Menteri SDM dan Pembangunan Sosial Arab Saudi di Global Labor Market Conference di Riyadh 26-27 Januari 2026 (Sumber: fastcompanyme.com)
Menteri Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi, Ahmed Al-Rajhi (tengah), bersama para menteri dan pemimpin dunia, membuka Konferensi Pasar Tenaga Kerja Global ketiga di Riyadh. Acara ini menegaskan komitmen Kerajaan untuk memimpin dialog global dalam membentuk masa depan pekerjaan yang inklusif dan tangguh.
Transformasi pasar tenaga kerja global yang didorong oleh ledakan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan transisi hijau tidak dapat dihadapi oleh satu negara secara terisolasi. Itulah pesan inti yang digaungkan dalam Konferensi Pasar Tenaga Kerja Global (GLMC) ke-3 yang baru saja dibuka di Riyadh, dengan Arab Saudi memimpin panggung untuk merancang respons kolektif internasional.
Konferensi yang diresmikan oleh Menteri Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi, Ahmed Al-Rajhi, ini mengumpulkan lebih dari 40 menteri tenaga kerja, 200 pembicara internasional, dan 10.000 peserta dari seluruh dunia. Tujuannya jelas: mengubah diskusi menjadi aksi nyata melalui kerja sama program dan kemitraan global.
Transformasi Pasar Kerja: Peluang dan Tantangan Bersama
Dalam sambutannya, Menteri Al-Rajhi menyoroti bahwa teknologi tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru tetapi juga menggeser peran tradisional. “Kita dapat mengharapkan pertumbuhan signifikan dalam pekerjaan yang berpusat pada teknologi seperti spesialis AI dan analis data, sementara peran seperti entri data dan asisten administrasi mungkin akan menurun,” ujarnya.
Selain AI, transisi hijau juga menjadi pendorong utama. Menurut Al-Rajhi, permintaan untuk insinyur energi terbarukan dan spesialis lingkungan akan melonjak seiring industri beradaptasi dengan tujuan iklim global. Namun, di balik peluang ini, tekanan geopolitik, biaya hidup yang meningkat, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi turut membentuk lanskap keterampilan yang dibutuhkan, seperti ketahanan, fleksibilitas, dan pemikiran kreatif.
Tantangan demografis yang tidak seragam di berbagai belahan dunia memperumit situasi. Sementara beberapa negara menghadapi populasi usia kerja yang menua, negara lain justru memiliki populasi muda yang sangat besar. Data yang dikutip Al-Rajhi mengungkapkan lebih dari 262 juta anak muda di dunia yang tidak bekerja, pendidikan, atau pelatihan. “Tekanan ini berbeda-beda antardaerah, tetapi terlalu kompleks untuk ditangani negara-negara yang terisolasi,” tegasnya.
Model Arab Saudi: Dari Visi Menuju Aksi Nyata
Arab Saudi hadir tidak hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai contoh nyata transformasi pasar tenaga kerja yang ambisius. Al-Rajhi memaparkan bahwa lebih dari 2,5 juta warga Saudi telah bergabung dengan sektor swasta sejak 2020, menandakan pergeseran struktural dalam perekonomian. “Para pemuda dan pemudi ini adalah aset nasional yang terus berkembang, yang menggerakkan bidang-bidang baru dan pengembangan keterampilan,” imbuhnya.
Transformasi ini didukung oleh inisiatif konkret yang diluncurkan selama konferensi. Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral, Bandar Al-Khorayef, memperkenalkan kerangka kerja okupasi dan keterampilan untuk sektor pertambangan dan industri, yang akan mencakup lebih dari 500 jenis pekerjaan. Kerangka ini dirancang untuk menyelaraskan kebutuhan industri dengan pengembangan kurikulum pendidikan dan pelatihan.
Sektor pariwisata juga menjadi motor penciptaan lapangan kerja. Menteri Pariwisata Ahmed Al-Khateeb mengungkapkan bahwa sejak strategi pariwisata diluncurkan pada 2019, pekerja di sektor ini telah bertambah dari 750.000 menjadi lebih dari 1 juta orang. “Kami memproyeksikan akan tercipta 400.000 hingga 600.000 pekerjaan tambahan dalam lima hingga enam tahun ke depan, hanya untuk mengisi destinasi dan kota baru yang kami bangun,” paparnya.
Membangun Masa Depan dengan Kerja Sama Global
Konferensi yang mengusung tema “Future in Progress” ini berfokus pada enam pilar utama, termasuk ekonomi informal, lanskap keterampilan global baru, dan dampak nyata AI terhadap produktivitas. Diskusi-diskusi tersebut bermuara pada satu kesimpulan mendasar: kerja sama internasional adalah suatu keharusan.
Sebagai wujud nyata komitmen ini, Al-Rajhi mengumumkan peluncuran “Takamul Academy”, sebuah platform yang bertujuan membangun keahlian pasar tenaga kerja di 75 negara dalam tiga tahun ke depan. Inisiatif ini, bersama dengan penelitian bersama Bank Dunia yang dipresentasikan dalam konferensi, menegaskan peran Arab Saudi sebagai katalisator kolaborasi global.
“Keberhasilan reformasi pasar tenaga kerja bergantung pada lembaga yang kuat dan koordinasi yang efektif antar entitas pemerintah,” pungkas Al-Rajhi, menekankan bahwa fondasi institusional yang kokoh di bawah Visi 2030 adalah kunci yang memungkinkan Kerajaan Arab Saudi untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga memimpin percakapan global tentang masa depan pekerjaan.
Baca juga: Arab Saudi Pimpin Masa Depan Bursa Tenaga Kerja Dunia
Referensi:
- GOV.SA. (2026). Human Resources Minister Inaugurates 3rd Global Labor Market Conference. Diambil dari https://my.gov.sa/en/news/1926229.
- Morni, A. (2026). 3rd Edition of the Global Labour Market Conference. Diambil dari https://www.ioe-emp.org/events/event/3rd-edition-of-the-global-labour-market-conference.
- Alqusayer, H. (2026). AI, automation creating new jobs and displacing traditional roles: Saudi HR minister. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2630682/saudi-arabia.
- Dawson, R. (2026). The future of work will be built through global cooperation, not isolation. Diambil dari https://fastcompanyme.com/news/the-future-of-work-will-be-built-through-global-cooperation-not-isolation/.