Roti Tradisional Arab Saudi (Sumber: leaders-mena.com)
Arab Saudi bukan hanya dikenal karena kekayaan sejarah dan budayanya, tapi juga tradisi kuliner yang mendalam — terutama pada roti yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan identitas budaya masyarakatnya. Di setiap wilayah, resep roti diwariskan turun-temurun, memperkaya pengalaman kuliner sekaligus mencerminkan sejarah panjang bangsa Saudi.
Roti Saudi di Seluruh Wilayah: Cerita di Balik Setiap Resep
Roti Tradisional dari Wilayah Tengah
Di jantung Arab Saudi, Qurs dikenal sebagai roti piring bara — adonan sederhana dari tepung gandum, air dan garam yang dibentuk seperti cakram dan dipanggang di atas bara api. Teksturnya yang tipis dan renyah menjadikannya pasangan yang sempurna dengan ghee, mentega, atau kurma di pagi hari.

Warna, Rasa, dan Identitas di Wilayah Timur
Al-Khubz Al-Ahmar atau “roti merah” menjadi ikon kuliner wilayah timur, khususnya Al Ahsa. Warna merahnya yang khas berasal dari campuran kurma dan rempah pilihan — sebuah warisan rasa yang kental dan sering dinikmati bersama telur rebus, kurma, atau ghee saat sarapan.

Tradisi Roti di Wilayah Barat
Di bagian barat Saudi, roti menjadi bagian penting dari sarapan yang mengawali hari. Di sini, roti disajikan hangat dengan mentega dan madu, atau kadang dipanggang dalam abu bara untuk menambah aroma dan tekstur alami. Radish atau bawang chives lokal sering menjadi pelengkapnya.

Mefa: Legenda di Selatan
Di selatan, Mefa — juga dikenal sebagai Fateer, Dho, atau Tannour Bread — dipanggang dalam oven tanah liat tradisional yang disebut tannour. Kaya akan karbohidrat serta nutrisi, roti ini bukan hanya makanan sehari-hari, tetapi juga sajian kehormatan untuk tamu yang datang berkunjung.

Mat’han: Roti Serbaguna dari Utara
Di wilayah utara, Mat’han bread atau mill bread adalah favorit saat musim dingin. Roti ini menjadi bagian penting dari hidangan besar seperti Mansaf, serta sajian dengan teh hangat, madu, atau ghee pada hari-hari istimewa dan perayaan keluarga.

Roti Saudi di Pengakuan UNESCO
Sebagai pengakuan atas kekayaan dan peran budaya roti dalam kehidupan masyarakatnya, tiga jenis roti Arab Saudi — Al-Khubz Al-Ahmar (Al Ahsa), Al-Mallah bread (Taif), dan Kleija (Buraidah) — kini tercatat dalam inisiatif UNESCO “Breads of the Creative Cities.”
Penghargaan ini tak hanya memuliakan resepnya, tetapi turut menegaskan bagaimana roti telah menjadi lambang identitas kuliner dan cara hidup yang tak ternilai di tiga kota kreatif tersebut.
Lebih dari Sekadar Roti — Bagian dari Jiwa Saudi
Bagi masyarakat Arab Saudi, roti bukan sekadar makanan pokok. Lebih dari itu, ia adalah simbol ’eish’, istilah yang dalam bahasa setempat berarti kehidupan — mencerminkan peran roti sebagai inti dari meja rumah, ritual keluarga, serta bagian dari keseharian yang menghubungkan generasi.
Tradisi membuat roti diwariskan melalui waktu, dari cara panggang di bara sampai di oven tanah liat, dari piring meja sederhana sampai momen perayaan besar seperti Founding Day — semuanya menyatu dalam satu sajian yang penuh makna.
Baca juga: Tradition in Every Bite: Suasana Ramadan di Arab Saudi dengan Segala Cita Rasa dan Tradisi
Referensi:
- Sayed, A. (2026). Founding Day 2025: A Culinary Journey through Saudi Arabia’s Local Breads. Diambil https://www.leaders-mena.com/founding-day-2025-a-culinary-journey-through-saudi-arabias-local-breads/.