Ilustrasi Instalasi Energi Terbarukan di Arab Saudi (Sumber: Green Tech News Middle East)
Arab Saudi mencatat perkembangan besar dalam transformasi sektor energinya. Sepanjang 2025, kapasitas energi terbarukan yang telah beroperasi di Kerajaan meningkat 88% dibandingkan tahun sebelumnya dan mencapai 12.313 megawatt (MW) pada akhir tahun.
Lonjakan tersebut menjadi salah satu indikator penting bahwa transformasi energi Arab Saudi mulai memasuki tahap implementasi yang lebih luas. Perkembangan ini juga memperlihatkan bagaimana energi surya dan sumber energi bersih lainnya semakin mendapat tempat dalam sistem kelistrikan nasional.
Data tersebut berasal dari laporan statistik energi terbarukan yang diterbitkan General Authority for Statistics (GASTAT) melalui inisiatif statistik nasional Raqam Saudi atau Saudi Number.
Lima proyek surya mendorong lonjakan kapasitas
Pertumbuhan sebesar 88% tersebut terutama berasal dari pengoperasian lima proyek energi surya baru sepanjang 2025. Kelima proyek itu memiliki kapasitas gabungan mencapai 5.762 MW.
Dengan tambahan tersebut, jumlah proyek energi terbarukan yang telah beroperasi di Arab Saudi mencapai 15 proyek hingga akhir 2025. Artinya, ekspansi tidak hanya terjadi dalam bentuk rencana pembangunan, tetapi sudah mulai menghasilkan kapasitas listrik yang beroperasi secara nyata.
Dari sisi investasi, nilai kumulatif proyek energi terbarukan yang telah beroperasi mencapai sekitar SAR 36,11 miliar. Sementara itu, proyek-proyek yang mulai beroperasi selama 2025 menyumbang investasi sekitar SAR 16,27 miliar.
Besarnya investasi tersebut menunjukkan bahwa transisi energi Arab Saudi semakin menarik bagi pengembang dan investor di sektor energi bersih.
Biaya produksi listrik terbarukan semakin kompetitif
Selain pertumbuhan kapasitas, perkembangan lain yang menarik adalah biaya produksi listrik dari proyek energi terbarukan.
Pada 2025, rata-rata tertimbang biaya produksi proyek energi terbarukan yang telah beroperasi tercatat sekitar 6,60 halalah per kWh. Proyek Al Henakiyah (1) memiliki biaya rata-rata terendah, yakni sekitar 6,30 halalah per kWh, disusul Al-Rass (2) sebesar 6,34 halalah per kWh. (1 halalah = 0.01 SAR)
Angka tersebut penting karena daya saing biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memperluas energi surya dan angin. Semakin kompetitif biaya pembangkitan, semakin besar peluang energi terbarukan untuk menjadi bagian penting dari sistem kelistrikan Arab Saudi.
Target energi terbarukan 50% pada 2030
Lonjakan pada 2025 tidak berdiri sendiri. Perkembangan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Arab Saudi melalui National Renewable Energy Program (NREP) dan agenda Saudi Vision 2030.
Kerajaan menargetkan energi terbarukan menyumbang sekitar 50% dari bauran pembangkitan listrik pada 2030. Untuk mencapainya, Arab Saudi perlu terus meningkatkan kapasitas pembangkit surya dan angin dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut analisis yang dikutip Leaders-MENA, kebutuhan kapasitas terpasang untuk mendukung target tersebut berada pada kisaran 100–130 GW. Sementara itu, rencana nasional menempatkan target kapasitas energi terbarukan hingga sekitar 130 GW pada 2030.
Dengan demikian, kapasitas 12.313 MW pada akhir 2025 masih merupakan tahap awal jika dibandingkan dengan skala ambisi yang ingin dicapai Kerajaan Arab Saudi.
Dari proyek energi menuju industri baru
Transformasi tersebut juga membawa perubahan yang lebih luas terhadap perekonomian Arab Saudi. Menurut Asharq Al-Awsat, sektor energi terbarukan kini mulai bergerak dari fase peluncuran berbagai inisiatif menuju fase ekspansi dan operasi berskala besar.
Perubahan ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan pembangkit listrik. Arab Saudi juga berupaya membangun ekosistem industri yang mendukung sektor energi bersih.
Ekosistem tersebut mencakup manufaktur komponen, pengembangan teknologi, penyimpanan energi, hidrogen hijau, serta peningkatan kemampuan tenaga kerja lokal.
Langkah tersebut penting karena ekspansi energi terbarukan dalam skala besar membutuhkan rantai pasok yang kuat. Dengan meningkatkan produksi komponen di dalam negeri, Arab Saudi dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.
Tenaga surya, angin, dan hidrogen hijau
Energi surya menjadi salah satu penggerak utama ekspansi energi terbarukan Arab Saudi. Namun, strategi Kerajaan tidak berhenti pada tenaga surya.
Proyek energi angin juga menjadi bagian dari transformasi tersebut. Salah satu proyek yang telah beroperasi adalah Dumat Al Jandal Wind Farm dengan kapasitas 400 MW. Sementara itu, proyek surya seperti Sakaka dan Sudair menjadi bagian dari perkembangan pembangkit listrik tenaga surya berskala besar.
Di sisi lain, Arab Saudi juga mengembangkan hidrogen hijau. Salah satu proyek strategis berada di kawasan Oxagon, NEOM, yang diarahkan untuk menghasilkan energi bersih dan produk turunannya untuk pasar internasional.
Karena itu, transformasi energi Arab Saudi sebenarnya tidak hanya mengenai pergantian sumber listrik. Kerajaan sedang membangun ekosistem energi baru yang menghubungkan listrik terbarukan, industri, teknologi, ekspor, dan tenaga kerja.
Peran investasi dan sektor swasta semakin penting
Skala pengembangan yang sangat besar membuat keterlibatan pemerintah saja tidak cukup. Asharq Al-Awsat menilai partisipasi perusahaan lokal dan internasional akan semakin penting untuk mencapai target energi terbarukan Arab Saudi.
Kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dapat membuka akses terhadap modal, teknologi, keahlian teknis, serta jaringan rantai pasok global.
Pada saat yang sama, Public Investment Fund (PIF) menjadi salah satu penggerak penting dalam pengembangan proyek energi berskala besar. Pengembang seperti ACWA Power juga memainkan peran penting dalam pembangunan proyek energi terbarukan di Kerajaan.
Peluang baru bagi tenaga kerja Saudi
Pertumbuhan energi terbarukan juga menciptakan kebutuhan terhadap tenaga profesional dengan keterampilan baru.
Pengembangan proyek surya, angin, hidrogen hijau, dan penyimpanan energi membutuhkan teknisi, insinyur, operator, serta tenaga ahli dalam bidang teknologi dan pemeliharaan.
Karena itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari strategi energi baru Arab Saudi. Program pelatihan semakin diarahkan pada kebutuhan proyek nyata dan standar industri internasional.
Langkah ini sekaligus mendukung agenda diversifikasi ekonomi Vision 2030. Energi terbarukan tidak hanya diharapkan menghasilkan listrik yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan sektor ekonomi baru.
2025 menjadi titik penting transformasi energi Arab Saudi
Lonjakan kapasitas sebesar 88% pada 2025 menunjukkan bahwa transisi energi Arab Saudi mulai memasuki fase yang lebih konkret. Kapasitas operasional mencapai 12.313 MW, jumlah proyek meningkat menjadi 15, dan investasi kumulatif telah mencapai sekitar SAR 36,11 miliar.
Namun, perjalanan menuju target 50% energi terbarukan pada 2030 masih panjang. Arab Saudi perlu mempertahankan kecepatan pembangunan, memperluas investasi, memperkuat jaringan listrik, serta mengembangkan industri dan tenaga kerja lokal.
Jika momentum tersebut dapat dipertahankan, dekade ini berpotensi menjadi periode penting dalam perubahan struktur energi Arab Saudi. Negara yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia kini juga sedang membangun posisi sebagai pemain utama dalam energi surya, energi angin, hidrogen hijau, dan teknologi energi bersih.
Baca juga: Transformasi Listrik di Arab Saudi: Dari Dua Generator ke Era Energi Terbarukan
Referensi:
- Ghandour, A. (2026). Saudi Arabia’s Renewable Energy Leap: 88% Capacity Surge in 2025. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/saudi-arabias-renewable-energy-leap-88-capacity-surge-in-2025/.
- Saudi Gazette. (2026). Saudi renewable energy capacity jumps 88% to 12,313 MW in 2025. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/663525/saudi-arabia/saudi-renewable-energy-capacity-jumps-88-to-12313-mw-in-2025.
- Asharq Al-Awsat. (2026). Â Saudi Renewable Energy Moves from Initiatives to Expansion. Diambil dari https://english.aawsat.com/business/5316308-saudi-renewable-energy-moves-initiatives-expansion.