Saudi Water Company Dapat 5 Penghargaan Internasional pada Asian Water Awards 4e-4 and Asian Power Awards 2026 di Kuala Lumpur (Sumber: Arab News)
Saudi Water Authority (SWA) meraih lima penghargaan internasional berkat inovasi di bidang teknologi air, efisiensi energi, dan pemanfaatan kembali sumber daya dari limbah desalinasi. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Asian Water Awards ke-4 dan Asian Power Awards 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.
Prestasi ini menegaskan upaya Arab Saudi dalam mengembangkan teknologi pengelolaan air yang lebih efisien dan berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi air bersih, inovasi yang dikembangkan juga berfokus pada penghematan energi serta pemulihan material bernilai ekonomi dari sisa proses desalinasi.
Melalui lembaga penelitian dan pusat inovasinya, SWA berupaya mengubah hasil riset menjadi teknologi yang dapat diterapkan dalam skala industri. Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan Arab Saudi untuk memperkuat ketahanan air di tengah kondisi geografis yang kering dan tingginya ketergantungan pada teknologi desalinasi.
Lima Penghargaan Internasional untuk Inovasi Teknologi Air
Penghargaan yang diterima SWA mencakup pengembangan teknologi air minum, riset dan pengembangan teknologi air, ekonomi sirkular, pusat inovasi air, serta kolaborasi inovasi. Pengakuan ini diberikan kepada proyek-proyek yang melibatkan Water Technologies Innovation and Advanced Research Institute (Watira), Saudi Water Innovation Center (SWIC), dan Water Oasis.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sektor air tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas produksi. Penelitian, pengembangan teknologi, penguatan ekosistem inovasi, dan pemanfaatan sumber daya secara optimal juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan keberlanjutan sektor tersebut.
1. Teknologi Nanoteknologi untuk Meningkatkan Kualitas Air Minum
Salah satu penghargaan utama diberikan untuk inovasi yang memperkaya air minum dengan magnesium yang diekstraksi dari air laut menggunakan teknologi nanoteknologi. Proyek ini meraih kategori Innovation of the Year atau Inovasi Tahun Ini.
Teknologi tersebut diterapkan dalam skala besar untuk pertama kalinya di dunia pada Shuaibah Production System Fase IV. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi mencapai 400.000 meter kubik air per hari dan melayani lebih dari 1,3 juta orang.
Penerapan teknologi tersebut menjadi contoh bagaimana riset dapat dikembangkan menjadi solusi operasional untuk mendukung penyediaan air minum. Selain meningkatkan nilai guna air hasil desalinasi, inovasi ini memperlihatkan potensi teknologi canggih dalam mendukung pengembangan infrastruktur air bersih.
2. Produksi Disinfektan dan Hidrogen dengan Konsumsi Energi Lebih Rendah
Penghargaan berikutnya diberikan dalam kategori keunggulan teknologi air untuk penelitian dan pengembangan (Excellence in Water Technology – Research and Development).
Proyek yang mendapat pengakuan tersebut mengembangkan sistem terpadu untuk menghasilkan natrium hipoklorit dan hidrogen berkadar kemurnian tinggi dari air garam pekat sisa proses desalinasi atau brine.
Natrium hipoklorit digunakan sebagai bahan disinfeksi dalam pengolahan air. Sementara itu, hidrogen memiliki potensi pemanfaatan dalam berbagai aplikasi industri dan energi, bergantung pada spesifikasi serta kebutuhan penggunaannya.
Keunggulan utama sistem ini adalah kemampuannya mengurangi konsumsi energi hingga 25 persen dibandingkan sistem konvensional. Dengan demikian, teknologi tersebut menawarkan pendekatan yang menggabungkan efisiensi operasional, pengolahan air, dan pemanfaatan produk sampingan desalinasi.
3. Limbah Desalinasi Diubah Menjadi Material Bernilai Ekonomi
SWA juga memperoleh penghargaan Leadership in the Circular Economy atau Kepemimpinan dalam Ekonomi Sirkular. Penghargaan ini diberikan atas proyek percontohan yang mengekstraksi rubidium klorida dari limbah desalinasi melalui teknologi pemisahan dan filtrasi canggih.
Proyek tersebut mencatat tingkat pemulihan material sebesar 89,02 persen, dengan tingkat kemurnian mencapai 99,984 persen. Produksi tahunannya diperkirakan sebesar 17,95 kilogram.
Dari sisi ekonomi, nilai kini bersih (net present value) proyek ini diproyeksikan mencapai sekitar 831.000 dolar AS selama periode 10 tahun. Angka tersebut menunjukkan potensi ekonomi yang dapat dikaji dari pemanfaatan material yang sebelumnya terkandung dalam limbah proses industri.
Pendekatan ini penting karena pengelolaan limbah desalinasi tidak harus berhenti pada penanganan residu. Dengan teknologi yang tepat, sebagian material di dalamnya dapat dipulihkan untuk memperoleh nilai tambah. Meski demikian, manfaat ekonomi dan lingkungan jangka panjang tetap perlu mempertimbangkan biaya operasional, kebutuhan energi, serta pengelolaan residu yang tersisa.
Bagi Arab Saudi, inovasi ini juga relevan dengan penerapan ekonomi sirkular, yakni pendekatan yang berupaya memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dan mengurangi material yang terbuang.
4. Water Oasis di Rabigh Diakui sebagai Pusat Inovasi Air
Penghargaan Water Innovation Centre of the Year diberikan kepada Water Oasis yang berlokasi di Rabigh, Arab Saudi.
Fasilitas ini mencakup area lebih dari 33.000 meter persegi dan memiliki lebih dari 23 laboratorium canggih serta fasilitas percontohan berskala besar. Infrastruktur tersebut digunakan untuk menguji teknologi air dan mengembangkan penerapannya sebelum diimplementasikan lebih luas.
Water Oasis juga tercatat dalam Guinness World Records sebagai oasis inovasi air terbesar di dunia. Keberadaan fasilitas ini menyediakan ruang bagi para peneliti dan pengembang untuk menguji solusi teknologi, mengevaluasi kinerja, serta menjembatani penelitian dengan kebutuhan operasional sektor air.
Dengan dukungan fasilitas penelitian dan pengujian tersebut, Arab Saudi berpeluang mempercepat pengembangan teknologi pengolahan air yang sesuai dengan tantangan lingkungan setempat. Pada saat yang sama, pusat inovasi seperti ini dapat membantu memperkuat kolaborasi antara peneliti, industri, dan pengembang teknologi.
5. Waterthon Mendorong Kolaborasi dan Lahirnya Inovasi Baru
Penghargaan kelima, Collaborative Water Initiative of the Year, diberikan kepada Saudi Water Innovation Center melalui inisiatif Waterthon, yang juga disebut Miyahthon dalam pemberitaan terkait.
Program ini berhasil menarik lebih dari 1.300 peserta dan menghasilkan lebih dari 766 ide inovasi. Pelaksanaannya didukung oleh lebih dari 30 mentor, 10 juri, serta perwakilan dari lima universitas.
Partisipasi tersebut memperlihatkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mencari solusi bagi tantangan sektor air. Kolaborasi antara akademisi, inovator, dan pelaku industri dapat membantu menghasilkan gagasan yang lebih beragam sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi baru.
Saudi Water Innovation Center juga telah mendukung pembentukan 43 perusahaan rintisan di sektor air dan menerima lebih dari 400 gagasan inovasi dari lebih dari 15 negara. Selain itu, pusat tersebut telah meluncurkan tiga inkubator khusus melalui kemitraan dengan National Water Company, National Center for Water Efficiency and Conservation, serta General Organization for Irrigation.
Inisiatif tersebut memperkuat ekosistem inovasi dengan menyediakan jalur bagi gagasan baru untuk dikembangkan menjadi solusi yang berpotensi diterapkan secara komersial maupun operasional.
Inovasi Air dan Energi Mendukung Visi Arab Saudi
Lima penghargaan internasional tersebut memperlihatkan pendekatan SWA dalam mengembangkan sektor air melalui riset, penerapan teknologi, dan kolaborasi. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan produksi air bersih, tetapi juga pada efisiensi energi dan pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya terbuang.
Di negara dengan sumber daya air tawar alami yang terbatas, desalinasi memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan berbagai sektor ekonomi. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi proses desalinasi menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung ketahanan air jangka panjang.
Di sisi lain, pemulihan material dari limbah desalinasi membuka peluang untuk mengurangi pemborosan sumber daya sekaligus menciptakan nilai ekonomi tambahan. Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, pendekatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun industri.
Keberhasilan ini juga mencerminkan pentingnya investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi. Melalui fasilitas riset, inkubator inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, Arab Saudi berupaya memperkuat kapasitas inovasi nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan Saudi Vision 2030.
Baca juga: Arab Saudi Perkuat Industri Desalinasi dengan Teknologi Lokal Pertama di Dunia
Referensi:
- Arab News. (2026). Saudi Water Authority wins 5 international awards for water and energy innovation. Diambil dari https://www.arabnews.com/saudi-arabia/saudi-water-authority-wins-5-international-awards-for-water-and-energy-innovation-3007044.
- SPA. (2026). Saudi Water Authority Wins Five Global Awards for Innovative Water and Energy Projects. Diambil dari https://www.spa.gov.sa/en/N2704536.
- Nair, A. (2026). Saudi Water Authority wins five international awards for innovation. Diambil dari https://www.gccbusinessnews.com/saudi-water-authority-wins-5-awards/.