Musim dingin selalu membawa suasana berbeda di Arab Saudi. Udara yang lebih sejuk, malam yang lebih panjang, dan momen berkumpul bersama keluarga membuat masyarakat mencari sesuatu yang mampu menghangatkan tubuh sekaligus menghadirkan nostalgia. Dari minuman tradisional hingga hidangan klasik lintas wilayah, “kuliner di musim dingin” menjadi bagian penting dari budaya dan kenikmatan musim ini.
Artikel ini merangkum berbagai minuman dan makanan hangat dari sumber-sumber terpercaya, kemudian menyusunnya menjadi panduan lengkap bagi para pencinta kuliner musim dingin di Arab Saudi.
Minuman Hangat Favorit: Dari Sahlab hingga Karak
Musim dingin di Saudi identik dengan secangkir minuman panas yang kaya rempah dan rasa. Salah satu yang paling populer adalah Sahlab, minuman manis berbahan susu dan bubuk sahlab yang menghasilkan tekstur lembut dan mengenyangkan. Banyak keluarga menambahkan kacang sebagai topping untuk memperkaya rasa.

Tak kalah populer, Karak Tea menjadi pilihan utama bagi mereka yang menyukai teh kuat dengan sentuhan rempah seperti kapulaga, saffron, kayu manis, hingga cengkih. Rasanya yang manis dan aromatik membuatnya cocok dinikmati di pagi hari atau saat malam dingin di Riyadh dan Jeddah.
Dari Yaman, hadir Adani Tea, teh susu dengan rempah yang mirip karak namun memiliki karakter rasa lebih lembut dan creamy. Sementara itu, Qishr, minuman tradisional Yaman berbahan kulit kopi, jahe, dan kayu manis, menjadi pilihan bagi mereka yang ingin kehangatan alami tanpa rasa pahit kopi.

Bagi pencinta minuman herbal, teh jahe selalu menjadi andalan. Selain menghangatkan tubuh, jahe dikenal membantu meredakan mual dan peradangan, menjadikannya minuman musim dingin yang menyehatkan.
Susu Rempah: Saffron Milk dan Haleeb Ma’ Hal
Susu hangat dengan rempah menjadi bagian penting dari tradisi kuliner musim dingin di banyak wilayah Saudi. Saffron milk, misalnya, bukan hanya lezat tetapi juga dipercaya membantu meredakan gejala flu ringan. Cukup dengan susu, saffron, dan sedikit gula, minuman ini menjadi penghangat tubuh yang sederhana namun elegan.

Ada pula Haleeb Ma’ Hal, susu dengan kapulaga yang aromanya menenangkan. Minuman ini mudah dibuat dan populer di seluruh wilayah Arab Saudi, terutama saat malam hari.
Sup Hangat: Dari Fareek hingga Shorbat Hob
Selain minuman, sup menjadi hidangan wajib ketika suhu mulai turun. Fareek Soup, sup gandum dengan ayam, wortel, dan rempah, menawarkan kehangatan sekaligus nutrisi lengkap. Teksturnya yang lembut membuatnya cocok untuk segala usia.

Ada juga Shorbat Hob, sup gandum klasik yang rendah kalori namun kaya protein dan serat. Hidangan ini telah menjadi makanan pokok di banyak budaya Timur Tengah dan sangat populer selama musim dingin.

Untuk pilihan internasional, Chicken Oats Soup dan vegetable soup menjadi alternatif sehat yang tetap mengenyangkan. Keduanya mudah dibuat dan dapat disesuaikan dengan berbagai bahan tambahan sesuai selera.
Hidangan Tradisional Musim Dingin dari Berbagai Wilayah Saudi
Setiap wilayah di Arab Saudi memiliki hidangan khas musim dingin yang diwariskan turun-temurun. Di wilayah barat, terutama Jeddah dan Makkah, keluarga biasanya menyiapkan ikan goreng dengan nasi lentil (ma’doos) saat hujan pertama turun. Tradisi ini dipercaya membawa kehangatan dan keberkahan.
Di Taif, hidangan paling terkenal adalah Saleeg, nasi lembut yang dimasak dengan kaldu dan susu, disajikan bersama ayam atau daging. Teksturnya yang creamy membuatnya menjadi comfort food sejati saat cuaca dingin.
Wilayah selatan seperti Asir memiliki hidangan berbahan dasar gandum dan kurma, seperti fattah dan asida, yang mengenyangkan dan memberikan energi ekstra untuk menghadapi udara pegunungan yang dingin.

Sementara itu, wilayah Al-Qassim dikenal dengan hidangan berbahan gandum seperti matazeez, margoog, dan haneeny—hidangan manis dari campuran barley, kurma, dan margarin yang sangat populer saat musim dingin.
Mengapa Kuliner Musim Dingin Begitu Istimewa?
Musim dingin di Saudi bukan hanya soal cuaca, tetapi juga soal kebersamaan. Hidangan hangat menjadi simbol keakraban, tradisi, dan identitas budaya. Setiap minuman dan makanan memiliki cerita, aroma, dan rasa yang menghubungkan generasi. Dari secangkir karak hingga semangkuk saleeg, kuliner musim dingin menghadirkan pengalaman yang tak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga hati.
Baca juga: Budaya dan Cita Rasa Kuliner Madinah
Referensi:
- Arab News. (2021). 6 winter drinks to try this season. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/1989431/6-winter-drinks-try-season%C2%A0.
- Destination. (2023). Warm Up, Best Winter Eats and Drinks. Diambil dari https://destinationksa.com/en/warm-up-best-winter-eats-and-drinks/.
- Radwan, M.J. (2016). Warming winter food for a colder Kingdom. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/1028291/food-health.