Permasalahan Meningkatnya Populasi baboon di Arab Saudi (Sumber: Arab News)
Peningkatan populasi baboon di wilayah barat dan barat daya Arab Saudi kini menjadi perhatian serius pemerintah. Monyet yang dikenal dengan berbagai nama lokal ini, termasuk al-Rubah dan Abu Khalid, kini jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 41.000 ekor di lebih dari 500 titik populasi, menurut data National Center for Wildlife (NCW) tahun 2024.
Faktor yang Menyebabkan Lonjakan Populasi
Baboon, yang hidup berkelompok besar dan dikenal cerdas serta adaptif, kini sering terlihat masuk ke kawasan permukiman, menyerang lahan pertanian, bahkan menimbulkan kekhawatiran di jalan raya dan destinasi wisata. Selain merusak ekosistem dengan memangsa hewan lain dan merusak vegetasi, baboon juga berpotensi menularkan penyakit ke manusia.
Lonjakan populasi ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti kebiasaan masyarakat memberi makan baboon secara langsung atau tidak langsung melalui sampah, berkurangnya predator alami, hingga perubahan perilaku baboon yang semakin terbiasa dengan manusia. Akibatnya, baboon menjadi semakin berani dan sering menimbulkan masalah sosial serta ekonomi.
Upaya Pengendalian Populasi Baboon
Menanggapi situasi ini, sejak 2022, NCW bersama sejumlah instansi meluncurkan program pengendalian populasi baboon selama delapan tahun. Program ini mencakup survei populasi, pemetaan habitat, pengujian penyakit, pemasangan kamera pengawas, hingga kampanye edukasi nasional. Salah satu langkah tegas yang diambil adalah larangan memberi makan baboon, dengan denda hingga SAR500 bagi pelanggar.
Upaya ini juga melibatkan masyarakat, khususnya warga dan petani di daerah terdampak, melalui pertemuan rutin dan survei dampak sosial ekonomi. Selain itu, pemerintah aktif menata pengelolaan sampah dan memperbaiki habitat alami baboon untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem.
Kampanye bertagar “More Than One Problem” digalakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya interaksi langsung dengan baboon. Program pengendalian ini dirancang berkelanjutan hingga 2030, dengan pembentukan Unit Keberlanjutan untuk memastikan pengawasan dan edukasi tetap berjalan.
Dengan langkah terintegrasi ini, pemerintah Arab Saudi berharap dapat menyeimbangkan populasi baboon, melindungi lingkungan, serta menciptakan harmoni antara manusia dan satwa liar di kawasan barat dan barat daya negeri tersebut.
Baca juga: NEOM, Surga Baru Keanekaragaman Hayati di Tengah Gurun Saudi
Referensi:
- Saudipedia. (2024). Baboon. Diambil dari https://saudipedia.com/en/article/4608/geography/environment/baboon.