Arabian Oryx, Salah Satu Satwa Liar di Gurun Arab Saudi (Sumber: wanderlustmagazine.com)
Arab Saudi, kerajaan yang sering dikaitkan dengan lanskap gurun yang luas, menyembunyikan keajaiban satwa liar yang kaya dan beragam yang hidup di dalam ekosistemnya yang bervariasi. Dari pegunungan Asir yang hijau hingga Rub’ al Khali yang gersang, kerajaan ini merupakan rumah bagi beragam spesies, beberapa di antaranya hanya ditemukan di Semenanjung Arab.
Kehidupan Satwa Liar yang Menjadi Ikon Gurun
Di tengah luasnya gurun Arab Saudi yang membentang, Oryx Arab muncul sebagai simbol keanggunan dan ketahanan. Dengan cahaya putih salju dan tanduk panjangnya yang lurus, antelop besar ini dengan sempurna beradaptasi dengan kehidupan gurun yang keras. Yang menarik, oryx memiliki kemampuan luar biasa untuk mendeteksi hujan dari kejauhan, membimbing mereka menuju vegetasi segar — trik bertahan hidup yang penting di lingkungan yang keras ini.
Sejarah oryx adalah kisah harapan konservasi. Pernah dinyatakan punah di alam liar pada tahun 1972 akibat perburuan berlebihan, upaya pembiakan dan reintroduksi internasional yang intensif telah mengembalikan populasi mereka menjadi sekitar 1.000 individu di seluruh semenanjung. Di Arab Saudi, mereka sekarang dapat dilihat di tempat-tempat seperti Cagar Alam Sharaan di AlUla dan Imam Saud bin Abdulaziz Royal Reserve di utara Taif, di mana mereka berkeliaran bebas bersama spesies yang diperkenalkan kembali seperti gazelle reem dan burung unta leher merah.
Sementara oryx menguasai siang hari, Serigala Arab — sepupu yang lebih ramping dari serigala abu-abu — adalah penjaga malam yang tangguh. Beradaptasi dengan iklim gurun yang ekstrem, predator pemalu ini sering hidup sendirian atau berpasangan, berbeda dengan paket yang lebih besar yang umum pada spesies serigala lainnya. Cakar mereka yang menyatu membantu navigasi di medan berpasir, dan mantel warna pasir mereka memberikan kamuflase sempurna.

Meskipun populasinya menurun (diperkirakan hanya tersisa 2.000-3.000 di alam liar), serigala ini dapat ditemukan di daerah pegunungan gurun di Najd dan Tabuk, serta di perbatasan selatan dekat Yaman dan Oman. Dalam budaya setempat, hewan tangguh ini melambangkan ketahanan dan semangat bertahan — kualitas yang sangat dihormati oleh masyarakat padang pasir.
Kucing Elusif & Primata Pegunungan
Di antara bebatuan dan bukit pasir, Arab Saudi menyembunyikan tiga kucing liar yang menawan, masing-masing merupakan keajaiban adaptasi. Kucing Pasir, satu-satunya spesies kucing yang hidup secara eksklusif di gurun, adalah pesulap berbulu sejati. Bantalan kaki berbulu lebat mereka melindungi dari permukaan yang panas dan dingin, serta memungkinkan mereka berjalan tanpa tenggelam atau meninggalkan jejak yang nyata — memberikan mereka julukan “hantu gurun”.

Caracal, dengan jumbai hitam khas di telinganya, adalah makhluk yang dikelilingi oleh sejarah dan mistisisme. Lukisan dan patung mereka telah ditemukan di makam Mesir kuno, menunjukkan kehadiran mereka yang sudah lama di wilayah tersebut. Beberapa komunitas Badui percaya bahwa jejak caracal melambangkan bimbingan dan perlindungan, dengan cerita-cerita lama menggambarkan mereka memimpin pelancong yang tersesat dengan aman melintasi bukit pasir.

Kucing liar ketiga, Kucing Liar Afrika, dianggap oleh para ilmuwan sebagai leluhur awal kucing domestik modern. Lebih mudah beradaptasi daripada sepupu gurun mereka, mereka ditemukan di berbagai habitat di seluruh Kerajaan Arab Saudi.
Beralih dari pemangsa ke primata, Hamadryas Baboon adalah pemandangan yang mencolok di pegunungan barat daya Arab Saudi. Jantan dewasa, hampir dua kali ukuran betina, memiliki surai berwarna perak yang mengesankan yang melingkari bahu mereka. Mereka hidup dalam kelompok sosial yang kompleks, dengan jantan memimpin harem sekitar enam hingga tujuh betina. Baboon yang sangat cerdas ini dianggap sakral di beberapa budaya kuno di wilayah tersebut dan dapat ditemukan di pegunungan Sarawat dan di sekitar kota Taif dan Abha, sering kali di medan berbatu yang sulit diakses.

Makhluk Langka & Upaya Konservasi
Di puncak piramida makanan Arab Saudi terdapat Macan Tutul Arab, kucing besar paling langka di dunia. Dengan mantel kuning kecoklatan yang dihiasi mawar dan perawakan yang relatif kecil (subspesies macan tutul terkecil), kucing yang sangat terancam punah ini bertahan dalam populasi yang sangat kecil — kurang dari 200 individu diyakini tetap berada di alam liar.

Upaya konservasi darurat sedang berlangsung untuk menyelamatkan spesies ikonik ini. Pusat Pembiakan Komisi Kerajaan untuk AlUla di Taif telah menyambut kelahiran empat anak macan tutul Arab sejak tahun 2021. Tujuannya adalah pada akhirnya melepaskan mereka ke Cagar Alam Sharaan, memberikan mereka perlindungan dan ruang untuk berkembang. Sementara penampakan di alam liar sangat luar biasa, mereka diketahui menghuni daerah pegunungan dan vegetasi di Asir dan pegunungan Sarawat.
Arab Saudi telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap konservasi secara lebih luas, dengan 82.700 kilometer persegi lahan ditetapkan sebagai wilayah yang dilindungi untuk margasatwa. Upaya ini penting mengingat kerapuhan ekosistem gurun dan banyaknya spesies yang terancam punah selain macan tutul Arab, termasuk serigala Arab, tahr Arab, dan hyena bergaris.
Dunia Burung & Makhluk Kecil
Bagi pengamat burung, Arab Saudi menawarkan surga yang kaya dengan lebih dari 500 spesies burung tercatat, banyak di antaranya endemik di Semenanjung Arab. Kerajaan ini berfungsi sebagai habitat penting bagi burung migran serta penduduk sepanjang tahun. Elang Peregrine dan Saker — keduanya digunakan dalam falconry, tradisi bangsawan Saudi yang dihormati — adalah pemandangan yang mengesankan, sementara Bustard Nubian yang anggun dan Hoopoe Lark yang bersuara merdu menambah lapisan keragaman pada lanskap bersuara.

Lahan basah pesisir di sepanjang Laut Merah dan oasis tersembunyi di Rub’ al Khali (Empty Quarter) adalah tempat utama untuk pengamatan burung. Cagar Alam Wadi Turabah, khususnya, merupakan satu-satunya tempat di Semenanjung Arab di mana burung Hamerkop yang unik diketahui bersarang.
Kehidupan tidak hanya terbatas pada makhluk besar. Bahkan makhluk terkecil di gurun memiliki keindahan dan keajaibannya sendiri. Landak Gurun — yang terkecil dari spesies landak — dapat berlari dengan kecepatan 19 kilometer per jam meskipun ukurannya kecil. Kumbang hitam kecil menciptakan jalur menakjubkan dan rumit di atas pasir semalaman, sementara kepiting pantai membangun gundukan kecil untuk menarik pasangan di sepanjang garis pantai.

Baca juga: Upaya Konservasi Satwa Langka di Arab Saudi: Oryx, Gazelle, dan Dugong Kembali ke Habitat Asli
Referensi:
- Wylde, T. (2026). A wildlife guide to Saudi. Diambil dari https://www.wanderlustmagazine.com/inspiration/saudi-wildlife-guide/.
- Visit Saudi. (2026). 18 facts about Saudi wildlife. Diambil dari https://www.visitsaudi.com/en/stories/wildlife.