Kepresidenan Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mencatat pencapaian luar biasa selama bulan Ramadan. Konten digital yang mereka suguhkan berhasil meraih lebih dari 366 juta penayangan.
Angka yang fantastis ini mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap konten keagamaan. Jangkauan dakwah digital ini pun terbukti semakin luas melintasi batas-batas negara. Masyarakat kini lebih cenderung mencari sumber informasi keagamaan yang kredibel dan terpercaya.
Keberhasilan ini didorong oleh keberagaman konten, mulai dari lantunan Al-Qur’an hingga khutbah multibahasa. Tersedianya program khusus perempuan dan pelajaran ilmiah turut memenuhi kebutuhan jemaah secara inklusif. Pencapaian ini sekaligus mempertegas penyampaian pesan global perdamaian dari Dua Masjid Suci ke seluruh dunia.
Transformasi Digital: Strategi Kepresidenan Menjangkau Audiens Dunia
Kepresidenan kini semakin memperkuat kehadiran digitalnya melalui sistem media yang terintegrasi. Mereka memanfaatkan teknologi penyiaran dan penerbitan modern untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Produksi konten pun terus ditingkatkan dengan fokus pada aspek berbasis pengetahuan dan penyadaran. Langkah ini bertujuan utama untuk mempromosikan pemahaman agama yang baik kepada masyarakat.
Selain itu, konten tersebut dirancang untuk memperkuat nilai-nilai moderasi di tengah keberagaman. Strategi media ini terbukti berhasil meningkatkan kualitas konten dan memperluas jangkauan digital ke berbagai bangsa.
Seluruh pengembangan layanan ini dilakukan agar selaras dengan target besar Visi Saudi 2030. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman spiritual para jamaah haji selama di tanah suci.
Baca juga: Situs Arkeologi Qurh: Jejak Kuno Jalur Rempah di Jantung AlUla yang Kembali Terungkap
Sumber: Arab News. (2026, Maret 28). Religious affairs presidency expands digital outreach. https://www.arabnews.com/node/2637990/saudi-arabia