Arab Saudi semakin gencar mengadopsi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dalam industri minyak dan gasnya. Langkah ini bertujuan mengurangi emisi industri sekaligus meningkatkan pemulihan minyak, menjawab kekhawatiran lingkungan sambil memenuhi permintaan global akan energi yang lebih bersih dan andal.
Apa itu teknologi CCUS?
Teknologi ini dirancang untuk menangkap dan menyimpan emisi karbon dioksida (CO₂) sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode ini membantu mengurangi gas rumah kaca dari proses industri, pembangkit listrik, dan sumber emisi lainnya. Sebagai produsen minyak terkemuka, Arab Saudi menyadari tanggung jawabnya dalam memerangi perubahan iklim sambil menjaga keamanan energi.
Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) bekerja melalui tiga tahap utama: penangkapan, transportasi, dan pemanfaatan/penyimpanan karbon dioksida (CO₂). Pertama, CO₂ dipisahkan dari gas buang industri atau pembangkit listrik menggunakan metode seperti penyerapan kimia (post-combustion), konversi bahan bakar (pre-combustion), atau penangkapan langsung dari udara (Direct Air Capture). CO₂ kemudian dikompresi menjadi cairan superkritis dan diangkut via pipa atau kapal ke lokasi penyimpanan. Pada tahap akhir, CO₂ disuntikkan ke formasi geologis dalam (seperti akuifer garam atau ladang minyak habis) untuk penyimpanan permanen atau dimanfaatkan dalam Enhanced Oil Recovery (EOR) dan produksi bahan kimia/netral karbon.
Teknologi ini terutama diterapkan di industri berat (semen, baja) dan pembangkit listrik berbahan bakar fosil untuk mengurangi emisi hingga 90%. Tantangan utamanya meliputi biaya penangkapan yang tinggi (US$11–189 per ton) dan kebutuhan energi tambahan. Proyek percontohan di Arab Saudi, seperti di Pembangkit Duba, menunjukkan potensi CCUS dalam menggabungkan keberlanjutan dan keamanan energi.
Selaras dengan Saudi Vision 2030
Upaya Kerajaan sejalan dengan Saudi Vision 2030 yang berfokus pada diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada minyak. Targetnya adalah mencapai kapasitas penangkapan karbon 44 juta ton per tahun pada 2035 dan emisi nol-bersih pada 2060. Untuk mencapainya, King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) berperan penting dalam inovasi solusi energi berkelanjutan.
William L. Roberts, Profesor Teknik Mesin di KAUST, menjelaskan: “Investasi Arab Saudi dalam CCUS didorong oleh Visi 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada minyak. Teknologi ini memungkinkan pengurangan emisi sektor hidrokarbon sambil mendukung permintaan global akan energi bersih.”
Proyek Percontohan dan Pemanfaatan CO₂
KAUST bermitra dengan perusahaan listrik, Kementerian Energi, dan NEOM untuk mengembangkan solusi CCUS. Salah satunya adalah proyek percontohan di Pembangkit Listrik Duba yang menangkap 30 ton CO₂ per hari sejak 2022. CO₂ yang ditangkap kemudian digunakan dalam Enhanced Oil Recovery (EOR), di mana CO₂ superkritis disuntikkan ke reservoir minyak untuk memudahkan ekstraksi.
Proyek EOR di Lapangan Minyak Uthmaniyah, Provinsi Timur, menjadi contoh sukses. Proyek ini menyimpan 800.000 ton CO₂ per tahun dari fasilitas produksi gas alam, dengan CO₂ diangkut melalui pipa sepanjang 85 km. Roberts menekankan pentingnya pemantauan ketat untuk mencegah kebocoran dan mengoptimalkan keamanan lingkungan.
Tantangan dan Inovasi Masa Depan
Meski menjanjikan, teknologi CCUS masih menghadapi tantangan biaya tinggi dan skalabilitas. Studi 2025 dalam Carbon Capture Science and Technology menunjukkan biaya rata-rata penangkapan CO₂ adalah US$69 per ton, dengan variasi tergantung industri. Produksi amonia termurah (US$11/ton), sementara operasi skala kecil bisa mencapai US$189/ton.
Untuk mengatasinya, KAUST mengeksplorasi teknologi kriogenik yang menghilangkan CO₂ pada suhu rendah, serta kombinasi solusi seperti penangkapan udara langsung, membran canggih, dan absorpsi kimia. Roberts menegaskan: “Dibutuhkan portofolio beragam teknologi untuk mencapai target pengurangan emisi.”
KAUST juga mempersiapkan generasi ahli melalui program khusus dalam keberlanjutan dan CCUS. Kolaborasi antara lembaga riset, industri, dan pemerintah dinilai krusial. Roberts menyarankan kerangka regulasi yang jelas untuk mendorong adopsi CCUS, serta eksperimen dan pemodelan prediktif untuk menghindari risiko skala besar.
Baca juga: Perjalanan Arab Saudi Menuju Era Tanpa Minyak – KabarSaudi.com
Referensi:
- Jambi, R. (2025). How Saudi Arabia is advancing clean combustion while meeting global energy demand. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2589423/saudi-arabia .
- CCUS 101 – How is CO2 captured and stored