Ilustrasi Kerajinan Tangan Warisan Arab Saudi (Sumber: Ministry of Culture)
Arab Saudi resmi menetapkan tahun 2025 sebagai “Tahun Kerajinan Tangan”, sebuah langkah strategis yang menandai kebangkitan warisan budaya sebagai kekuatan ekonomi dan identitas nasional. Inisiatif ini dipimpin oleh Kementerian Kebudayaan dan didukung langsung oleh Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, sejalan dengan visi ambisius Saudi Vision 2030.
Tujuan Utama: Melestarikan, Memberdayakan, dan Menyebarluaskan
Program ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan visibilitas kerajinan tangan lokal di tingkat nasional dan internasional
- Memberikan pelatihan, pendanaan, dan platform bisnis bagi para pengrajin
- Menjadikan kerajinan tangan sebagai pilar ekonomi kreatif dan kebanggaan budaya Saudi
Ragam Kerajinan Tangan yang Diangkat
Beragam warisan kerajinan tangan dari berbagai wilayah akan menjadi sorotan utama:
- Tenun Sadu
Teknik tenun tradisional khas komunitas Bedouin, menggunakan rambut unta, wol kambing, atau bulu domba. Pola geometris dibuat dengan tangan dengan alat tenun, dan pewarna berasal dari bahan alami seperti henna dan saffron. Diakui oleh UNESCO dan terus dikembangkan dalam desain modern.
- Keramik dan Gerabah
Warisan kuno dari wilayah Hejaz dan Timur, di mana tanah liat dibentuk menjadi vas, piring, dan elemen arsitektur. Kini dikombinasikan dengan desain kontemporer dan kewirausahaan, seperti dalam proyek Herfah.
- Anyaman Daun Kurma (Khoos)
Menggunakan pelepah kurma kering untuk membuat keranjang, nampan, kipas, dan tas. Praktik ini berakar dari kebutuhan sehari-hari dan mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam.
- Perhiasan Tradisional & Kerajinan Emas
Setiap wilayah memiliki gaya khas: perak mendominasi di selatan, teknik rumit di Makkah dan Jeddah, dan warisan emas di Al Ahsa dan Qatif. Prosesnya melibatkan peleburan dan pembentukan manual, diwariskan lintas generasi.
- Ukiran Kayu & Pintu Tradisional
Khas wilayah Najd, dengan motif bunga dan geometris yang diukir pada pintu dan furnitur. Kini diajarkan di institusi seni seperti Royal Institute of Traditional Arts, dan digunakan dalam dekorasi rumah serta bangunan publik.
- Kerajinan Kulit
Di Najran, kulit diolah menjadi sabuk, tas, dan wadah tradisional seperti mezab dan zamalah. Produk ini kini dikemas ulang dalam koleksi modern dengan warna dan pola baru, dan didukung oleh pelatihan serta pemasaran nasional.
- Sulaman Zari
Sulaman benang emas yang digunakan pada pakaian tradisional seperti bisht dan Kiswa. Prosesnya sangat detail dan bisa memakan waktu berminggu-minggu. Kiswa Ka’bah adalah contoh paling ikonik, disulam setiap tahun oleh tim khusus.

Dukungan Pemerintah & Platform Global
Kementerian Kebudayaan bersama lembaga seperti Cultural Development Fund dan Heritage Commission telah meluncurkan berbagai program. Mulai dari pendanaan dan pelatihan bisnis untuk pengrajin, pusat dokumentasi, pelatihan teknis, dan fasilitasi untuk pameran internasional.
Kerajinan Tangan sebagai Diplomasi Budaya
Menurut Menteri Kebudayaan, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan, kerajinan tangan bukan sekadar produk, melainkan ekspresi kreativitas masyarakat Saudi yang telah diwariskan lintas generasi. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini akan memperkuat identitas nasional dan memperkenalkan keunikan budaya Saudi ke dunia.
Baca juga: Langkah Cerdas, Promosi Kebudayaan di Jalanan Arab Saudi
Referensi:
- Soul of Saudi. (2025). Celebrating the Artisans | Saudi Arabia Names 2025 the Year of Handicrafts. Diambil dari https://soulofsaudi.com/saudi-arabia-2025-the-year-of-handicrafts/.
- Ministry of Culture. (2025). The Year of Handicrafts. Diambil dari https://www.moc.gov.sa/en/Modules/Pages/Cultural-Years/Year-of-Handicraft.
- SPA. (2024). Minister of Culture Commends the Cabinet’s Approving to Name 2025 the ‘Year of Handicrafts’. Diambil dari https://www.spa.gov.sa/en/N2173249.