Mas’a adalah jalan setapak yang membentang antara Safa dan Marwah, yang terletak di sebelah timur Masjidil Haram. Peribadahan ini merupakan bagian penting dari ibadah haji dan umrah sebagaimana diperintahkan Allah dalam Kitab Suci-Nya.
Safa dan Marwah adalah dua bukit kecil yang mengelilingi Masjidil Haram, tempat Sa’i dimulai di Safa dan berakhir di Marwah dalam tujuh putaran.
Keimanan Hajar dalam Ritual Sa’i antara Safa dan Marwah
Sa’i antara Safa dan Marwah merupakan ibadah yang mengingatkan kita akan keimanan Hajar yang begitu mendalam. Ia berlari mencari air untuk putranya, Ismail, di sebuah lembah tandus tanpa tumbuhan dan tanpa sumber air.
Dalam situasi itu, ia tetap memegang keyakinan teguh bahwa Allah tidak akan meninggalkannya. Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya, melalui Ibnu Abbas, detail peristiwa mengharukan ini.
Letak dan Karakteristik Bukit Safa dan Marwah
Safa: Terletak di selatan Masjidil Haram dekat “Pintu Safa”, tempat ini merupakan tempat yang tinggi, dengan panjang enam meter dan lebar tiga meter, yang dapat diakses melalui empat anak tangga.
Marwah: Terletak di timur laut Masjidil Haram di Gunung Qaiqan, dapat diakses melalui lima anak tangga yang terhubung ke sebuah teras.
Evolusi dan Peningkatan Jalur Sa’i dari Masa Khalifah hingga Proyek Modern Kerajaan Saudi
Selama berabad-abad, jalur Sa’i tetap berupa jalan tanah tanpa perbaikan berarti. Pada masa kekhalifahan Abu Ja’far al-Mansur, anak tangga mulai dibangun untuk memudahkan pendakian Safa dan Marwah. Pembangunan ini menjadi langkah awal perbaikan fisik jalur Sa’i.
Setelah itu, jalur tersebut diperbaiki dan diaspal agar pelaksanaan ritual semakin mudah. Kemungkinan besar orang pertama yang meratakan dan mengaspal jalur Sa’i adalah Khalifah Muhammad al-Mahdi. Ia memperluas Masjidil Haram secara besar-besaran dari segala sisi dan mengawasi langsung pekerjaan para insinyur serta pekerja. Para penguasa setelahnya terus memelihara jalur Sa’i sesuai kebutuhan di masanya.
Pada tahun 1345 H, Raja Abdul Aziz Al Saud, semoga Allah merahmatinya, memerintahkan pengaspalan jalur Sa’i dengan batu persegi untuk memudahkan Sa’i.
Di tahun 1366 H, kanopi yang membentang dari Safa hingga Marwah diperbarui untuk memberikan keteduhan. Proyek Pembangunan Jalur Sa’i: Pada tahun 1375 H, proyek perluasan Masjidil Haram dan jalur Sa’i dimulai untuk memudahkan pergerakan jemaah haji.
Perkembangan dan Renovasi Jalur Sa’i dari Masa Kekhalifahan hingga Era Kerajaan Saudi
Lengkung Marwah yang retak dihancurkan pada tahun 1376 H, dan Lengkung Safa pada tahun 1377 H, untuk membangun kembali anak tangganya.
Jalur Sa’i terus berkembang di Kerajaan, dengan fasilitas modern seperti AC dan kanopi canggih yang memberikan kenyamanan bagi jemaah haji. Sistem logistik ditingkatkan untuk memudahkan pergerakan dan mengatur Sa’i, sehingga area tersebut dapat menampung banyak jemaah dengan aman dan nyaman.
Baca juga: Menguak Sistem Silo Kuno Asir: Lumbung Pangan Sekaligus Pusat Keuangan Sosial
Sumber:General Authority for the Care & Management of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque. (n.d.). The S’ai area . Retrieved from https://alharamain.gov.sa/public/?page=safa‑marwa‑en