Mata Uang Saudi Riyal (Sumber: Visit Saudi)
Riyal bukan sekadar alat tukar—ia adalah simbol perjalanan ekonomi, sejarah, dan identitas nasional Arab Saudi. Dari masa ketika masyarakat masih mengandalkan barter hingga era pembayaran digital, riyal telah menjadi saksi transformasi besar Kerajaan Arab Saudi.
Asal-Usul Riyal: Dari Qirsh hingga Halalah
Sebelum riyal menjadi mata uang resmi, masyarakat di wilayah Saudi menggunakan berbagai jenis mata uang asing seperti Maria Theresa Thaler, Pound Inggris, Rupee India, hingga Qirsh Mesir. Keragaman ini menciptakan ketidakstabilan nilai tukar.
Pada 1925, setelah penyatuan Najd dan Hejaz, Raja Abdulaziz mulai menata sistem moneter dengan menerbitkan koin perempat dan setengah qirsh. Inilah cikal bakal riyal modern. Pada 1935, untuk pertama kalinya muncul mata uang bertuliskan “Kingdom of Saudi Arabia”, menandai era baru dalam sejarah keuangan negara.
Lahirnya Riyal Modern dan Peran SAMA
Tahun 1952 menjadi titik penting ketika Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA)—kini Saudi Central Bank—didirikan. Lembaga ini bertugas mengatur sistem moneter, mengawasi bank, dan menjaga stabilitas riyal.
Setahun kemudian, SAMA memperkenalkan Pilgrim Receipts, cikal bakal uang kertas Saudi. Awalnya dibuat untuk memudahkan jamaah haji, namun kemudian menjadi alat pembayaran yang diterima luas di pasar lokal.
Sejak itu, riyal mengalami enam kali penerbitan (issuance), masing-masing dengan desain, warna, dan teknologi keamanan yang semakin maju.
Riyal di Era Raja Salman: Desain Baru dan Teknologi Tinggi
Penerbitan keenam pada 2016 menandai lompatan besar dalam desain dan keamanan riyal. Ciri-cirinya meliputi:
- Potret Raja Salman pada pecahan 5–100 riyal
- Potret Raja Abdulaziz pada pecahan 500 riyal
- Fitur keamanan seperti security thread 3D, tinta khusus, dan elemen untuk penyandang disabilitas penglihatan
- Pengenalan uang kertas polimer pertama (pecahan 5 riyal) pada 2020
- Penerbitan 20 riyal G20 dan 200 riyal Vision 2030
Sementara itu, koin juga diperbarui dengan desain bimetalik untuk pecahan 1 dan 2 riyal, serta halalah dalam berbagai denominasi.

Simbol Resmi Riyal: Identitas Baru yang Mendunia
Pada 20 Februari 2025, Raja Salman menyetujui simbol resmi riyal (﷼) yang terinspirasi dari kaligrafi Arab. Simbol ini kini digunakan dalam transaksi lokal dan internasional, dan telah masuk ke Unicode 17.0.

Nilai Tukar dan Sistem Kurs
Sejak 1986, riyal dipatok (pegged) terhadap dolar AS pada nilai:
1 USD = 3.75 SAR Kebijakan ini menjaga stabilitas ekonomi dan memudahkan perdagangan internasional.
Riyal dalam Kehidupan Sehari-Hari: Dari Tunai ke Digital
Menurut VisitSaudi, wisatawan dan penduduk kini dapat menggunakan berbagai metode pembayaran:
- Riyal dan halalah dalam bentuk tunai
- Kartu debit dan kredit internasional
- Pembayaran digital seperti Apple Pay, STC Pay, dan Mada
Transformasi ini sejalan dengan visi Saudi menuju ekonomi digital yang lebih inklusif.
Baca juga: Perkembangan Mata Uang Saudi Riyal – Aturan & Gaya Hidup – KabarSaudi.com
Referensi:
- Saudi Riyal. (2026). Saudi Riyal. Diambil https://en.wikipedia.org/wiki/Saudi_riyal.
- Saudipedia. (2026). Saudi Currency. Diambil dari https://saudipedia.com/en/saudi-currency.
- Visit Saudi. (2026). Saudi currency and payments. Diambil dari https://www.visitsaudi.com/en/stories/currencies-and-payments.