Progres Pembangunan Jeddah Tower (Sumber: Arabian Business)
Sebuah keajaiban teknik sedang terbentuk di kota Jeddah, Arab Saudi. Kota di pesisir Laut Merah yang memesona ini bersiap menjadi tuan rumah bagi pencakar langit tertinggi di dunia, Jeddah Tower. Proyek ambisius ini bukan sekadar gedung tinggi, melainkan simbol kebangkitan ekonomi dan visi masa depan Kerajaan Arab Saudi yang semakin mantap melangkah.
Capaian Terbaru: Menembus 430 Meter dan 106 Lantai
Jeddah Tower telah mencatatkan pencapaian baru yang signifikan. Gedung ini kini telah mencapai ketinggian 430 meter, yang berarti sekitar 40 persen dari total ketinggian yang direncanakan, yakni 1.000 meter. Tidak hanya itu, konstruksi juga telah melewati ambang batas 100 lantai dan saat ini berada pada level 106.
Pencapaian ini disampaikan langsung oleh Kingdom Holding Company dalam laporan kuartal kedua tahun 2026. Bahkan, Pangeran Al-Waleed bin Talal, pendiri proyek sekaligus Ketua Kingdom Holding, telah mengunjungi langsung lokasi konstruksi untuk meninjau progres. Dalam kunjungannya, ia menyatakan bahwa pekerjaan terus berakselerasi untuk menyelesaikan gedung tertinggi di dunia ini.
Yang menarik, ketinggian 430 meter ini telah melampaui setengah dari tinggi Burj Khalifa yang saat ini masih memegang rekor sebagai gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter. Dengan kata lain, Jeddah Tower kini secara resmi telah mencapai “setengah jalan” menuju Burj Khalifa.
Skala Konstruksi Raksasa: Angka yang Bicara
Di balik pencapaian tersebut, terdapat skala konstruksi yang luar biasa besar. Lebih dari 300.000 meter kubik beton telah dituang untuk membangun struktur kokoh gedung ini. Sekitar 6.400 tenaga kerja dikerahkan di lokasi proyek Jeddah. Mereka telah bekerja selama lebih dari 16 juta jam kerja tanpa mengalami kecelakaan atau fatalitas—sebuah catatan keselamatan yang patut diacungi jempol.
Pemasangan fasad juga terus berjalan, dengan lebih dari 3.000 panel fasad telah terpasang atau sekitar 11 persen dari total kebutuhan. Pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) juga terus dilakukan di bagian struktur yang telah selesai.
Desain: Terinspirasi Alam dan Teknologi Canggih
Jeddah Tower didesain oleh firma arsitektur terkenal Adrian Smith + Gordon Gill Architecture, yang juga merupakan firma di balik desain Burj Khalifa. Bentuk gedung ini terinspirasi dari keindahan alam Saudi, dengan desain yang menyerupai seikat daun tanaman gurun yang tumbuh dari tanah.
Gedung ini memiliki bentuk ramping dan sedikit asimetris, dengan dasar berbentuk tiga kelopak yang ideal untuk unit hunian. Sayap-sayapnya yang meruncing menciptakan bentuk aerodinamis yang mengurangi tekanan angin dan menjaga stabilitas struktur. Selain itu, dinding eksterior khusus dirancang untuk memblokir panas dan menghemat energi, serta dilengkapi dengan ceruk di ketiga sisinya yang menciptakan naungan alami dan menawarkan teras luar ruangan dengan pemandangan Jeddah dan Laut Merah.
Infrastruktur dan Transportasi Vertikal
Dengan ketinggian yang mencapai lebih dari 1.000 meter, sistem transportasi vertikal menjadi komponen krusial. Jeddah Tower akan dilengkapi dengan 59 elevator, yang terdiri dari 54 unit single-deck dan 5 unit double-deck. Selain itu, terdapat 12 eskalator untuk melayani sirkulasi di dalam gedung. Elevator observasi dirancang untuk melaju dengan kecepatan 10 meter per detik. Teknologi canggih KONE UltraRope dengan serat karbon juga digunakan pada beberapa elevator untuk efisiensi dan keandalan.
Fungsi: Sebuah Kota Vertikal
Begitu selesai, Jeddah Tower akan berfungsi sebagai “kota vertikal” yang mengintegrasikan ruang hunian, komersial, dan rekreasi. Gedung ini akan memiliki 167 hingga 170 lantai di atas tanah dengan luas bangunan mencapai 530.000 meter persegi.
Beberapa fasilitas unggulan yang akan hadir di antaranya adalah Hotel Four Seasons dengan 182 kamar dan suite di lantai menengah bawah. Selain itu, terdapat podium khusus untuk wellness dan rekreasi. Jeddah Tower juga akan menyediakan ruang perkantoran dan fasilitas observasi di bagian atas gedung.
Progres Keuangan dan Prospek Masa Depan
Kingdom Holding Company melaporkan bahwa kepemilikan lahan mereka mencapai SAR 15,1 miliar atau sekitar USD 4,03 miliar. Pendapatan semester pertama mencapai sekitar USD 320 juta. Meskipun terjadi kemajuan konstruksi yang pesat sepanjang tahun 2026, perusahaan masih mempertahankan valuasi Jeddah Economic City pada nilai akhir tahun 2025 dan berencana untuk mengevaluasi ulang pada akhir tahun 2026.
Target Penyelesaian: 2028
Jeddah Tower ditargetkan selesai dan resmi diluncurkan pada tahun 2028. Setelah rampung, gedung ini akan menggeser Burj Khalifa dari posisi pertama sebagai gedung tertinggi di dunia sekaligus memecahkan rekor global untuk konstruksi vertikal dengan menembus ambang batas 1.000 meter. Proyek ini diharapkan menjadi pusat dari Jeddah Economic City dan mendorong lonjakan ekonomi yang signifikan, sekaligus memperkuat posisi Kerajaan Saudi sebagai pusat global untuk bisnis dan pariwisata mewah.
Baca juga: Progres Pembangunan Jeddah Tower Awal 2026 – Menuju Ikon Dunia
Referensi:
- Sayed, A. (2026). Jeddah Tower: Saudi Arabia’s Architectural Marvel Makes its Way to the Sky. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/jeddah-tower-saudi-arabias-architectural-marvel-makes-its-way-to-the-sky/.
- Coutinho, A. (2026). Jeddah Tower reaches halfway to Burj Khalifa as Saudi megaproject rises. Diambil dari https://www.arabianbusiness.com/abnews/jeddah-tower-halfway-burj-khalifa.