Di sebelah selatan Gunung Uhud, terdapat sebuah gunung kecil yang menjadi saksi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Islam. Lokasi ini terkait sangat erat dengan biografi Nabi Muhammad sehingga dianggap sebagai landmark sejarah yang penting.
Gunung ini sebelumnya lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Gunung Aynayn. Namun sekarang, tempat tersebut lebih populer dengan sebutan Jabal Rumat atau Gunung Pemanah. Penamaan ini merujuk pada momen krusial dalam Perang Uhud ketika Nabi Muhammad menempatkan 50 pemanah Muslim di atas puncaknya. Nabi Muhammad memposisikan mereka di sana secara khusus untuk menjaga garis pertahanan dan memberikan instruksi tegas kepada mereka.
“Jangan tinggalkan posisi kalian. Jika kalian melihat kita menang atas mereka, jangan tinggalkan. Tetapi jika kalian melihat mereka menang atas kita, jangan datang membantu kita.”
Tragedi di Balik Kemenangan: Ketika Ketaatan Menjadi Ujian
Instruksi Nabi Muhammad kepada para pemanah di Jabal Rumat sangatlah jelas dan tegas. Beliau menekankan bahwa mereka sama sekali tidak boleh meninggalkan pos tersebut dalam keadaan apa pun. Namun, ketika tanda-tanda kemenangan mulai muncul di medan perang, sebagian besar pemanah justru memutuskan untuk turun.
Khalid bin al-Walid, yang saat itu belum memeluk Islam, melihat celah tersebut dengan kecerdasan militernya yang tajam. Ia segera memanfaatkan kesempatan itu untuk mengepung pasukan Muslim dari balik gunung dan melancarkan serangan balik yang tak terduga.
Seketika jalannya pertempuran berbalik arah, hingga kegembiraan atas kemenangan awal berubah menjadi tragedi dan kerugian besar. Peristiwa memilukan ini menjadi momen berharga bagi kaum Muslim untuk belajar tentang betapa pentingnya nilai ketaatan dan disiplin.
Menikmati Panorama Sejarah dari Puncak Gunung Uhud
Saat ini, para pengunjung dapat mendaki ke puncak gunung untuk menikmati pemandangan panorama Lapangan Para Syuhada Uhud yang memukau. Dari ketinggian tersebut, berbagai landmark bersejarah yang sakral akan terlihat dengan sangat jelas.
Di kawasan ini terdapat Pemakaman Para Syuhada Uhud yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi 70 sahabat Nabi Muhammad. Selain itu, berdiri pula Masjid Sayyid al-Syuhada yang megah sebagai bagian dari fasilitas bagi para peziarah. Masjid tersebut dibangun oleh Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1438 H atau 2017 M dengan sentuhan desain arsitektur Islam yang khas.
Gunung Uhud sendiri tetap berdiri kokoh hingga kini sebagai bukti nyata dari peristiwa Pertempuran Uhud yang agung dalam sejarah.
Baca juga: Wujudkan Haji Sehat, Ini Aturan Batas Waktu Vaksinasi dari Kemenkes Saudi
Sumber: Nusuk. جبل الرماة. Diakses pada 6 Mei 2026, dari https://www.nusuk.sa/place/1204