Ekonomi Arab Saudi diproyeksikan tetap berada pada jalur pertumbuhan yang solid dalam beberapa tahun ke depan. Penguatan aktivitas sektor non-minyak serta mulai pulihnya produksi OPEC+ menjadi faktor utama yang menopang optimisme tersebut. Dalam laporan terbarunya, Moody’s Investors Service menegaskan bahwa fundamental ekonomi Kerajaan tetap kokoh berkat cadangan hidrokarbon yang besar dan neraca pemerintah yang sehat.
Moody’s mempertahankan peringkat kredit Saudi pada level Aa3, mencerminkan besarnya skala ekonomi, kekayaan sumber daya alam, serta stabilitas fiskal yang terkelola dengan baik. Penilaian ini konsisten dengan laporan Moody’s sebelumnya yang menyoroti kemajuan signifikan dalam program diversifikasi ekonomi di bawah Vision 2030.
Pertumbuhan Non-Minyak Masih Menjadi Penggerak Utama
Moody’s memperkirakan sektor non-minyak Arab Saudi akan tumbuh stabil pada kisaran 4,5–5,5 persen per tahun dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai proyek nasional berskala besar serta konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, yang menjadi pilar utama ekspansi ekonomi.
Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Keuangan juga memberikan proyeksi sejalan. Dalam pernyataannya pada 30 September, pemerintah memprediksi pertumbuhan PDB riil sebesar 4,6 persen pada 2026, ditopang oleh ekspansi berkelanjutan sektor non-minyak.
Moody’s menegaskan bahwa momentum ekonomi Saudi tetap kuat. Aktivitas non-hidrokarbon menunjukkan performa solid berkat pelaksanaan proyek megastructure dan permintaan konsumsi swasta yang meningkat. Selain itu, tingkat pengangguran yang berada pada level terendah dalam sejarah semakin memperkuat kinerja sektor non-minyak.
Pemulihan Produksi OPEC+ dan Prospek Pertumbuhan 2025–2026
Pemangkasan produksi OPEC+ yang mulai berkurang sejak April tahun ini diperkirakan akan mengembalikan pertumbuhan sektor hidrokarbon setelah dua tahun mengalami kontraksi. Bersamaan dengan itu, diversifikasi ekonomi yang terus berlanjut akan mengurangi ketergantungan Saudi pada pendapatan minyak, sekaligus menurunkan risiko terkait fluktuasi harga energi global.
Moody’s memproyeksikan bahwa PDB riil Arab Saudi akan tumbuh 4 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 4,5 persen pada 2026. Pada saat yang sama, risiko seperti penurunan harga minyak dan tantangan transisi energi global tetap ada. Namun, perkembangan diversifikasi ekonomi dan kebijakan fiskal yang disiplin diperkirakan akan memperkuat ketahanan ekonomi Saudi dalam jangka panjang.
Indikator Ekonomi Menguat: PMI Sentuh Level Tertinggi
Optimisme ekonomi semakin kuat setelah Purchasing Managers’ Index (PMI) Arab Saudi naik menjadi 60,2 pada November, angka tertinggi kedua dalam lebih dari satu dekade. PMI di atas 50 menandakan ekspansi, dan capaian ini menunjukkan pertumbuhan kuat pada sektor bisnis non-hidrokarbon.
Moody’s menilai bahwa percepatan proyek diversifikasi tidak hanya akan menarik investasi swasta yang lebih besar, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor non-minyak melebihi ekspektasi sebelumnya.
Referensi (APA Style)
ARAB NEWS. (2025). Saudi growth momentum to hold as non-oil sector expands, Moody’s says. Arab News. Diakses dari https://arab.news/bj5dw