King Faisal Specialist Hospital and Research Centre (KFSH) di Jeddah berhasil meraih Global Patient Safety Award 2026 dari Joint Commission International (JCI). Penghargaan bergengsi tersebut diraih untuk kategori Organisasi Layanan Kesehatan. Pencapaian ini terasa istimewa karena 2026 merupakan tahun pertama penghargaan tersebut diselenggarakan.
KFSH Jeddah dianugerahi penghargaan ini atas inovasi Safe Transport Evaluation Protocol (STEP). Protokol STEP dikembangkan oleh unit Layanan Ambulans rumah sakit untuk mengelola transisi perawatan pasien yang berisiko tinggi.
KFSH Jeddah berhasil terpilih dari lebih dari 250 pengajuan yang masuk. Seluruh pendaftar tersebut berasal dari organisasi serta otoritas kesehatan nasional di 32 negara. Keberhasilan ini membuat KFSH Jeddah menjadi satu dari hanya tiga pemenang di tingkat global untuk kategori tersebut.
Inovasi Layanan Ambulans yang Sukses Pangkas Angka Kunjungan UGD hingga 9%
Protokol ini berawal dari pengamatan langsung tim Layanan Ambulans di lapangan. Tim menemukan bahwa sejumah pasien kembali ke UGD dalam waktu tujuh hari setelah dipindahkan atau dipulangkan. Masalah tersebut dipicu oleh perawatan pasien yang belum tuntas sebelum ditinggalkan.
Selain itu, ada penurunan kondisi pasien yang tidak terdeteksi setelah instruksi pemulangan diberikan. Penyebab lainnya adalah adanya hasil pemeriksaan yang tidak disertakan dalam rencana perawatan pasien. Sejak protokol ini diterapkan, angka kunjungan kembali ke UGD dalam tujuh hari berhasil turun dari 24% menjadi 9%.
Peran Aktif Paramedis dan Koordinasi Tim dalam Menjaga Keselamatan Pasien
Rumah sakit merancang ulang sistem transportasi pasien sebagai lini pertahanan terakhir bagi keselamatan pasien, bukan sekadar langkah logistik. Paramedis meninjau rekam medis elektronik pasien setiap kali ada permintaan transportasi.
Mereka juga melakukan penilaian klinis secara independen terhadap kondisi pasien. Catatan serah terima dan hasil pemeriksaan diagnostik ikut diperiksa secara teliti.
Selain itu, paramedis mempertimbangkan masukan dari pendamping serta keluarga tepat sebelum proses pemindahan dilakukan.
Pentingnya Koordinasi Tim dalam Pemindahan Pasien
Direktur Layanan Medis Penunjang, Hanadi Al Salmi, memberikan penjelasan terkait penghargaan tersebut. Beliau menyatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen kuat KFSH dalam meningkatkan keselamatan pasien.
Upaya keselamatan ini diterapkan pada setiap tahapan perawatan, termasuk saat proses pemindahan pasien antarunit medis. Peningkatan keselamatan tersebut dicapai melalui penguatan koordinasi serta komunikasi di antara seluruh tim yang terlibat.
Kriteria Penilaian Ketat dan Deretan Prestasi Internasional KFSH di 2026
Penghargaan ini ditujukan bagi organisasi layanan kesehatan di luar Amerika Serikat. Penerimanya adalah lembaga yang menunjukkan keunggulan dalam memajukan layanan aman dan berkualitas tinggi.
Seluruh pengajuan dinilai langsung oleh panel internasional yang terdiri dari ahli keselamatan pasien. Penilaian didasarkan pada kriteria inovasi, efektivitas, skalabilitas, dan keberlanjutan. Kriteria lainnya mencakup kemampuan program untuk diterapkan di organisasi lain. Prinsip-prinsip evaluasi tersebut memang telah menjadi acuan utama sejak perancangan protokol STEP.
KFSH berhasil menempati peringkat pertama di wilayah Timur Tengah dan Afrika pada tahun 2026. Di tingkat global, KFSH berada di peringkat ke-12 di antara 250 pusat medis akademik terbaik dunia.
Brand Finance menobatkan institusi ini sebagai merek layanan kesehatan paling bernilai di Arab Saudi dan Timur Tengah tahun 2026. Majalah Newsweek memasukkan KFSH ke dalam daftar Rumah Sakit Terbaik Dunia dan Rumah Sakit Pintar Terbaik Dunia 2026. Rumah sakit ini juga berhasil masuk ke dalam jajaran Rumah Sakit Spesialis Terbaik Dunia 2026 versi Newsweek.
Baca juga: Masjidil Haram Perkuat Kesiapan Sukarelawan Perempuan Demi Maksimalkan Layanan Jamaah
Sumber: Saudi Press Agency. (2026, October 11). KFSH Jeddah wins JCI Global Patient Safety Award. https://www.spa.gov.sa/en/N2698538