Pertanian Terasering di Daerah Asir (Sumber SPA)
Di wilayah pegunungan Asir, Arab Saudi, masyarakat lokal telah lama mengembangkan teknik bertani unik dengan membangun terasering batu di lereng-lereng curam. Dinding batu yang disebut “thumalah” ini memungkinkan mereka menciptakan lahan datar untuk bercocok tanam di area yang sebelumnya tidak bisa digunakan.
Apa itu Thumalah?
Ahmed Al-Bariqi, seorang peneliti warisan arsitektur, menjelaskan, “Thumalah merupakan sistem penahan batu yang dirancang untuk mengamankan lahan miring di pegunungan.”
Setelah dinding batu tersebut berdiri kokoh, ruang di baliknya diisi campuran tanah liat, tanah, dan batu untuk menciptakan permukaan datar yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian maupun tempat tinggal.

Bagaimana dengan Sistem Irigasinya?
Keunikan lain dari sistem ini adalah pengelolaan air yang canggih. Saluran yang dikenal sebagai “mughayyid” berfungsi untuk mengatur irigasi dan mencegah banjir.
“Para pembangun kuno menunjukkan presisi teknik yang luar biasa dalam konstruksi mughayyid,” ujar Al-Bariqi.
Ia menambahkan, batu-batu persegi atau memanjang membentuk struktur dasar. Sementara batu pipih yang dipoles dengan hati-hati diletakkan di bagian atas agar air dapat mengalir dengan laju yang telah diperhitungkan di antara teras.

Terasering Menjadi Identitas Budaya Masyarakat Asir
Menurut Dr. Ghaithan bin Jurais dari King Khalid University, terasering ini tidak sekadar mendukung pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Asir.
“Struktur-struktur ini menjaga sumber daya tanah, menetapkan batas-batas kepemilikan lahan antara petani, dan secara historis berfungsi sebagai penanda kepemilikan tanah keluarga dan suku,” jelasnya.
Sistem thumalah dan mughayyid menjadi bukti inovasi masyarakat Asir dalam menghadapi tantangan alam. Hingga kini, warisan teknik pertanian ini tetap menjadi penopang kehidupan di wilayah pegunungan yang keras. Dan ini sekaligus menjadi simbol kecerdikan dan kebanggaan lokal.
Thumalah dan Mughayyid Bukti Pengetahuan Tinggi Masyarakat Asir
Lebih dari sekadar teknik bertani, terasering batu ini mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam yang telah terjalin selama ribuan tahun. Masyarakat Asir tidak hanya memanfaatkan lahan secara efisien, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar dengan cara yang berkelanjutan.
Selain itu, sistem irigasi mughayyid yang rumit menunjukkan betapa masyarakat kuno ini memiliki pengetahuan mendalam tentang hidrologi dan teknik sipil. Mereka mampu mengelola air hujan yang melimpah selama musim basah. Dan mengarahkannya secara tepat ke lahan pertanian tanpa merusak struktur terasering.
Warisan budaya ini juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda di Asir, yang terus melestarikan dan mengembangkan teknik ini sebagai bagian dari identitas mereka. Pemerintah dan berbagai lembaga juga mulai memberikan perhatian lebih untuk melindungi dan mempromosikan warisan ini sebagai bagian dari pariwisata budaya dan pendidikan.
Dengan segala keunikan dan nilai sejarahnya, terasering batu di Asir bukan hanya sebuah teknik pertanian. Tetapi menjadi simbol ketahanan dan inovasi. Serta menjadi kebanggaan masyarakat yang telah bertahan menghadapi tantangan alam selama berabad-abad.
Baca juga: Pertanian Tradisional di Asir: Warisan Tradisi yang Ramah Lingkungan
Referensi:
- Arab News (2025). Ancient terrace farming technique shapes Asir’s agricultural heritage. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2600267/saudi-arabia.