Rehabilitasi Lahan Seluas 1 Juta Hektar Memberi Dampak yang Luas Terhadap Ekonomi dan Sosial (Sumber: Arab News)
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi menunjukkan transformasi besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Sejumlah inisiatif—mulai dari pemadaman lampu untuk mengurangi emisi hingga rehabilitasi lahan terdegradasi dalam skala nasional—menandai komitmen kuat Kerajaan dalam mencapai tujuan Saudi Green Initiative (SGI).
“Green Hour”: Gerakan Hemat Energi dari Al-Baha
Al-Baha Municipality meluncurkan program “Al-Baha Green Hour”, sebuah kampanye simbolis namun berdampak besar untuk meningkatkan kesadaran publik tentang penghematan energi dan pengurangan emisi karbon.
- Lampu non-esensial di 28 gedung dan sejumlah lingkungan dimatikan selama satu jam.
- Lampu keamanan tetap menyala untuk menjaga keselamatan.
- Tujuannya adalah mendorong partisipasi masyarakat dalam perlindungan lingkungan dan memperkuat kualitas hidup.
Inisiatif ini menjadi bagian dari dukungan Al-Baha terhadap SGI dan mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Rehabilitasi Sejuta Hektare: Tonggak Besar Transformasi Lingkungan Nasional
Kementerian Lingkungan, Air, dan Pertanian mengumumkan pencapaian monumental: pemulihan satu juta hektare lahan terdegradasi di seluruh Kerajaan Arab Saudi.
Dampak Lingkungan yang Signifikan
- Pemulihan vegetasi asli dan peningkatan keanekaragaman hayati.
- Penyerapan karbon kumulatif mencapai lebih dari 2,2 juta ton CO₂.
- Penurunan badai debu hingga 50% pada tahun 2025 dibandingkan rata-rata historis.
Dampak Sosial dan Ekonomi
- Lebih dari 68.000 lapangan kerja tercipta dalam sektor pengelolaan padang rumput, pembibitan, dan layanan lingkungan.
- Mendorong pertumbuhan ekowisata dan produksi tanaman lokal.
- Setiap $1 investasi rehabilitasi menghasilkan potensi nilai hingga $30, menunjukkan tingginya nilai ekonomi dari restorasi lingkungan.
Teknologi Hijau: Pilar Utama Saudi Green Initiative
Keberhasilan rehabilitasi lahan tidak lepas dari penggunaan teknologi canggih, termasuk:
- Citra satelit dan penginderaan jauh
- Drone untuk pemantauan vegetasi
- GIS untuk analisis kondisi tanah dan stok karbon
Melalui National Greening Program, Arab Saudi menargetkan rehabilitasi 40 juta hektare dan penanaman 10 miliar pohon, menjadikannya salah satu program penghijauan terbesar di dunia.
Gerakan Penanaman Pohon di Al-Baha: Menguatkan Ekosistem Lokal
Selain “Green Hour”, Al-Baha juga meluncurkan program penanaman pohon untuk memperluas tutupan vegetasi dan meningkatkan ketahanan lingkungan daerah pegunungan yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.
Inisiatif ini memperkuat upaya nasional dalam memerangi degradasi lahan dan desertifikasi, sekaligus mempercantik lanskap kota dan meningkatkan kualitas udara.
Arab Saudi Menuju Masa Depan Lingkungan yang Lebih Berkelanjutan
Rangkaian program ini menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan bukan sekadar kebijakan, tetapi gerakan nasional yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, organisasi nirlaba, dan masyarakat.
Dengan visi jangka panjang dan investasi besar dalam teknologi hijau, Arab Saudi menegaskan posisinya sebagai pemimpin regional dalam aksi iklim dan konservasi lingkungan.
Referensi:
- Saudipedia. (2026). Streets in Saudi Arabia. Diambil dari https://saudipedia.com/en/streets-in-saudi-arabia.
- Bureau of Experts at the Council of Ministers. (1986). Rules for Naming Streets and Squares and Numbering Real Estate in the Kingdom’s Cities and Villages.