Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional (5 Juni 2025), dunia menyoroti upaya pelestarian alam, khususnya keanekaragaman hayati. Dan NEOM di Arab Saudi muncul sebagai contoh nyata transformasi ekologi di kawasan gurun. Proyek mega-kota masa depan ini bukan hanya berfokus pada teknologi dan keberlanjutan, tetapi juga mengembalikan kehidupan alam yang sempat hilang.
Kolaborasi NEOM dan Organisasi Lainnya
Melalui Program Hadad, NEOM bekerja sama dengan Saudi Falcons Club dan berbagai lembaga nasional, berupaya mengembalikan populasi elang asli seperti lanner dan barbary ke habitat aslinya. Langkah ini tidak hanya melestarikan burung elang, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi falconry yang telah menjadi bagian identitas Arab Saudi selama berabad-abad.

Keanekaragaman Hayati di NEOM
Wilayah NEOM, yang membentang dari puncak gunung hingga pantai Laut Merah, ternyata menyimpan keragaman hayati luar biasa. Berbagai satwa seperti oryx, ibex, gazelle, hingga predator besar seperti cheetah dan macan tutul pernah mendiami kawasan ini. Dan kini, NEOM berambisi memulihkan ekosistem itu dengan memperkenalkan kembali lebih dari seribu hewan yang dulu punah secara lokal.

Cagar Alam NEOM, yang akan mencakup 95 persen wilayah proyek, menjadi salah satu zona konservasi terbesar di dunia. Dan melalui inisiatif seperti Saudi Green Initiative, Arab Saudi menargetkan penanaman miliaran pohon dan pengurangan emisi. Hal ini membuktikan bahwa pembangunan modern dan pelestarian alam bisa berjalan seiring.
Penggunaan Teknologi dalam Upaya Konservasi
Program konservasi ini juga didukung oleh teknologi pemantauan modern dan kolaborasi luas, memastikan spesies yang dilepasliarkan bisa bertahan dan berkembang biak. Bahkan, generasi baru elang barbary diperkirakan segera menetas di NEOM, menandai keberhasilan awal rewilding.
NEOM kini berdiri sebagai simbol harapan, memperlihatkan bahwa masa depan urban bisa selaras dengan pelestarian alam dan warisan budaya, menjadikan gurun Saudi bukan lagi sekadar hamparan kosong, melainkan pusat keanekaragaman hayati yang hidup dan berkembang.
Baca juga: Upaya Konservasi Satwa Langka di Arab Saudi: Oryx, Gazelle, dan Dugong Kembali ke Habitat Asli
Referensi:
- Alshammari, H. (2025). How NEOM is rewilding Saudi Arabia and reviving ancient falconry traditions. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2603411/saudi-arabia.