Masjid Al-Ma’amar merupakan salah satu landmark bersejarah yang terletak di Kota Jeddah, Provinsi Makkah al-Mukarramah, Arab Saudi. Berdasarkan peta sejarah, bangunan ini menempati posisi sebagai masjid tertua kedua di kawasan Jeddah al-Balad setelah Masjid al-Shafi’i.
Nama “Al-Ma’amar” sendiri diambil dari sosok pembangunnya, yaitu seorang gubernur bernama Mustafa Ma’amar Pasha. Masjid ini pertama kali didirikan pada tahun 1847 sebagai bagian dari warisan arsitektur Islam di wilayah tersebut. Untuk menjaga kelestariannya, struktur bangunan ini kemudian sempat menjalani proses renovasi besar pada tahun 1867.
Posisi Ikonik di Kawasan Bersejarah Al-Balad
Masjid Al-Ma’amar terletak di Jalan al-Alawi, Distrik al-Mazloom, yang berada di dalam kawasan bersejarah al-Balad. Lokasinya berada sangat dekat dengan alun-alun Barahat Nasif, tepat di pintu masuk akses menuju Pasar al-Alawi. Pasar ini memiliki peran penting sebagai pembatas geografis yang memisahkan wilayah Harat al-Mazloom dengan Harat al-Yaman.
Harmoni Tradisi Dua Masjid Suci dalam Desain Al-Ma’amar
Masjid Al-Ma’amar berdiri megah sebagai salah satu rumah ibadah terbesar di kawasan tersebut dengan posisi bangunan yang cukup tinggi dari permukaan jalan. Keunikan desain arsitekturnya memungkinkan jamaah untuk mengakses masjid melalui dua jalur yang berbeda tergantung arah kedatangan mereka.
Bagi jamaah yang datang dari sisi timur, akses masuk disediakan melalui deretan anak tangga yang harus didaki. Sementara itu, pengunjung yang datang dari arah utara dapat langsung melangkah menuju pintu masuk tanpa perlu menaiki tangga.
Bagian interior masjid, terutama pada aspek lentera dan langit-langit kayunya, dirancang menyerupai desain klasik Masjid Nabawi di Madinah. Estetika dinding bagian dalam dipercantik dengan dekorasi sabuk panjang yang memuat tulisan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Masjid ini juga memiliki kubah kayu berwarna hijau yang ikonik serta sebuah struktur Mukabbaria kayu yang masih terjaga keutuhannya. Ketahanan struktur kayu tersebut hingga saat ini membuktikan kualitas material premium yang digunakan pada masa pembangunannya. Secara tradisional, Mukabbaria berfungsi sebagai tempat Muazin mengulang seruan salat setelah Imam, mengikuti tradisi yang dipraktikkan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Restorasi dan Upaya Pelestarian Warisan Bersejarah
Masjid Al-Ma’amar yang bersejarah di Jeddah telah menjalani proses restorasi dan perbaikan menyeluruh. Proyek ini didanai oleh Wakaf Raja Abdullah Bin Abdulaziz untuk Orang Tuanya melalui yayasan kemanusiaan miliknya.
Yayasan Warisan Budaya turut berkontribusi dalam upaya ini sebagai bagian dari Program Nasional Perawatan Masjid Bersejarah. Restorasi tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati guna memastikan fondasi asli masjid tetap terjaga dan utuh. Setelah seluruh pekerjaan renovasi selesai, masjid ini akhirnya resmi dibuka kembali untuk umum pada 15 Mei 2018.
Baca juga: Haji Ilegal Terus Dipantau, Satgas Gabungan Siap Beraksi!
Sumber: Saudipedia. (n.d.). Al-Ma’amar Mosque. Diambil pada 19 April 2026, dari https://saudipedia.com/en/al-ma”amar-mosque