Ilustrasi Jeddah Tower (Sumber: Arabianbusiness.com)
JEDDAH – Pembangunan Jeddah Tower di Arab Saudi terus menunjukkan kemajuan signifikan. Gedung pencakar langit yang dirancang mencapai ketinggian sekitar satu kilometer ini diproyeksikan menjadi bangunan tertinggi di dunia, sekaligus melampaui rekor Burj Khalifa di Dubai.
Berdasarkan laporan Newsweek pada 30 Oktober 2026, Jeddah Tower telah mencapai lantai ke-121 dengan ketinggian sekitar 484 meter. Proyek ambisius ini semakin mendekati tonggak penting berikutnya, yakni mencapai ketinggian 500 meter yang diperkirakan menjadi titik tengah pembangunan.
Dengan desain arsitektur futuristik dan teknologi konstruksi tingkat tinggi, Jeddah Tower menjadi salah satu proyek infrastruktur paling menarik perhatian dunia. Pembangunannya juga memperkuat ambisi Arab Saudi dalam mengembangkan Jeddah sebagai pusat ekonomi, bisnis, dan pariwisata internasional.
Jeddah Tower Dirancang Mencapai Ketinggian 1.000 Meter
Jeddah Tower merupakan proyek gedung pencakar langit yang dikembangkan oleh Jeddah Economic Company. Bangunan ini dirancang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 meter atau sekitar 3.281 kaki.
Jika berhasil diselesaikan sesuai desain, Jeddah Tower akan melampaui Burj Khalifa yang memiliki ketinggian 828 meter. Dengan demikian, Arab Saudi akan memiliki bangunan tertinggi di dunia.
Proyek ini dirancang oleh Adrian Smith dan Gordon Gill, pendiri firma arsitektur Adrian Smith + Gordon Gill Architecture (AS+GG). Keduanya memiliki pengalaman dalam merancang bangunan pencakar langit berskala internasional.
Adrian Smith sebelumnya juga terlibat dalam perancangan Burj Khalifa ketika masih bekerja di firma arsitektur Skidmore, Owings & Merrill (SOM).
Sementara itu, pengerjaan konstruksi utama dipercayakan kepada Saudi Binladin Group (SBG), dengan dukungan sejumlah perusahaan konsultan dan spesialis teknik internasional, termasuk Thornton Tomasetti yang menangani rekayasa struktur bangunan.
Bagaimana Jeddah Tower Dibangun hingga Mencapai Satu Kilometer?
Membangun gedung dengan ketinggian sekitar satu kilometer bukan pekerjaan sederhana. Proyek ini membutuhkan perencanaan struktur, pengelolaan material, teknologi konstruksi, serta sistem keselamatan yang mampu mengatasi tantangan pembangunan pada ketinggian ekstrem.
Salah satu aspek penting adalah sistem struktur yang dirancang khusus untuk menopang beban bangunan sekaligus menghadapi tekanan angin.
Jeddah Tower menggunakan pendekatan desain dengan bentuk dasar menyerupai tripod atau tiga sayap yang berkembang ke arah atas. Bentuk tersebut tidak hanya memberikan identitas arsitektur yang khas, tetapi juga menjadi bagian dari strategi rekayasa struktur untuk mengendalikan respons bangunan terhadap beban lateral, terutama angin.
Seiring bertambahnya ketinggian, geometri bangunan semakin meruncing menuju bagian puncak. Pendekatan ini membantu mengurangi luas permukaan yang terpapar angin pada bagian atas bangunan.
Selain itu, rekayasa struktur dilakukan melalui koordinasi antara arsitek dan insinyur untuk memastikan stabilitas bangunan sepanjang proses pembangunan maupun ketika nantinya dioperasikan.
Teknologi Pemompaan Beton hingga Ketinggian Ekstrem
Salah satu tantangan terbesar pembangunan Jeddah Tower adalah mengirimkan beton ke bagian bangunan yang sangat tinggi.
Untuk mencapai ketinggian sekitar satu kilometer, beton harus dipompa melalui sistem khusus dengan tekanan dan kapasitas yang memadai. Teknologi pemompaan beton modern memungkinkan material konstruksi mencapai ketinggian yang sebelumnya sangat sulit diwujudkan.
Menurut John Peronto dari Thornton Tomasetti, perkembangan teknologi memungkinkan beton dipompa hingga ketinggian satu kilometer menggunakan sistem yang lebih terintegrasi dibandingkan pendekatan pemompaan bertahap yang sebelumnya dipertimbangkan.
Keberhasilan sistem ini sangat penting karena beton menjadi material utama dalam konstruksi struktur menara.
Selain pemompaan beton, pekerjaan pada setiap lantai membutuhkan koordinasi pemasangan tulangan baja, bekisting, pengecoran, serta pengendalian mutu. Seluruh tahapan tersebut harus dilakukan secara berulang dengan tingkat presisi tinggi.
Pembangunan Dilakukan Secara Bertahap dan Terukur
Pembangunan gedung pencakar langit seperti Jeddah Tower membutuhkan sistem kerja yang terorganisasi. Setiap lantai harus diselesaikan melalui rangkaian pekerjaan struktur sebelum tim konstruksi melanjutkan ke tingkat berikutnya.
Saudi Binladin Group melaporkan bahwa kecepatan pembangunan belakangan ini mencapai sekitar empat lantai per bulan.
Pada saat laporan Newsweek diterbitkan, struktur bangunan telah mencapai lantai ke-121. Sementara itu, lantai ke-125 diperkirakan menjadi titik tengah pembangunan dengan ketinggian sekitar 500 meter.
Kecepatan tersebut menunjukkan peningkatan produktivitas konstruksi yang signifikan. Namun, pencapaian target tetap bergantung pada kondisi lapangan, pengelolaan material, keselamatan pekerja, dan kompleksitas pekerjaan struktur di bagian atas.
Jeddah Tower Capai 121 Lantai, Target Penyelesaian 2028
Kemajuan pembangunan Jeddah Tower menjadi perhatian setelah proyek ini kembali berjalan secara intensif.
Menurut laporan Newsweek, tim konstruksi telah mencapai ketinggian 484 meter pada lantai ke-121. Dengan demikian, bangunan tersebut hanya membutuhkan sekitar empat lantai tambahan untuk mencapai tonggak ketinggian 500 meter.

Arsitek Ben Johnson dari AS+GG menyampaikan bahwa proyek tersebut secara umum masih mengarah pada target penyelesaian sekitar Agustus 2028.
Meskipun demikian, John Peronto menjelaskan bahwa penyelesaian struktur hingga bagian puncak bangunan diperkirakan berlangsung sekitar kuartal IV 2028. Hal ini menunjukkan bahwa penyelesaian struktur dan kesiapan operasional gedung merupakan dua tahapan yang berbeda.
Oleh karena itu, jadwal pembangunan perlu dipahami sebagai target proyek yang masih dapat mengalami penyesuaian.
Fasilitas dan Fungsi Jeddah Tower
Jeddah Tower tidak hanya dirancang sebagai bangunan pemecah rekor ketinggian. Gedung ini juga diproyeksikan menjadi kawasan multifungsi yang mengintegrasikan sejumlah aktivitas ekonomi dan komersial.
Di dalamnya direncanakan terdapat ruang perkantoran, hunian, fasilitas hotel mewah, serta area komersial.
Salah satu daya tarik utamanya adalah dek observasi yang direncanakan berada pada ketinggian sekitar 630 meter. Fasilitas tersebut akan memberikan pengalaman menikmati panorama Kota Jeddah dan kawasan Laut Merah dari ketinggian yang luar biasa.
Integrasi berbagai fungsi tersebut diharapkan menjadikan Jeddah Tower sebagai destinasi bisnis, hunian, dan pariwisata sekaligus.
Jeddah Tower dan Ambisi Pengembangan Kota Jeddah
Pembangunan Jeddah Tower merupakan bagian penting dari pengembangan Jeddah Economic City, sebuah proyek kawasan perkotaan yang dirancang untuk memperkuat posisi Jeddah sebagai pusat ekonomi dan bisnis internasional.
Lokasinya yang berada di kawasan pesisir Laut Merah memberikan nilai strategis bagi pengembangan kawasan tersebut.
Melalui proyek ini, Arab Saudi berupaya menarik investasi, meningkatkan aktivitas sektor properti, serta memperkuat daya tarik pariwisata internasional.
Selain itu, pembangunan infrastruktur berskala besar seperti Jeddah Tower turut memperlihatkan kemampuan industri konstruksi Arab Saudi dalam mengembangkan proyek dengan kompleksitas teknologi tinggi.
Ambisi tersebut sejalan dengan arah transformasi ekonomi dalam Saudi Vision 2030, yang mendorong diversifikasi ekonomi dan pengembangan sektor nonminyak.
Tantangan Keberlanjutan di Balik Megaproyek Jeddah Tower
Meskipun menawarkan pencapaian arsitektur yang luar biasa, pembangunan gedung pencakar langit juga menghadirkan tantangan lingkungan.
Penggunaan beton, baja, kaca, energi, dan berbagai material konstruksi dalam jumlah besar dapat menghasilkan emisi karbon yang signifikan.
Karena itu, keberhasilan proyek seperti Jeddah Tower tidak cukup hanya diukur dari ketinggian bangunan atau kecepatan konstruksinya. Aspek efisiensi energi, pengelolaan sumber daya, dan dampak lingkungan juga menjadi perhatian penting.
Arsitek Gordon Gill bahkan menekankan bahwa masa depan arsitektur seharusnya lebih memperhatikan keberlanjutan. Menurutnya, bangunan perlu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa inovasi arsitektur modern perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab lingkungan.
Jeddah Tower, Simbol Ambisi Arsitektur Masa Depan Arab Saudi
Pembangunan Jeddah Tower memperlihatkan bagaimana Arab Saudi terus mendorong batas kemampuan teknologi konstruksi dan arsitektur modern.
Dengan target ketinggian sekitar satu kilometer, proyek ini berpotensi mencatat sejarah baru dalam dunia pembangunan gedung pencakar langit.
Namun, pencapaian terbesarnya bukan hanya merebut gelar bangunan tertinggi di dunia. Jeddah Tower juga diharapkan menjadi bagian dari transformasi Jeddah menjadi pusat ekonomi, pariwisata, dan investasi internasional.
Jika berhasil diselesaikan sesuai rencana, bangunan ini akan menjadi salah satu simbol paling menonjol dari perkembangan infrastruktur dan ambisi pembangunan Arab Saudi di masa depan.
Baca juga: Jeddah Tower Capai 454 Meter, Proyek Menara Tertinggi Dunia Terus Berpacu Menuju 2028
Referensi:
- Harper, J. (2026). Jeddah Tower architects reveal how they plan to build the world’s tallest tower. Diambil dari https://www.arabianbusiness.com/real-estate/jeddah-tower-construction-plans.
- Kim, S. (2026). Future World’s Tallest Building About to Hit Major Construction Milestone. Diambil dari https://www.newsweek.com/future-worlds-tallest-building-hit-major-construction-milestone-jeddah-tower-12643303.