Masjid Al-Zarqa merupakan bangunan keagamaan bersejarah yang terletak di kota tua Tharmada, Kegubernuran Marat, Provinsi Riyadh. Didirikan pada paruh kedua abad ke-19, masjid ini menjadi salah satu warisan arsitektur penting di wilayah tersebut.
Lokasinya sangat strategis karena berada di sepanjang jalan utama yang menghubungkan wilayah tersebut menuju Kegubernuran Shaqra. Secara geografis, situs bersejarah ini berjarak sekitar 5,5 km dari pusat Kegubernuran Marat.
Sejarah Pembangunan dan Estafet Kepemimpinan Masjid Al-Zarqa
Pembangunan Masjid Al-Zarqa dilakukan pada masa kepemimpinan Imam Faisal Bin Turki selama era Negara Saudi Kedua. Proyek ini berlangsung dalam rentang waktu yang signifikan antara tahun 1843 hingga 1866. Arsitektur masjid ini sangat istimewa karena mengusung desain tradisional khas wilayah Najdi yang autentik. Keunikan desain tersebut menjadikannya salah satu bangunan warisan budaya yang paling terkemuka di wilayahnya. Sejak pertama kali didirikan, pintu masjid ini selalu terbuka untuk memfasilitasi ibadah salat bagi masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, masjid ini dibangun kembali atas instruksi langsung dari Raja Abdulaziz Bin Abdulrahman Al Saud. Proses renovasi tersebut mencakup perluasan area bangunan guna menampung jumlah jamaah yang lebih banyak. Sejarah spiritual masjid ini juga diwarnai oleh dedikasi para imam ternama seperti Ibrahim Abdullah al-Anqari dan Abdulrahman Mohammed al-Muqrin. Selain itu, sosok muazin seperti Abdullah al-Qasim dan Abdulkarim Abdullah al-Shaalan turut berjasa dalam mengumandangkan azan di sana.
Konstruksi, Tata Ruang, dan Inisiatif Revitalisasi Nasional
Konstruksi utama Masjid Al-Zarqa menggunakan material alami berupa lumpur dan batu yang sangat kokoh. Bagian atapnya diperkuat dengan kayu tamaris serta anyaman pelepah palem sesuai tradisi arsitektur setempat. Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 326 meter persegi. Kapasitas ruangannya mampu menampung hingga sekitar seratus jamaah dalam satu waktu. Struktur interior masjid terbagi secara fungsional menjadi beberapa ruang utama, termasuk ruang salat dan halaman terbuka.
Fasilitas pendukungnya meliputi tempat berwudhu bawah tanah yang unik serta beberapa area wudhu lainnya. Di area tersebut juga tersedia sumur, baskom air, dan kamar mandi untuk kenyamanan para pengunjung. Keunikan arsitekturnya terlihat pada menara berbentuk persegi yang menjulang setinggi 11,29 meter. Akses masuk ke dalam masjid dapat dilalui melalui dua pintu berbeda yang terletak di sisi timur laut dan bagian utara.
Dalam perkembangannya, masjid ini telah menjalani proses rekonstruksi dan modernisasi secara menyeluruh. Upaya ini mencakup peningkatan fasilitas serta perluasan area guna meningkatkan kapasitas daya tampung jamaah. Renovasi ini merupakan bagian dari Proyek Mohammed Bin Salman untuk Pengembangan Masjid Bersejarah. Inisiatif tersebut bertujuan untuk memulihkan dan merehabilitasi masjid-masjid kuno di berbagai provinsi Kerajaan Arab Saudi. Proyek besar ini resmi diluncurkan pada tahun 2018 di bawah arahan langsung Yang Mulia Putra Mahkota Mohammed Bin Salman.
Sumber: Saudipedia. (n.d.). Al-Zarqa Mosque. Diperoleh pada 12 Februari 2026, dari https://saudipedia.com/en/al-zarqa-mosque