Suasana Solat Ied di Masjid Nabawi (Sumber: Saudipedia)
Perayaan Idul Fitri di Arab Saudi bukan sekadar penanda berakhirnya bulan Ramadan. Momen ini juga menjadi waktu penting bagi masyarakat untuk mempererat hubungan keluarga, memperbanyak ibadah, serta menikmati berbagai tradisi dan perayaan khas yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Tahun ini, pemerintah Kerajaan Arab Saudi kembali menetapkan masa libur resmi Idul Fitri bagi pekerja sektor swasta dan organisasi non-profit selama empat hari, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan kerabat.
Pemerintah Saudi Tetapkan Libur Idul Fitri Empat Hari
Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi mengumumkan bahwa libur Idul Fitri bagi karyawan sektor swasta dan organisasi nirlaba dimulai setelah jam kerja pada 29 Ramadan, yang pada kalender Masehi tahun 2026 bertepatan dengan 18 Maret.
Masa libur tersebut berlangsung selama empat hari berturut-turut, sesuai dengan ketentuan dalam peraturan ketenagakerjaan kerajaan. Pemerintah juga menegaskan bahwa para pemberi kerja wajib mematuhi ketentuan dalam Pasal 24 peraturan pelaksanaan Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang menjamin hak pekerja untuk mendapatkan libur resmi pada hari besar keagamaan.
Penetapan libur ini memberikan waktu bagi jutaan pekerja di seluruh negeri untuk mempersiapkan perayaan Idul Fitri setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Idul Fitri: Hari Raya yang Menandai Akhir Ramadan
Dalam kalender Islam, Idul Fitri jatuh pada 1 Syawal, yaitu hari pertama setelah berakhirnya bulan Ramadan. Perayaan ini dimulai setelah otoritas keagamaan memastikan terlihatnya hilal atau bulan sabit sebagai tanda masuknya bulan Syawal.
Salah satu kewajiban penting menjelang Idul Fitri adalah zakat fitrah, yaitu sedekah yang harus diberikan oleh setiap Muslim sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Zakat ini bertujuan untuk membantu kaum miskin agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Di Arab Saudi, Idul Fitri juga ditetapkan sebagai salah satu hari libur resmi nasional, sehingga sebagian besar kantor pemerintah, sekolah, dan institusi publik ditutup selama periode tersebut.
Salat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan Terbuka
Tradisi utama pada pagi hari Idul Fitri adalah pelaksanaan salat Ied, yang dilakukan sekitar lima belas menit setelah matahari terbit. Salat ini terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir dan biasanya diikuti khutbah.
Di Arab Saudi, salat Idul Fitri dilaksanakan di berbagai tempat, mulai dari masjid besar hingga lapangan terbuka yang khusus disiapkan untuk menampung jamaah dalam jumlah besar. Salat juga digelar di dua masjid suci Islam, yaitu Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, yang setiap tahun dipenuhi jamaah dari berbagai negara.

Setelah salat, umat Muslim saling bertukar ucapan selamat seperti “Eid Mubarak” dan “Kul ‘am wa antum bikhair”, yang berarti doa agar kebaikan selalu menyertai setiap tahun.
Tradisi Keluarga dan “Eidiya” untuk Anak-Anak
Perayaan Idul Fitri di Arab Saudi sangat identik dengan kumpul keluarga besar. Setelah salat Id, masyarakat biasanya berkumpul di rumah anggota keluarga tertua untuk menikmati sarapan khas Idul Fitri yang dikenal sebagai “Futoor al-Eid”.
Di meja makan, berbagai hidangan tradisional disajikan, seperti jareesh, qursan, hingga aneka makanan manis khas Hijaz seperti basbousa dan halawa. Di beberapa wilayah seperti Jeddah dan Madinah, hidangan pencuci mulut ad-debiyaza yang berbahan aprikot juga menjadi menu populer pada pagi hari raya.
Salah satu tradisi yang paling ditunggu anak-anak adalah “Eidiya”, yaitu pemberian uang atau hadiah kecil dari orang dewasa kepada anak-anak sebagai simbol kebahagiaan dan berbagi rezeki.

Perayaan Meriah dan Festival di Seluruh Kota
Selain tradisi keluarga, Idul Fitri di Arab Saudi juga dirayakan dengan berbagai acara budaya dan hiburan publik. Banyak kota mengadakan festival yang menampilkan pertunjukan seni, parade budaya, hingga pertunjukan kembang api di taman kota dan alun-alun.
Beberapa kegiatan yang sering digelar selama Idul Fitri antara lain:
- pertunjukan tari tradisional seperti Saudi Ardah,
- pertunjukan teater,
- pasar tradisional dan bazar makanan,
- kegiatan keluarga dan permainan anak-anak,
- serta festival budaya yang menampilkan seni lokal.
Perayaan ini biasanya berlangsung selama beberapa hari pertama bulan Syawal dan menjadi daya tarik bagi warga lokal maupun wisatawan.
Simbol Kebersamaan dan Keramahan Saudi
Lebih dari sekadar liburan panjang, Idul Fitri di Arab Saudi merupakan simbol kebersamaan, kemurahan hati, dan tradisi sosial yang kuat.
Masyarakat saling mengunjungi rumah kerabat, tetangga, dan orang tua sebagai bentuk penghormatan serta mempererat hubungan sosial. Di banyak daerah, warga bahkan menggelar jamuan makan bersama di ruang terbuka atau halaman rumah, di mana setiap keluarga membawa hidangan khas mereka untuk dinikmati bersama.
Dengan perpaduan antara ibadah, tradisi keluarga, dan festival budaya, Idul Fitri di Arab Saudi selalu menjadi salah satu momen paling dinanti setiap tahun oleh masyarakat di seluruh penjuru kerajaan Arab Saudi.
Baca juga: Tradisi Ramadan di Arab Saudi: Harmoni Ibadah, Budaya, dan Kehangatan Komunitas
Referensi:
- KSA Dirctory. (2026). Saudi Arabia announces Eid Al-Fitr holiday dates for private and non-profit sectors. Diambil dari https://www.ksa.directory/saudi-arabia-announces-eid-al-fitr-holiday-dates-for-private-and-non-rrofit-sectors/2296/n.
- Arab Local. (2026). Saudi Arabia Announces 4-Day Eid Al-Fitr Holiday For Private And Non-Profit Sector Employees. Diambil dari https://arablocal.com/news/saudi-arabia-announces-4day-eid-alfitr-holiday-for-private-and-nonprofit-sector-employees.
- Regency Holidays. (2026). Top 12 Eid Rituals to Experience in Saudi Arabia for Every Visitor. Diambil dari https://www.regencyholidays.com/blog/eid-rituals-to-experience-in-saudi-arabia/.
- Saudipedia. (2026). Eid Al-Fitr in Saudi Arabia. Diambil dari https://saudipedia.com/en/eid-al-fitr-in-saudi-arabia.