Conference of the Parties 16th (COP16) di Riyadh, yang merupakan penyelenggaraan ke-16 konferensi yang diadakan secara periodik oleh United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD), resmi ditutup pada hari Jumat, 13 Desember 2024. Pertemuan yang berlangsung selama 12 hari ini menghasilkan sejumlah keputusan penting dan komitmen baru dalam upaya global untuk mengatasi degradasi lahan dan desertifikasi atau penggurunan.
Sebagai tuan rumah, Arab Saudi memainkan peran kunci dalam mendorong agenda ambisius untuk restorasi lahan dan perlindungan lingkungan. Negara ini menegaskan kembali komitmennya terhadap Saudi Green Initiative yang bertujuan mengubah 30% lahan Arab Saudi menjadi cagar alam, menanam 10 miliar pohon, dan merestorasi 40 juta hektare lahan yang terdegradasi.

Salah satu hasil utama COP16 adalah menyerukan peningkatan investasi global dalam restorasi lahan dan pengelolaan berkelanjutan. Hal ini menekankan pentingnya kemitraan publik-swasta dan peran teknologi inovatif dalam memerangi desertifikasi. Para peserta konferensi juga menyepakati target baru untuk mencapai Land Degradation Neutrality (LDN) pada tahun 2030. Target ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB dan akan memerlukan upaya bersama dari semua negara anggota UNCCD.
Osama Ibrahim Faqeeha, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Arab Saudi, menyatakan, “COP16 telah memperkuat komitmen global untuk melindungi lahan kita. Ini bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang pembangunan berkelanjutan dan masa depan kita bersama.” Konferensi ini juga menyoroti keberhasilan proyek-
proyek restorasi lahan di Arab Saudi, seperti Proyek Al Baydha, yang telah berhasil meregenerasi lahan gurun dan meningkatkan kehidupan masyarakat lokal. Keberhasilan ini dianggap sebagai model yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan kondisi serupa.
Dalam kaitannya dengan Saudi Vision 2030, hasil COP16 memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pemimpin dalam upaya keberlanjutan lingkungan di kawasan Timur Tengah. Saudi Vision 2030, yang diluncurkan pada tahun 2016, merupakan strategi jangka panjang untuk mendiversifikasi ekonomi dan beralih menuju masa depan rendah karbon. Saudi Green Iniative dan Middle East Green Initiative, yang merupakan bagian integral dari Saudi Vision 2030, mendapatkan dukungan luas dari komunitas internasional selama COP16. Kedua inisiatif ini bertujuan untuk menanam total 50 miliar pohon, yang mewakili 5% dari target penghijauan global.
COP16 juga menekankan peran National Center for Vegetation Cover & Combating Desertification of Saudi Arabia dalam implementasi program penanaman 10 miliar pohon. Pusat ini, yang didirikan pada tahun 2019, memimpin upaya nasional dalam pengelolaan berkelanjutan vegetasi alami dan penanggulangan desertifikasi. Selama konferensi, Arab Saudi juga mempromosikan Inisiatif Lahan Global G20, yang bertujuan untuk mengurangi degradasi lahan hingga 50% pada tahun 2040. Inisiatif ini, yang diluncurkan bersama negara-negara G20 dan UNCCD, mendapatkan dukungan tambahan dari negara-negara peserta.
Para ahli lingkungan menyambut baik hasil COP16, namun juga mengingatkan bahwa implementasi yang efektif akan menjadi kunci. Dr. Éliane Ubalijoro, CEO Pusat Penelitian Kehutanan Dunia dan World Agroforestry (CIFOR-ICRAF), menekankan pentingnya pemantauan kesehatan tanah dalam mencapai target Netralitas Degradasi Lahan. The Land Degradation Surveillance Framework (LDSF), yang telah diimplementasikan di lebih dari 45 negara, diharapkan akan memainkan peran penting dalam melacak kemajuan upaya restorasi lahan global.
Penutupan COP16 juga menandai momentum penting menjelang Expo 2030 yang akan diselenggarakan di Riyadh. Dengan tema “The Era of Change: Together for a Foresighted Tomorrow,” Expo 2030 diharapkan dapat memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pemimpin dalam inovasi keberlanjutan.
Sebagai penutup, COP16 UNCCD di Riyadh telah berhasil memperkuat komitmen global untuk memerangi desertifikasi dan degradasi lahan. Bagi Arab Saudi, konferensi ini menjadi ajang untuk menunjukkan kepemimpinannya dalam upaya keberlanjutan lingkungan dan memperkuat posisinya dalam mencapai tujuan Saudi
Vision 2030. Tantangan ke depan akan terletak pada implementasi efektif dari komitmen-komitmen yang telah dibuat, yang akan memerlukan kerjasama erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil.
Daftar referensi:
- UNCCD. (2024). UNCCD 16th session of the Conference of the Parties Diambil dari https://www.unccd.int/cop16
- Henry D. (2024). Apa yang bisa kita harapkan dari COP16 UNCCD di Arab Saudi?. Diambil dari https://forestsnews.cifor.org/90447/apa-yang-dapat-kita-harapkan-di-unccdat-cop16-di-arab-saudi-2
1 thought on “Menghijaukan Lahan Tandus : Kisah Sukses Arab Saudi yang Menginspirasi Dunia di COP16”