Mal Kini Jadi Pusat Belanja, Hiburan, dan Sosialisasi
Pertumbuhan pusat perbelanjaan di Arab Saudi semakin kuat seiring dengan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap kenyamanan dan hiburan yang terpadu. Konsep retailtainment — perpaduan antara ritel dan hiburan — kini menjadi kunci dalam membentuk pengalaman konsumen modern.
Menurut Olivier de Cointet, penasihat senior di Arthur D. Little, mal kini tak sekadar menjadi tempat belanja, tetapi juga ruang sosial dan gaya hidup. “Destinasi seperti ini mendukung visi Arab Saudi untuk menjadi pusat bisnis dan pariwisata global,” jelasnya.
Anthony Spary dari CBRE Timur Tengah dan Afrika Utara juga menyatakan bahwa kehadiran fasilitas hiburan keluarga, bioskop, dan atraksi budaya menjadikan mal sebagai magnet wisatawan dan mendorong kunjungan berulang dari masyarakat lokal.
Retailtainment Arab Saudi : Transformasi Mal dalam Visi 2030
Pengembangan sektor Retailtainment Arab Saudi merupakan bagian penting dari Vision 2030 Arab Saudi. Laporan Knight Frank menyebut bahwa Riyadh memimpin transformasi ini, dengan pertumbuhan sewa mal sebesar 4% dalam setahun. Bahkan, pemerintah merencanakan penambahan 2,2 juta meter persegi ruang ritel hingga tahun 2030.
Pada akhir kuartal pertama 2025, rata-rata sewa mal di Riyadh mencapai SR2.848 per meter persegi, sementara tingkat hunian meningkat menjadi 92%.
Joe Abi Akl dari Oliver Wyman menyoroti bahwa hampir setengah dari ruang sewa di mal digunakan untuk aktivitas non-ritel seperti hiburan dan kegiatan sosial. “Mal di Saudi kini menjadi jangkar sosial dan budaya yang memperkaya daya tarik nasional sebagai destinasi gaya hidup,” ujarnya.
Retailtainment Arab Saudi Mendorong Konsumsi Lokal
Jumlah pusat perbelanjaan di Saudi diperkirakan akan terus meningkat, dan hal ini turut mendorong pertumbuhan belanja konsumen. Arab Saudi memiliki lanskap ritel yang beragam, mulai dari strip mall, pusat komunitas, hingga pusat perbelanjaan regional.
Craig Watson dari JLL menyebut bahwa pembangunan mal berkualitas tinggi akan meningkatkan pengalaman konsumen, menyediakan lebih banyak pilihan, dan meningkatkan kenyamanan belanja.
Sementara itu, Abdellah Iftahy dari McKinsey & Co. menjelaskan bahwa transformasi ritel di Saudi dipengaruhi oleh populasi muda yang melek digital. Ia memperkirakan bahwa 75% belanja ritel pada 2035 akan digerakkan oleh generasi muda Saudi.
E-commerce dan Mal Fisik: Saling Melengkapi
Meski e-commerce berkembang pesat, para pakar sepakat bahwa mal fisik tetap relevan, terutama yang berhasil menggabungkan teknologi digital dengan pengalaman langsung.
Watson menekankan bahwa sebagian besar transaksi ritel masih terjadi secara offline. Konsumen masih menghargai pengalaman belanja langsung, termasuk layanan click-and-collect dan sistem omnichannel.
Sundeep Khanna dari ADL menambahkan, “Pertumbuhan e-commerce tidak menggerus mal fisik. Sebaliknya, keduanya bisa saling memperkuat melalui integrasi saluran yang cerdas.”
Retailtainment Arab Saudi : Peluang Besar untuk Merek Internasional
Transformasi sektor ritel di Arab Saudi membuka peluang luas bagi merek global. Menurut Spary, minat merek internasional untuk berekspansi ke Saudi berada di titik tertinggi.
Cointet juga menyatakan bahwa kebijakan seperti kepemilikan asing 100% di sektor ritel mendorong masuknya investasi global. Di sisi lain, merek lokal pun mendapat ruang untuk berkembang secara nasional dan bahkan internasional.
Tantangan: Oversupply dan Perubahan Tren
Meski potensinya besar, sektor ini menghadapi tantangan seperti risiko oversupply dan cepatnya perubahan preferensi konsumen.
Spary mengingatkan bahwa proyek besar yang selesai dalam beberapa tahun ke depan harus dibarengi dengan inovasi berkelanjutan agar tetap kompetitif. Mega mal dan mal komunitas bisa menjadi solusi, tergantung pada strategi lokasi dan target pasar.
S&P Global menambahkan bahwa oversupply, tingginya belanja modal, dan tekanan hasil sewa menjadi tantangan utama. Pengembang harus mampu membedakan propertinya dengan menawarkan pengalaman unik, tenant eksklusif, hiburan inovatif, hingga insentif sewa.
Konsep retailtainment tidak hanya mengubah wajah ritel di Arab Saudi, tetapi juga memainkan peran penting dalam strategi sosial, budaya, dan ekonomi nasional. Dengan perpaduan belanja, hiburan, dan teknologi, mal di Saudi kini menjadi destinasi gaya hidup masa depan yang menarik baik bagi konsumen lokal maupun wisatawan global.
Baca Juga Warisan Bertemu Teknologi Tinggi: Visi Berani Arab Saudi untuk Pariwisata Cerdas
Referensi:
- Narayanan, Nirmal. (2025). ‘Retailtainment’ shaping growth of shopping malls in Saudi Arabia. Arab News. Diakses dari: https://arab.news/4hags