Unta di Tengah Gurun Arab Saudi (Sumber: Science News)
Selama berabad-abad, unta dikenal sebagai salah satu hewan yang paling mampu bertahan di lingkungan gurun. Kemampuannya berjalan jauh, menghadapi panas ekstrem, serta bertahan dalam kondisi kekurangan air membuat unta sering disebut sebagai “kapal gurun”.
Namun, ada satu anggapan yang sangat populer tentang hewan ini: unta menyimpan air di dalam punuknya.
Anggapan tersebut ternyata keliru.
Punuk unta bukanlah tangki air. Bagian khas pada punggung hewan ini justru berfungsi sebagai tempat penyimpanan lemak, yang kemudian dapat digunakan sebagai sumber energi ketika makanan sulit ditemukan.
Punuk Unta Bukan Tangki Air
Kesalahpahaman tentang punuk unta cukup mudah dipahami. Unta hidup di wilayah yang kering dan dapat bertahan dalam kondisi kekurangan air. Karena itu, banyak orang membayangkan bahwa hewan tersebut memiliki semacam “tangki air” di punggungnya.
Faktanya berbeda.
Menurut WWF, lemak yang tersimpan di punuk menyediakan cadangan energi bagi unta. Ketika makanan sulit diperoleh, tubuh dapat memanfaatkan cadangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan energinya. Britannica juga menjelaskan bahwa jaringan lemak pada punuk merupakan sumber nutrisi ketika persediaan makanan terbatas.
Jadi, semakin tepat jika punuk unta dipahami sebagai “gudang energi”, bukan gudang air.
Mengapa Lemak Disimpan di Punuk?
Cara unta menyimpan lemak juga menjadi bagian menarik dari adaptasinya terhadap lingkungan ekstrem.
Pada banyak mamalia, lemak dapat tersebar di berbagai bagian tubuh. Namun, pada unta, sebagian besar cadangan lemak terkonsentrasi di punuk. Pola ini membantu unta menyimpan energi tanpa menempatkan lapisan lemak tebal di seluruh tubuhnya.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kemampuan unta menghadapi panas. WWF menjelaskan bahwa penyimpanan lemak pada punuk membantu unta menghemat air dan beradaptasi dengan lingkungan yang sangat kering.
Ketika cadangan makanan berkurang, lemak pada punuk akan digunakan. Karena itu, ukuran dan bentuk punuk dapat berubah sesuai dengan kondisi nutrisi unta. Cleveland Zoological Society mencatat bahwa punuk dapat menjadi lebih kecil ketika cadangan lemak berkurang.
Lalu, Bagaimana Unta Bisa Bertahan Tanpa Banyak Air?
Jika punuk tidak menyimpan air, lalu bagaimana unta mampu bertahan dalam kondisi gurun?
Jawabannya terletak pada serangkaian adaptasi biologis, bukan pada satu organ tertentu.
Unta sangat efisien dalam menghemat air. WWF menyebutkan bahwa unta dapat bertahan sekitar satu minggu tanpa air dan mampu memanfaatkan vegetasi keras yang tersedia di lingkungan kering. Hewan ini juga kehilangan lebih sedikit air melalui keringat dibandingkan manusia dan memiliki metabolisme yang melambat pada malam hari.
Selain itu, unta memiliki kemampuan fisiologis lain untuk mengurangi kehilangan air. Menurut Natural History Museum, urine unta sangat pekat, sedangkan kotorannya sangat kering. Hidungnya juga membantu mengambil kembali sebagian kelembapan dari udara yang diembuskan.
Dengan demikian, kemampuan bertahan hidup unta bukan karena menyimpan persediaan air dalam punuk. Unta mampu bertahan karena tubuhnya sangat efisien dalam menggunakan dan mempertahankan air.
Unta Bisa Minum Air dalam Jumlah Besar
Ada fakta lain yang membuat kemampuan unta semakin mengagumkan.
Ketika mendapatkan akses terhadap air, unta dapat minum dalam jumlah yang sangat besar dalam waktu relatif singkat. Cleveland Zoological Society menyebutkan bahwa seekor unta dapat meminum hingga sekitar 30 galon atau lebih dari 110 liter dalam waktu sekitar 10 menit. WWF juga menyebut kemampuan minum dalam jumlah besar sebagai salah satu adaptasi penting unta terhadap lingkungan kering.
Namun, air tersebut tidak kemudian disimpan di punuk.
Air digunakan untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh setelah mengalami dehidrasi. Tubuh unta juga memiliki sejumlah mekanisme khusus untuk mempertahankan air agar tidak cepat hilang.
Kemampuan inilah yang membuat unta begitu cocok hidup di kawasan dengan sumber air yang terbatas.
Ukuran Punuk Bisa Menjadi Petunjuk Kondisi Unta
Punuk juga dapat memberikan gambaran mengenai cadangan energi seekor unta.
Ketika unta memperoleh makanan yang cukup, cadangan lemak pada punuk meningkat sehingga punuk terlihat lebih penuh. Sebaliknya, ketika cadangan tersebut digunakan dalam periode kekurangan makanan, punuk dapat mengecil dan menjadi lebih kendur.
Artinya, bentuk punuk bukan indikator jumlah air yang dimiliki unta.
Punuk lebih tepat dipahami sebagai cadangan energi yang dapat dimobilisasi tubuh ketika sumber makanan tidak tersedia secara memadai.
Satu Punuk atau Dua Punuk?
Jumlah punuk juga dapat membantu membedakan jenis unta.
Unta Arab atau dromedary memiliki satu punuk dan banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah serta wilayah kering di Afrika dan Asia. Sementara itu, unta Baktria memiliki dua punuk dan berasal dari kawasan Asia Tengah.
Meski jumlah punuk berbeda, prinsip dasarnya tetap sama. Punuk berfungsi sebagai tempat penyimpanan lemak, bukan sebagai tempat penyimpanan air.
Karena itu, anggapan bahwa unta dengan dua punuk memiliki “dua tangki air” juga merupakan kesalahpahaman.
Unta Adalah Ahli Bertahan Hidup di Gurun
Kemampuan unta bertahan di lingkungan ekstrem sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar memiliki punuk.
Hewan ini mampu memanfaatkan vegetasi yang sulit dimakan oleh banyak hewan lain. Kakinya yang lebar dan memiliki bantalan membantu pergerakannya di permukaan pasir. Sistem tubuhnya juga dirancang untuk mengurangi kehilangan air.
Bahkan, keberadaan unta memiliki nilai ekologis dan sosial yang lebih luas. WWF menjelaskan bahwa unta dapat membantu masyarakat di wilayah kering mempertahankan sumber pangan dan mata pencaharian ketika perubahan iklim meningkatkan risiko kekeringan. Unta juga berperan dalam ekosistem melalui aktivitas mencari makan dan penyebaran biji tanaman.
Karena perannya yang besar bagi masyarakat dan ekosistem di wilayah kering, Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui FAO menetapkan 2024 sebagai Tahun Internasional Keluarga Unta(International Year of Camelids).
Meluruskan Mitos tentang Unta
Jadi, apakah unta menyimpan air di punuknya?
Tidak.
Punuk unta terutama menyimpan lemak. Cadangan tersebut dapat diubah menjadi energi ketika makanan sulit diperoleh. Sementara itu, kemampuan unta menghadapi kekurangan air berasal dari berbagai adaptasi tubuh yang memungkinkan hewan tersebut mengurangi kehilangan air dan menggunakan sumber air secara sangat efisien.
Mitos tentang punuk mungkin sudah sangat lama beredar. Namun, fakta biologis di baliknya justru jauh lebih menarik.
Unta tidak membutuhkan tangki air di punggungnya untuk menaklukkan gurun. Tubuhnya sendiri telah berevolusi menjadi sistem bertahan hidup yang luar biasa efisien.
Baca juga: Lelang Unta di Arab Saudi: Tradisi Warisan Gurun yang Berubah Menjadi Peluang Ekonomi
Referensi:
- WWF. (2026). What do camels store in their humps? And other camel superpowers. Diambil dari https://www.worldwildlife.org/resources/explainers/wildlife-climate-heroes/what-do-camels-store-in-their-humps-and-other-camel-superpowers/#:~:text=Their%20humps%20store%20fat%2C%20which,metabolism%20slows%20down%20at%20night.
- Gonzalez, N. (2026). Do Camels Store Water in Their Humps? Diambil dari https://www.britannica.com/story/do-camels-store-water-in-their-humps.
- Crupi, S. (2021). Truth or Tail: A camel’s hump. Diambil dari https://www.clevelandzoosociety.org/z/2021/04/06/truth-or-tail-a-camels-hump.