JEDDAH: Historic Jeddah, yang juga dikenal sebagai Al-Balad, berpartisipasi dalam World Travel Market di London. Acara ini merupakan salah satu pameran industri pariwisata terkemuka di dunia yang berlangsung dari 4 hingga 6 November.
Partisipasi tahun ini memperkuat kehadirannya yang berkelanjutan di pameran tersebut, yang menggarisbawahi kebangkitan distrik ini sebagai destinasi budaya dan pariwisata global.
Historic Jeddah Pikat Pengunjung dengan Rute Ziarah Bersejarah dan Seni Digital
Di World Travel Market London, Historic Jeddah meluncurkan produk wisata baru dan pengalaman interaktif. Peluncuran ini mencerminkan daya tarik pengunjungnya yang terus berkembang.
Sorotan utama pameran ini meliputi beragam rute berpemandu, seperti “Rute Ziarah Bersejarah”. Rute tersebut menelusuri peran Jeddah sebagai gerbang menuju Dua Masjid Suci dan menghubungkan 10 situs arkeologi melalui penceritaan yang imersif.
Pengunjung dapat menjelajahi tampilan digital temuan arkeologi melalui kode QR. Kode ini akan mengungkap sejarah di balik berbagai situs, arsitektur, dan artefak langka. Pengalaman interaktif ini memadukan pengetahuan, warisan, dan teknologi.
Terdapat pula paket wisata khusus untuk teamLab Borderless Museum. Paket ini menawarkan perpaduan antara seni digital modern dan kekayaan warisan distrik tersebut. Selain itu, halaman Historic Jeddah di Google Arts and Culture memungkinkan khalayak global menikmati tur virtual ke berbagai tempat bersejarah dan kekayaan budayanya.
Perkuat Pariwisata Budaya: Proyek Strategis Jeddah Bersejarah Tampil di Kancah Internasional
Platform global ini menarik lebih dari 40.000 pakar industri pada tahun lalu. Melalui platform tersebut, Kementerian Kebudayaan bertujuan untuk memperkuat kehadiran internasional Jeddah Bersejarah. Kementerian juga ingin menyoroti kebangkitan kawasan ini di bawah proyek pembangunan strategis yang diluncurkan pada tahun 2021 oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Inisiatif ini mendukung tujuan Visi 2030 dengan melestarikan warisan arsitektur Arab Saudi serta mengembangkan sektor budaya dan pariwisatanya. Inisiatif tersebut juga bertujuan menjadikan sejarah sebagai pendorong utama pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Al-Balad: Menghidupkan Kembali Jantung Sejarah Jeddah yang Diakui UNESCO
Terletak di jantung kota Jeddah, Al-Balad merupakan salah satu permukiman tertua di pesisir Laut Merah. Selama berabad-abad, kawasan ini menjadi pusat bagi para peziarah dan pedagang.
Kawasan ini memiliki arsitektur Hijazi yang khas, yang mencakup rawasheen kayu, bangunan batu koral, dan pasar tradisional. Arsitektur unik inilah yang menjadikannya terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2014.
Program Distrik Bersejarah Jeddah diluncurkan oleh Kementerian Kebudayaan pada tahun 2018. Dengan program ini, Kementerian berhasil menghidupkan kembali vitalitas arsitektur dan budaya kawasan tersebut melalui restorasi, peningkatan ruang publik, dan kegiatan budaya baru.
Baca juga: Sukses Padukan Sejarah Ribuan Tahun dan Pariwisata Modern, Al-Ula Dominasi World Travel
Sumber: Arab News. (2025, 3 November). Jeddah’s cultural revival shines at London travel event. Arab News. https://www.arabnews.com/node/2621316/saudi-arabia