Percetakan dan Penerbitan pada Masa Pemerintahan Raja Abdulaziz dimulai di kota Makkah Al-Mukarramah, Madinah Al-Munawwarah, dan Jeddah dalam skala terbatas. Gerakan ini berfokus pada pencetakan surat kabar yang diterbitkan pada masa itu, di samping buku-buku sastra dan agama.
Masa pemerintahan Raja Abdulaziz menjadi saksi dimulainya organisasi sektor percetakan. Beliau juga tertarik untuk mencetak dan menerbitkan buku dengan biaya sendiri, baik di dalam maupun di luar negeri.
Awal Mula Industri Percetakan di Hijaz Sebelum Berdirinya Kerajaan Arab Saudi
Jazirah Arab telah mengenal percetakan dalam skala terbatas sebelum penyatuan Arab Saudi. Sebuah percetakan resmi didirikan di Makkah Al-Mukarramah pada tahun 1883. Percetakan ini mencetak kalender resmi Negara Hijaz, serta buku-buku warisan dan budaya. Selain itu, mereka juga menerbitkan teks dan tafsir yang dipelajari di Masjidil Haram, bersama dengan surat kabar Hijaz dan Syams Al-Haqiqah.
Pada tahun 1909, Majid Al-Kurdi mendirikan sebuah percetakan di Makkah al-Mukarramah, yang kemudian diwariskan kepada putra-putranya, bersama dengan percetakan-percetakan swasta kecil lainnya. Pada tahun yang sama, Percetakan Al-Islah didirikan di Kota Jeddah. Di percetakan inilah surat kabar mingguan Al-Islah Al-Hejazi dicetak.
Konsolidasi dan Modernisasi Percetakan di Masa Raja Abdulaziz
Percetakan pemerintah (Percetakan Amiriyah) di Makkah Al-Mukarramah diperbarui pada masa pemerintahan Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud. Pemerintah Saudi membeli sejumlah percetakan swasta kecil.
Percetakan-percetakan kecil tersebut kemudian digabungkan dengan percetakan pemerintah. Langkah ini mendirikan Percetakan Umm Al-Qura, yang kemudian disebut Percetakan Pemerintah. Percetakan ini digunakan untuk mencetak keputusan dan arahan pemerintah. Beberapa karyawannya juga dikirim ke Mesir untuk dilatih dalam bidang percetakan.
Percetakan lain juga didirikan di Makkah Al-Mukarramah, termasuk Percetakan Al-Majidiyah dan Percetakan Al-Arabiyah. Di Madinah Al-Munawwarah, sebuah percetakan yang diimpor dari Mesir didirikan pada tahun 1936. Pada saat itu, Jeddah memiliki tiga percetakan: Percetakan Perusahaan Arab, Percetakan Oriental, dan Percetakan Al-Fath.
Kebijakan dan Regulasi Penerbitan di Era Raja Abdulaziz
Masa pemerintahan Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud menyaksikan penerbitan dua undang-undang penerbitan, yang pertama pada tahun 1928 dan yang kedua pada tahun 1939. Raja Abdulaziz juga memerintahkan pembebasan bea cukai impor kertas dan peralatan untuk percetakan di Makkah Al-Mukarramah, Jeddah, dan Madinah Al-Munawwarah.
Gerakan Pencetakan Buku Agama dan Turats di Era Raja Abdulaziz
Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud mensponsori pencetakan buku-buku sastra, agama, dan turats, serta buku-buku tafsir Al-Qur’an. Beliau menerbitkannya dengan biaya sendiri di dalam dan luar negeri, yang mencakup dunia Arab dan Islam. Buku-buku ini dicetak di Percetakan Umm Al-Qura dan Percetakan Salafi di Makkah Al-Mukarramah. Selain itu, pencetakan juga dilakukan di India, Mesir, dan Syam selama periode 1917 hingga 1954.
Jumlah buku yang dicetak selama periode ini mencapai sekitar seratus, dengan total edisi seratus ribu eksemplar. Beberapa buku berbahasa selain bahasa Arab, seperti Hindi dan Jawa, dan beberapa lainnya merupakan edisi yang telah diverifikasi secara ilmiah. Raja Abdulaziz sangat ingin memastikan bahwa buku-buku ini sampai kepada para mahasiswa Fakultas Syariah. Beliau pun mendistribusikan buku-buku tersebut secara gratis.
Di antara buku-buku tersebut adalah: Sejarah Ibnu Ghannam (Rawdat Al-Afkar Wal-Afham bimurtad Hal Al-Imam), Diwan ‘Uqud Al-Jawahir Al-Munadhdhamah Al-Hisan karya Suleiman Bin Sahman, dan karya Ibnu Sahman lainnya seperti Al-Sawa‘iq Al-Mursalah Al-Shihabiyah ‘Ala Al-Shubuhat Al-Dahidah Al-Shamiyah. Juga, Riwayat Ibnu Katsir (Al-Bidayah Wal-Nihayah) empat belas jilid, Al-Mughani karya Abdullah Bin Qudamah, Al-Sharh Al-Kabir karya Abdulrahman Bin Qudamah, Tafsir Al-Hafiz Ibnu Katsir, Rawdat Al-Muhibbin Wa Nuzhat Al-Mushtaqin karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah, Dzikra Al-Kashshafah Al-‘Iraqiyyah (Haji tahun 1935), Kitab Al-Tawhid Wa Ithbat Sifat Al-Rabb karya Ibnu Khuzaymah, terbit tahun 1935, Al-Shari’ah karya Abu Bakr Bin Mohammed Bin Al-Hasan Al-Ajurri, dicetak tahun 1950, dan Majmu’at Al-Tauhid.
Sumber: Saudipedia. (n.d.). Printing and publishing during the reign of King Abdulaziz. Saudipedia. Diakses pada 6 November 2025, dari https://saudipedia.com/en/article/4877/history/history-of-the-kingdom-of-saudi-arabia/printing-and-publishing-during-the-reign-of-king-abdulaziz