Seorang jemaah umrah asal Yaman berusia 70 tahun dilaporkan mengalami henti jantung saat berada di Masjid Nabawi. Selain henti jantung, jemaah lansia tersebut juga mengalami kondisi henti napas.
Tim ambulans dari cabang Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi di Madinah segera memberikan respons darurat. Petugas medis tiba di lokasi kejadian dalam waktu yang memecahkan rekor, yakni hanya 13 detik. Setibanya di tempat kejadian, tim medis langsung memberikan tindakan pertolongan awal yang diperlukan. Mereka kemudian menjalankan protokol penanganan henti jantung sesuai prosedur keselamatan.
Selama penanganan berlangsung, petugas berkoordinasi langsung dengan fasilitas medis yang dituju. Pasien akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Hayat National untuk mendapatkan perawatan medis khusus lebih lanjut.
Kesiapsiagaan Penuh Tim Medis Bulan Sabit Merah di Masjid Nabawi
Direktur Jenderal cabang Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi di Madinah dijabat oleh Dr. Ahmed bin Ali Al-Zahrani. Dr. Ahmed menegaskan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat medis.
Intervensi dini pada kasus henti jantung dan henti napas dinilai krusial untuk menyelamatkan nyawa pasien. Ia turut menyoroti tingkat kesiapsiagaan tinggi yang dimiliki oleh tim ambulans.
Petugas medis ditempatkan secara berkelanjutan di dalam Masjid Nabawi dan area sekitarnya. Penempatan strategis ini bertujuan untuk melayani kebutuhan darurat para jemaah, pengunjung, serta jemaah umrah.
Sumber: Saudi Press Agency. (2026, September 15). Red Crescent responds in 13 seconds to Umrah performer suffering cardiac and respiratory arrest at Prophet’s Mosque. Diakses pada 16 September 2026, dari https://www.spa.gov.sa/en/N2677212