Radio pada masa pemerintahan Raja Abdulaziz merujuk pada sarana siaran audio yang didirikan pada era kepemimpinannya. Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud meletakkan dasar dan aturan penting bagi pembentukan sistem penyiaran perdana tersebut. Langkah ini diwujudkan melalui penerbitan Dekret Kerajaan pada tanggal 18 Juli 1949. Dekret tersebut secara resmi menetapkan keberadaan sistem radio di Kerajaan Arab Saudi.
Kebijakan ini juga memuat rincian tugas serta kewajiban terkait operasional penyiaran. Kota Jeddah kemudian ditetapkan sebagai kantor pusat resmi pertama untuk penyiaran radio di Arab Saudi.
Kerja Sama Internasional di Balik Lahirnya Radio Pertama Saudi
Pendirian sistem penyiaran radio pertama di Arab Saudi bermula pada masa pemerintahan Raja Abdulaziz. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah Saudi mengambil langkah resmi pada tanggal 11 Mei 1949. Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan di Kedutaan Besar Saudi di Kairo. Mitra yang digandeng merupakan perusahaan afiliasi dari International Arab Television and Telegraph Company.
Kontrak ini bertujuan untuk memasang sekaligus mengelola stasiun radio nirkabel di Jeddah. Fasilitas penyiaran ini disiapkan guna menyiarkan program keagamaan dan kebudayaan dalam bahasa Arab.
Keberhasilan di Jeddah dan Kendala Teknis Studio Makkah
Peralatan penyiaran telah dikirimkan terlebih dahulu sebelum penandatanganan kontrak dilakukan. Pengerjaan proyek radio Saudi di Jeddah kemudian resmi dimulai seminggu setelah kesepakatan tersebut. Di dalam kontrak, pekerjaan konstruksi ditetapkan harus rampung seutuhnya pada tanggal 15 Juli 1949. Tepat pada tanggal yang telah dijadwalkan, program uji coba pertama berhasil mengudara dari studio Jeddah.
Keberhasilan uji coba tersebut menandai babak baru dalam sejarah penyiaran di Arab Saudi. Di sisi lain, siaran dari studio Makkah Al-Mukarramah sempat tertunda akibat kendala teknis.
Pidato Bersejarah Raja Abdulaziz Mengudara untuk Jemaah Haji
Stasiun radio pertama di Arab Saudi resmi diluncurkan di Kota Jeddah. Siaran regulernya mulai mengudara tepat pada Hari Arafah, 1 Oktober 1949.
Siaran bersejarah tersebut memuat pidato kenegaraan dari Raja Abdulaziz. Pidato tersebut disampaikan atas nama beliau oleh putranya, Pangeran Faisal, yang kelak menjadi Raja. Isinya berupa ucapan selamat menunaikan ibadah haji sekaligus sambutan hangat bagi para jemaah di Makkah Al-Mukarramah.
Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Desa Al-Ain, Warisan Kehidupan Agraris Kuno Madinah
Sumber: Saudipedia. (27 Agustus 2026). Radio during the reign of King Abdulaziz. Saudipedia. Diakses 9 September 2026, dari https://saudipedia.com/en/radio-during-the-reign-of-king-abdulaziz