Gunung Abu Qubais merupakan salah satu gunung bersejarah di Kota Makkah, Arab Saudi. Gunung yang juga dikenal sebagai Jabal Abu Qubais atau Jabal Abi Qubais ini berada sangat dekat dengan Masjidil Haram dan Bukit Safa.
Kedekatan tersebut membuat Gunung Abu Qubais menjadi bagian penting dari bentang alam dan sejarah Kota Makkah. Sejumlah riwayat juga menghubungkan gunung ini dengan Hajar Aswad, pembangunan Ka’bah, dan peristiwa penting dalam tradisi Islam.
Namun, Gunung Abu Qubais bukan destinasi pendakian umum seperti Jabal Nur atau Jabal Tsur. Pembangunan di sekitar Masjidil Haram telah mengubah sebagian besar kawasan gunung menjadi bagian dari wilayah perkotaan modern.
Meskipun demikian, jemaah tetap dapat mengenal sejarah Gunung Abu Qubais. Pengetahuan tersebut akan memperkaya perjalanan spiritual selama melaksanakan ibadah haji atau umrah di Tanah Suci.
Apa Itu Gunung Abu Qubais?
Gunung Abu Qubais adalah salah satu gunung yang berada di sekitar pusat Kota Makkah. Dalam beberapa sumber sejarah, gunung ini juga dikenal dengan nama Jabal al-Amin.
Gunung ini termasuk bagian dari jajaran pegunungan yang mengelilingi Makkah. Secara geografis, Kota Makkah berada di wilayah lembah berbatu yang dikelilingi gunung dan perbukitan.
Saudipedia mencatat bahwa Gunung Abu Qubais memiliki ketinggian sekitar 372 meter. Gunung tersebut berada di sebelah timur Masjidil Haram dan menjadi salah satu gunung terdekat dengan Ka’bah.
Nama Gunung Abu Qubais juga telah dikenal sejak masa sebelum Islam. Karena itu, keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan sejarah Islam, tetapi juga dengan perkembangan awal permukiman di Kota Makkah.
Lokasi Gunung Abu Qubais di Makkah
Gunung Abu Qubais berada di sisi timur hingga tenggara Masjidil Haram. Lokasinya berdekatan dengan Bukit Safa, yaitu tempat jemaah memulai pelaksanaan sai.
Bukit Safa disebut berada di bagian bawah kawasan Gunung Abu Qubais. Sementara itu, Bukit Marwah berada di sisi lainnya dari kawasan Masjidil Haram. Hubungan geografis ini memperlihatkan bahwa bentang alam Makkah berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
Akan tetapi, pengunjung mungkin tidak lagi dapat melihat bentuk Gunung Abu Qubais secara utuh. Pembangunan hotel, jalan, kompleks pemerintahan, dan perluasan fasilitas Masjidil Haram telah mengubah penampilan kawasan tersebut.
Saat ini, Gunung Abu Qubais lebih tepat dipahami sebagai bagian dari kawasan sejarah perkotaan di sekitar Masjidil Haram.
Hubungan Gunung Abu Qubais dengan Bukit Safa
Bukit Safa memiliki kedudukan penting dalam pelaksanaan sai. Jemaah memulai perjalanan dari Safa menuju Marwah dan menyelesaikan tujuh kali perjalanan di antara kedua bukit tersebut.
Ibadah sai mengenang perjuangan Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Dalam peristiwa tersebut, Hajar berlari antara Bukit Safa dan Marwah sebelum Allah SWT menghadirkan air Zamzam.
Secara geografis, Saudipedia menjelaskan bahwa Safa berada di bagian bawah Gunung Abu Qubais. Lokasinya berada di sisi timur Masjidil Haram, dekat pintu yang dikenal sebagai Bab al-Safa atau Pintu Safa.
Hubungan tersebut menunjukkan bahwa Gunung Abu Qubais merupakan bagian dari lanskap yang mengelilingi tempat pelaksanaan sai. Namun, jemaah tidak perlu mendaki gunung tersebut ketika melakukan ibadah.
Mengetahui hubungan antara Gunung Abu Qubais dan Bukit Safa dapat membantu jemaah memahami kondisi geografis Makkah pada masa lalu.
Kisah Hajar Aswad di Gunung Abu Qubais
Salah satu riwayat yang paling sering dikaitkan dengan Gunung Abu Qubais adalah kisah Hajar Aswad.
Hajar Aswad merupakan batu yang ditempatkan di sudut timur Ka’bah. Batu tersebut menjadi penanda awal dan akhir setiap putaran tawaf.
Dalam tradisi sejarah Islam yang dihimpun Saudipedia, Malaikat Jibril disebut menempatkan Hajar Aswad di Gunung Abu Qubais pada masa Nabi Nuh AS. Ketika Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS membangun Ka’bah, batu tersebut kemudian dibawa dari Gunung Abu Qubais dan ditempatkan pada bangunan Ka’bah.
Riwayat tersebut membuat Gunung Abu Qubais dikenal sebagai gunung yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Hajar Aswad.
Meskipun demikian, pembaca perlu membedakan antara informasi geografis dan riwayat keagamaan. Kisah penyimpanan Hajar Aswad merupakan bagian dari tradisi sejarah Islam yang diwariskan melalui literatur keagamaan. Kisah tersebut bukan temuan arkeologis yang dapat diuji secara langsung.
Sikap hati-hati ini penting agar pembahasan mengenai sejarah Islam tetap informatif dan tidak berlebihan dalam menyampaikan klaim.
Tradisi tentang Peristiwa Terbelahnya Bulan
Gunung Abu Qubais juga sering dikaitkan dengan peristiwa terbelahnya bulan atau shaqq al-qamar.
Al-Qur’an menyebut peristiwa tersebut dalam Surah Al-Qamar ayat 1. Dalam terjemahan Kementerian Agama Republik Indonesia, ayat tersebut menerangkan bahwa Hari Kiamat semakin dekat dan bulan terbelah.
Dalam sejumlah cerita yang berkembang di tengah masyarakat, Gunung Abu Qubais disebut sebagai salah satu tempat masyarakat Makkah menyaksikan peristiwa tersebut.
Namun, informasi yang menetapkan puncak Gunung Abu Qubais sebagai lokasi pasti pengamatan perlu disampaikan secara hati-hati. Keterangan itu lebih banyak berkembang dalam tradisi dan literatur sejarah daripada catatan geografis yang terperinci.
Oleh karena itu, penjelasan yang lebih tepat adalah bahwa Gunung Abu Qubais secara tradisional dikaitkan dengan peristiwa terbelahnya bulan. Artikel wisata sejarah sebaiknya tidak menyatakan bahwa peristiwa tersebut secara pasti berlangsung di puncak gunung.
Perubahan Wajah Gunung Abu Qubais
Perkembangan Kota Makkah telah mengubah penampilan kawasan Gunung Abu Qubais.
Dahulu, gunung tersebut menjadi bagian yang terlihat jelas dari bentang alam di sekitar Ka’bah. Kini, sebagian wilayahnya telah menyatu dengan bangunan, jalan, hotel, dan fasilitas modern di pusat kota.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari perkembangan Makkah sebagai kota yang melayani jemaah dari berbagai negara. Perluasan fasilitas diperlukan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kapasitas pelayanan di sekitar Masjidil Haram.
Karena pembangunan itu, Gunung Abu Qubais berbeda dari Jabal Nur dan Jabal Tsur. Kedua gunung tersebut masih dikenal sebagai lokasi kunjungan tersendiri, sedangkan Abu Qubais telah menjadi bagian dari kawasan perkotaan.
Jemaah juga tidak dianjurkan memaksakan diri mencari jalur pendakian. Sebagian kawasan dapat menjadi wilayah terbatas atau tidak disediakan untuk kunjungan wisata.
Apakah Gunung Abu Qubais Bisa Dikunjungi?
Gunung Abu Qubais tidak dikenal sebagai destinasi pendakian resmi bagi jemaah haji dan umrah.
Jemaah dapat mengenali kawasan gunung dari sekitar Bukit Safa atau sisi timur Masjidil Haram. Pemandu resmi biasanya dapat menunjukkan perkiraan posisi gunung sekaligus menjelaskan sejarahnya.
Kunjungan ke kawasan Gunung Abu Qubais juga tidak termasuk dalam rangkaian utama ibadah haji dan umrah. Oleh karena itu, jemaah tidak perlu menjadikannya sebagai tujuan yang harus didatangi.
Selain itu, tidak ada ritual khusus yang harus dilakukan di gunung tersebut. Mengenal Gunung Abu Qubais sebaiknya ditempatkan sebagai kegiatan edukasi sejarah, bukan sebagai upaya mencari keutamaan ibadah tertentu.
Prioritas jemaah tetap pada pelaksanaan ibadah secara tertib, aman, dan sesuai dengan tuntunan.
Tips Mengenali Gunung Abu Qubais
Jemaah yang ingin mempelajari Gunung Abu Qubais dapat memperhatikan beberapa tips berikut.
1. Bertanya kepada pembimbing resmi
Mintalah penjelasan dari pembimbing ibadah, petugas haji, atau pemandu resmi. Mereka dapat membantu menunjukkan posisi Gunung Abu Qubais tanpa membawa jemaah memasuki kawasan yang sulit dijangkau.
2. Gunakan sumber sejarah tepercaya
Gunakan buku sejarah, peta resmi, atau situs lembaga yang kredibel. Jangan hanya mengandalkan video media sosial karena nama gunung di sekitar Makkah terkadang tertukar.
3. Jangan mengganggu jadwal ibadah
Pelajari kawasan Gunung Abu Qubais setelah rangkaian ibadah selesai. Hindari berjalan-jalan pada waktu menjelang salat wajib karena kawasan Masjidil Haram biasanya sangat padat.
4. Perhatikan kondisi cuaca
Makkah memiliki cuaca panas dan kering. Jemaah perlu membawa air minum, menggunakan pelindung kepala, dan menghindari aktivitas luar ruangan yang berlebihan.
5. Patuhi aturan setempat
Jangan memasuki wilayah tertutup atau memaksakan diri mendaki kawasan yang tidak disediakan untuk pengunjung. Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama.
6. Hormati kesakralan kawasan
Gunakan pakaian yang sopan, jaga kebersihan, dan hindari membuat konten yang mengganggu jemaah lain.
Destinasi Sejarah Lain di Sekitar Makkah
Setelah mengenal Gunung Abu Qubais, jemaah dapat mempelajari beberapa tempat bersejarah lain di sekitar Makkah.
Salah satunya adalah Jabal Nur yang dikenal karena keberadaan Gua Hira. Dalam tradisi Islam, tempat tersebut berkaitan dengan penerimaan wahyu pertama oleh Nabi Muhammad SAW.
Jemaah juga dapat mengenal Jabal Tsur yang berkaitan dengan perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq menuju Madinah.
Selain itu, terdapat kawasan Hudaibiyah, Masjid Tan’im, Arafah, Mina, Muzdalifah, dan Jabal Rahmah. Masing-masing tempat memiliki sejarah dan kedudukan yang berbeda.
Namun, jemaah perlu menyesuaikan kunjungan dengan kondisi fisik dan jadwal ibadah. Mengunjungi tempat bersejarah merupakan kegiatan tambahan, bukan pengganti pelaksanaan ibadah utama.
Menjaga Sejarah di Tengah Modernisasi Makkah
Gunung Abu Qubais memperlihatkan hubungan erat antara alam, sejarah, dan perkembangan Kota Makkah.
Meskipun bentuk alaminya tidak lagi terlihat secara utuh, gunung tersebut tetap menjadi bagian penting dari ingatan sejarah masyarakat Muslim. Lokasinya yang berdekatan dengan Masjidil Haram dan Bukit Safa memperkuat kedudukannya dalam lanskap Kota Suci.
Riwayat mengenai Hajar Aswad juga membuat Gunung Abu Qubais sering dibahas dalam literatur sejarah Makkah. Namun, setiap kisah perlu dipahami sesuai jenis sumbernya.
Fakta geografis, catatan sejarah, dan tradisi keagamaan tidak selalu memiliki tingkat pembuktian yang sama. Karena itu, pembaca perlu mempelajarinya secara kritis dan proporsional.
Kesimpulan
Gunung Abu Qubais merupakan gunung bersejarah yang terletak di dekat Masjidil Haram, Makkah. Gunung ini berada di sekitar Bukit Safa dan memiliki hubungan penting dengan bentang alam Kota Makkah.
Sejumlah tradisi Islam menghubungkan Gunung Abu Qubais dengan Hajar Aswad dan peristiwa terbelahnya bulan. Namun, beberapa kisah tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari riwayat dan literatur keagamaan.
Saat ini, Gunung Abu Qubais tidak menjadi destinasi pendakian umum. Jemaah dapat mengenali kawasan tersebut dari sekitar Masjidil Haram sambil mempelajari sejarahnya melalui sumber yang dapat dipercaya.
Dengan pendekatan yang tepat, Gunung Abu Qubais dapat memperkaya pemahaman jemaah mengenai sejarah Makkah. Perjalanan ke Tanah Suci pun tidak hanya memberikan pengalaman ibadah, tetapi juga membuka wawasan tentang perkembangan Kota Makkah dari masa ke masa.
Referensi
- Saudipedia. “Geography of Makkah Al-Mukarramah City.”
- Saudipedia. “List of Eight Islamic Historical Sites in Makkah Al-Mukarramah.”
- Saudipedia. “Makkah Al-Mukarramah City.”
- Saudipedia. “Safa and Marwa.”
- Saudipedia. “The Black Stone.”
- Saudipedia. “Zamzam Well.”
- Kementerian Agama Republik Indonesia. “Al-Qur’an dan Terjemahannya, Surah Al-Qamar Ayat 1.”
- Badan Pengelola Keuangan Haji. “Mengenal Jabal Abu Qubais dan Fakta Menariknya.”
- Al-Azraqi, Muhammad ibn Abdullah. Akhbar Makkah wa Ma Ja’a Fiha min al-Athar.
- Al-Fakihi, Muhammad ibn Ishaq. Akhbar Makkah fi Qadim al-Dahr wa Hadithihi.