Perayaan Pembukaan Pasar Sejarah Raghadan (Sumber: Arab News)
Baha, salah satu wilayah paling bersejarah di Arab Saudi, kembali menjadi sorotan melalui serangkaian festival warisan yang sukses menarik perhatian ribuan pengunjung lokal dan internasional. Dari perayaan peran perempuan dalam budaya tradisional, pasar sejarah Raghadan yang semarak, hingga festival madu internasional, Baha menegaskan posisinya sebagai destinasi unggulan untuk pelestarian budaya, penguatan identitas nasional, dan pertumbuhan ekonomi kreatif.
Desa Batu Bersejarah: Cerita yang Tercatat dalam Arsitektur
Di pegunungan Baha, desa-desa batu berusia ratusan tahun seperti Thee Ain dan Al-Mousa menjadi magnet wisata baru. Rumah-rumah batu di desa ini dibangun dari batu lokal. Rumah ini menampilkan dinding tebal untuk insulasi serta jendela kecil yang mengatur suhu dalam ruangan. Dan atapnya terbuat dari kayu juniper dan sidr asli pegunungan.
Desain arsitektural unik ini bukan hanya adaptasi terhadap medan pegunungan dan perubahan iklim, melainkan juga cermin kreativitas masyarakat masa lalu. Setiap rumah menyimpan “ingatan spasial dan budaya” komunitas lokal, merekam kisah-kisah kehidupan sosial dan ekonomi Saudi kuno. Program pelestarian yang sedang digalakkan tidak hanya menjaga identitas lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi arsitek kontemporer untuk mengadopsi nilai-nilai desain tradisional yang lestari.

Menghargai Peran Tradisional Perempuan Baha
Pada Festival Warisan Alatawelah ke-8, peran vital perempuan zaman dahulu mendapatkan penghormatan khusus. Pengunjung dapat menyaksikan langsung demonstrasi keterampilan tradisional yang dulu menjadi aktivitas harian perempuan. Mulai dari menyiapkan makanan, memintal wol, menenun keranjang dan tikar, hingga mengumpulkan kayu bakar. Kaum muda, terutama anak-anak perempuan, mempraktikkan kembali teknik-teknik kuno di hadapan publik. Ini menciptakan pengalaman imersif yang memperkenalkan kehidupan pedesaan masa lalu kepada generasi baru.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang nostalgia, tapi juga bagian dari strategi pelestarian identitas lokal Baha dan penguatan rasa kebersamaan di tengah masyarakat modern. Festival ini juga menghadirkan stan keluarga yang menampilkan pakaian tradisional, kuliner khas, teknologi bangunan batu kuno, hingga praktik pertanian serta panen berkelanjutan. Tidak ketinggalan, seni visual, puisi, kompetisi, serta pertunjukan seni rakyat turut menghidupkan panggung festival, mempererat hubungan lintas generasi dan komunitas.

Pasar Sejarah Raghadan: Pusat Ekonomi Kreatif dan Pertukaran Budaya
Pasar sejarah Raghadan salah satu pasar tertua di Baha, kini kembali bangkit sebagai episentrum kegiatan budaya dan ekonomi kreatif. Masih bertempat di kawasan hutan ikonik Raghadan dan diprakarsai langsung oleh Gubernur Baha, pasar ini menawarkan pertunjukan seni rakyat, artefak sejarah, dan beragam program yang merefleksikan kehidupan tradisional wilayah tersebut.
Pengunjung dapat menikmati pameran seni, demonstrasi kaligrafi Arab, fotografi, hingga berpartisipasi dalam aktivitas anak dan kompetisi keluarga. Keluarga-keluarga lokal yang memproduksi kerajinan tangan dan produk warisan menjadi ujung tombak ekonomi pasar ini, didukung dengan aneka sajian makanan serta minuman tradisional. Harmoni antara warisan dan inovasi menjadikan Raghadan sebagai magnet wisata budaya sekaligus penggerak usaha mikro di Baha.

Festival Madu Internasional: Sukses Komersial dan Promosi Keanekaragaman Hayati
Tak kalah penting, Festival Madu Internasional ke-17 di Raghadan Forest Park sukses menjadi salah satu ajang komersial terbesar di wilayah ini. Dengan partisipasi 34 peternak lebah dari seluruh Arab Saudi dan penjualan madu lebih dari 8 ton, festival ini berhasil mencatat transaksi senilai lebih dari SR1,5 juta ($400,000) dan menarik lebih dari 50,000 pengunjung. Ajang ini bukan hanya mempromosikan keunggulan madu Baha yang bercita rasa tinggi, namun juga memperkenalkan keanekaragaman hayati dan potensi besar sektor pertanian serta peternakan lokal kepada publik luas.
Festival ini turut didukung Kementerian Lingkungan, Air, dan Pertanian sebagai bagian dari inisiatif pengembangan ekonomi pedesaan, mendorong investasi, serta memperkuat posisi Baha sebagai pusat agrikultur dan ekowisata di Arab Saudi.
Membawa Budaya Baha ke Masa Depan
Melalui rangkaian program warisan tersebut, Baha membuktikan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai budaya, memberdayakan perempuan, memperkuat ekonomi kreatif, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian identitas dan lingkungan. Upaya ini sejalan dengan visi Arab Saudi untuk menjadikan warisan budaya sebagai aset masa depan dan fondasi pembangunan nasional. Dengan semakin tingginya minat wisatawan dan partisipasi generasi muda, Baha siap melangkah sebagai destinasi budaya terdepan di Arab Saudi, tempat di mana tradisi dan inovasi berjalan beriringan.
Baca juga: Keffiyeh, Shemagh, dan Ghutra: Simbol Budaya, Identitas, dan Mode Arab yang Mendunia
Referensi:
- Arab News. (2025). Baha’s historic villages tell stories set in stone. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2610523/saudi-arabia.
- Arab News. (2025). Baha festival honors women’s traditional roles. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2610491/saudi-arabia.
- Elsheikh, E. (2025). Raghadan Historical Market Celebrates Al-Baha’s Cultural Heritage. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/raghadan-historical-market-celebrates-al-bahas-cultural-heritage/.
- Arab News. (2025). Heritage comes alive at Raghadan Historical Market in Baha. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2610642/saudi-arabia.