Pangeran Salman bin Sultan, selaku Gubernur Madinah, secara resmi membuka Forum Umrah dan Ziarah ketiga di Madinah. Acara bergengsi ini diselenggarakan di Pusat Konvensi Internasional Raja Salman dengan fasilitas yang megah. Forum yang berlangsung selama tiga hari ini dijadwalkan akan terus berlanjut hingga tanggal 1 April mendatang.
Pelaksanaan agenda ini merupakan hasil kerja sama erat antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Program Pengalaman Jamaah Haji. Dalam pidato sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa melayani tamu Allah adalah komitmen utama yang telah berakar kuat sejak berdirinya Kerajaan. Beliau juga menambahkan bahwa nilai-nilai pengabdian tersebut terus dipertahankan dan diperkuat oleh kepemimpinan Arab Saudi dari masa ke masa.
Sinergi Pemangku Kepentingan untuk Peningkatan Kualitas Layanan Jamaah
Gubernur Madinah menekankan bahwa forum ini memiliki urgensi yang semakin besar sebagai sebuah platform berskala global. Pertemuan ini berfungsi strategis untuk menyatukan para ahli, pemangku kepentingan, dan investor dari berbagai belahan dunia.
Seluruh partisipan didorong untuk saling bertukar keahlian demi meningkatkan kualitas layanan bagi para jamaah. Selain itu, forum ini menjadi wadah penting untuk mengeksplorasi berbagai peluang baru dan membentuk masa depan sektor Umrah serta Ziarah.
Integrasi Nilai Historis dalam Pembangunan Perkotaan Madinah
Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pencapaian target ambisius dalam Visi Saudi 2030. Dalam kesempatan yang sama, Pangeran Salman bin Sultan turut meresmikan “Atlas Sejarah Biografi Nabi” yang disusun oleh Yayasan Raja Abdulaziz.
Beliau juga meluncurkan program penamaan lingkungan dan jalan di dalam kawasan proyek Rua Al-Madinah. Penggunaan nama-nama yang terdokumentasi secara historis ini bertujuan untuk melestarikan identitas budaya dan karakter perkotaan di sekitar Masjid Nabawi
Penandatanganan Perjanjian Strategis dan Pemberian Penghargaan
Acara tersebut dimanfaatkan sebagai ajang penting bagi penandatanganan berbagai perjanjian strategis dan nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan ini melibatkan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem layanan transportasi dan akomodasi jamaah.
Selain itu, agenda dilanjutkan dengan pemberian penghargaan khusus dalam ajang Forum Umrah dan Ziarah tersebut. Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah organisasi dan perusahaan Umrah terkemuka atas kontribusi luar biasa mereka.
Inovasi Layanan Prima dan Statistik Pertumbuhan Jamaah Umrah
Di tengah berlangsungnya forum, Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq Al-Rabiah, menyampaikan sebuah pengumuman penting. Beliau menyatakan bahwa kementerian telah resmi meluncurkan ruang operasi khusus untuk memantau perjalanan jamaah secara real-time. Fasilitas ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan teknis dan menyediakan layanan prima bagi jamaah yang datang dari luar negeri.
Inisiatif tersebut dijalankan melalui kerja sama erat dengan Otoritas Penerbangan Sipil Umum guna memastikan kenyamanan serta keselamatan jamaah selama beribadah. Beliau menambahkan bahwa 18 juta jamaah Umrah datang dari luar Kerajaan tahun ini, menandai pertumbuhan lebih dari 214 persen dibandingkan tahun 2022.
Aplikasi Nusuk Tembus 51 Juta Pengguna: Revolusi Digital Layanan Umrah
Menteri Tawfiq Al-Rabiah mengumumkan sebuah pencapaian luar biasa di mana aplikasi Nusuk kini telah melampaui 51 juta pengguna secara global. Platform digital ini dikembangkan secara khusus oleh Kementerian Haji dan Umrah untuk memfasilitasi kebutuhan para tamu Allah.
Saat ini, aplikasi tersebut menyediakan lebih dari 130 layanan digital yang komprehensif guna membantu jamaah merencanakan seluruh rangkaian perjalanan mereka. Fitur-fitur utamanya mencakup kemudahan dalam penerbitan izin Umrah serta pemesanan jadwal kunjungan ke area suci Al-Rawdah Al-Sharifah.
Selain itu, jamaah dapat memantau tingkat kepadatan di lokasi secara langsung dan mengakses berbagai layanan dukungan teknis hanya dalam satu genggaman. Integrasi teknologi canggih ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengalaman serta memastikan kepuasan pengunjung selama berada di tanah suci.
Platform Interaktif dan Kolaborasi Multi-Sektor dalam Forum Umrah
Forum ini memiliki peran vital sebagai platform strategis untuk berbagi pengalaman berharga dan membangun kemitraan yang solid antarinstansi. Skala acara ini sangat besar, terbukti dengan kehadiran lebih dari 150 peserta pameran yang menampilkan berbagai inovasi terbaru.
Selain pameran, agenda ini diperkaya dengan penyelenggaraan 50 lokakarya edukatif yang membahas tantangan sektor Umrah dan ziarah. Keberhasilan forum ini juga ditandai dengan penandatanganan lebih dari 5.000 perjanjian kerja sama yang bertujuan mengoptimalkan layanan jamaah.
Pameran yang menyertai forum ini berhasil menyatukan beragam entitas dari sektor publik, swasta, hingga organisasi nirlaba. Seluruh pihak yang terlibat mencakup bidang yang luas, mulai dari sektor real estat, perhotelan, pariwisata, hingga industri penerbangan. Tidak ketinggalan, sektor teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI), logistik, layanan kesehatan, dan keberlanjutan turut mengambil bagian.
Pameran ini berfungsi sebagai platform interaktif yang menghubungkan para pemangku kepentingan secara langsung untuk menciptakan ekosistem yang terintegrasi. Melalui kolaborasi ini, ditampilkan berbagai solusi inovatif yang mampu meningkatkan pengalaman jamaah dari dimensi operasional, teknis, hingga pelestarian budaya.
Sumber: Arab News. (2026, 31 Maret). Serving pilgrims is Kingdom’s deep-rooted commitment, says Madinah governor. https://www.arabnews.com/node/2638313/saudi-arabia