pada pasar properti komersial. Meski demikian, nilai transaksi dapat dipengaruhi oleh beberapa kontrak berskala besar.
Riyadh Mendominasi Pasar Properti Arab Saudi
Riyadh menjadi wilayah dengan aktivitas penjualan properti tertinggi di Arab Saudi. Ibu kota kerajaan itu mencatat 5.437 transaksi penjualan.
Jumlah tersebut setara dengan 24,74 persen dari total transaksi penjualan properti secara nasional. Nilai transaksi di Riyadh mencapai SAR8,04 miliar.
Nilainya mewakili sekitar 33,97 persen dari seluruh nilai penjualan properti di Arab Saudi.
Riyadh juga memimpin pasar penyewaan. Wilayah tersebut mencatat 127.804 transaksi sewa dengan nilai mencapai SAR3,79 miliar.
Dominasi Riyadh berkaitan dengan posisinya sebagai pusat pemerintahan, investasi, dan bisnis. Selain itu, berbagai proyek infrastruktur terus meningkatkan kebutuhan terhadap hunian dan ruang komersial.
Saudi Vision 2030 Mendukung Sektor Properti
Pemerintah Arab Saudi menargetkan tingkat kepemilikan rumah mencapai 70 persen pada 2030. Target tersebut menjadi bagian penting dari agenda Saudi Vision 2030.
Program perumahan Arab Saudi berfokus pada peningkatan pasokan hunian, akses pembiayaan, dan keterjangkauan rumah. Pada 2025, tingkat kepemilikan rumah keluarga Saudi telah mencapai 66,24 persen. Angka itu melampaui target tahunan sebesar 65 persen.
Pencapaian tersebut memperlihatkan kemajuan program kepemilikan rumah. Namun, pemerintah tetap perlu menjaga keterjangkauan, terutama di kawasan dengan permintaan tinggi.
Peningkatan transparansi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan sektor properti. Data yang lebih terbuka dapat membantu konsumen, pengembang, dan investor membuat keputusan berdasarkan kondisi pasar.
Prospek Pasar Properti Arab Saudi
Data Juni 2026 menunjukkan bahwa pasar properti Arab Saudi masih menjaga momentum pertumbuhannya. Kenaikan transaksi terjadi pada penjualan hunian, properti nonresidensial, serta pasar penyewaan.
Penjualan vila dan tanah residensial mencatat pertumbuhan tinggi. Pada saat yang sama, Riyadh tetap menjadi pusat aktivitas properti terbesar di kerajaan.
Namun, penurunan nilai rata-rata transaksi perlu diperhatikan. Tren tersebut menunjukkan bahwa kenaikan volume belum selalu diikuti pertumbuhan nilai setiap properti.
Ke depan, perkembangan penjualan properti residensial Arab Saudi akan dipengaruhi oleh keterjangkauan harga, ketersediaan pembiayaan, pasokan hunian, dan keberlanjutan pembangunan.
Kebijakan peningkatan kepemilikan rumah, investasi swasta, serta transparansi pasar diperkirakan tetap menjadi faktor penting. Seluruh kebijakan tersebut juga mendukung target transformasi ekonomi Arab Saudi melalui Vision 2030.
REGA menyusun data penjualan berdasarkan catatan resmi Kementerian Kehakiman Arab Saudi dan Real Estate Registry. Sementara itu, data penyewaan bersumber dari platform Ejar yang mendokumentasikan kontrak sewa di negara tersebut.
Referensi
- Arab News. 2026. Saudi Residential Sales Rise 18% Annually in June: REGA. Diterbitkan pada 16 Juli 2026.
- Real Estate General Authority. 2026. Real Estate Indicators. Platform resmi indikator harga, penjualan, dan penyewaan properti Arab Saudi.
- Saudi Vision 2030. 2026. Vision 2030 Annual Report 2025. Laporan perkembangan target kepemilikan rumah keluarga Saudi.