The National Center for Vegetation Cover Development and Combating Desertification, atau yang diartikan sebagai Pusat Nasional untuk Pengembangan Tutupan Vegetasi dan Penanggulangan Desertifikasi Arab Saudi, telah meluncurkan proyek untuk mempelajari dan menilai lahan terdegradasi di wilayah barat dan selatan Arab Saudi. Proyek ini menggunakan teknologi canggih untuk mengembangkan rencana rehabilitasi dan penghijauan yang sejalan dengan standar global, sebagai bagian dari strategi nasional yang lebih luas.
Identifikasi Area yang Terdegradasi
Fokus utama proyek ini adalah mengidentifikasi area yang terdegradasi dan menganalisis penyebab langsung maupun tidak langsung di wilayah Makkah, Madinah, Baha, Asir, Jazan, dan Najran. Dan rencana yang disesuaikan akan dikembangkan untuk memantau dan mengevaluasi degradasi lahan, dengan mempertimbangkan kondisi lokal dan prioritas nasional. Strategi ini mencakup rencana jangka pendek, menengah, dan panjang untuk memulihkan lahan terdegradasi menggunakan metode yang diakui secara internasional.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Arab Saudi untuk meningkatkan tutupan vegetasiatau penghijauan, dan memerangi desertifikasi (atau perubahan lahan menjadi gurun). Selain itu untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Dengan mengadopsi pendekatan berbasis teknologi dan standar internasional, Kerajaan berkomitmen untuk melestarikan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
95 Juta Pohon telah Ditanam untuk Penghijauan
Sebagai bagian dari Saudi Green Initiative yang diluncurkan pada 2021, Arab Saudi telah menanam lebih dari 95 juta pohon di berbagai wilayah hingga Oktober 2024. Upaya ini telah merehabilitasi 111.000 hektare lahan tandus dan menargetkan pemulihan 4,3 juta hektare lahan. Selain itu, terdapat 7,1 juta kasus regenerasi vegetasi alami, menunjukkan peningkatan area hijau di Kerajaan.
Saudi Green Initiative bertujuan untuk mengubah 30 persen lahan Arab Saudi menjadi cagar alam, menanam 10 miliar pohon, dan merestorasi 40 juta hektare lahan yang terdegradasi. Melalui Middle-East Green Initiative, Arab Saudi juga memimpin upaya penanaman 40 miliar pohon tambahan di seluruh wilayah, dengan target gabungan 50 miliar pohon yang mewakili 5 persen dari target penghijauan global, setara dengan memulihkan 200 juta hektare lahan yang terdegradasi.

Keberhasilan dari Proyek Percontohan
Proyek percontohan seperti Taman Nasional Thadiq menunjukkan keberhasilan upaya ini. Dengan menanam 250.000 pohon dan 1 juta semak, serta membangun terasering dan bendungan untuk menampung air hujan, area ini telah berubah dari gurun menjadi destinasi alam yang diinginkan. Pendekatan berbasis alam ini tidak hanya memulihkan lahan terdegradasi tetapi juga meningkatkan keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Melalui inisiatif dan proyek ini, Arab Saudi menunjukkan komitmen kuat untuk memerangi desertifikasi dan degradasi lahan, memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Baca juga: Saudi Green Initiative: Upaya Menyelamatkan Dunia Dimulai di Arab Saudi
Referensi:
- Arab News. (2025). New project focuses on restoring degraded lands in Saudi Arabia. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2592370/saudi-arabia .
- UNEP. (2024). Saudi Arabia strives to regreen deserts to tackle drought and land degradation. Diambil dari https://www.unep.org/zh-hans/node/37242 .
- Farah, A. (2024). Lebih dari 95 Juta Pohon Ditanam di Arab Saudi Sejak 2021. Diambil dari https://hidayatullah.com/berita/2024/10/18/282240/lebih-dari-95-juta-pohon-ditanam-di-arab-saudi-sejak-2021.html .