Sekitar 400 peneliti, pakar, dan perwakilan dari pemerintah, akademisi, pusat penelitian, serta industri menghadiri Riyadh Water Forum (Sumber: Arab News)
Riyadh Water Forum 2027 menjadi langkah strategis Arab Saudi dalam memperkuat ketahanan air global melalui inovasi teknologi, pengembangan riset, dan kemitraan internasional. Menjelang penyelenggaraan forum dunia tersebut, Arab Saudi terus mendorong kolaborasi antara peneliti, pemerintah, akademisi, dan sektor industri untuk menghasilkan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya air.
Upaya tersebut terlihat dari penyelenggaraan Water Research Community ke-7 di Riyadh pada September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Otoritas Air Saudi ini berhasil menghimpun sekitar 400 peneliti dan pakar serta menghasilkan 12 kesepakatan kerja sama dan 130 proposal penelitian.
Sementara itu, Arab Saudi juga memperkuat diplomasi air di tingkat internasional sebagai bagian dari persiapan menjadi tuan rumah World Water Forum ke-11 pada 21–25 Maret 2027. Forum tersebut diperkirakan akan menghadirkan lebih dari 20.000 peserta dari lebih dari 150 negara.
Arab Saudi Perkuat Riset dan Inovasi Teknologi Air
Pengembangan riset menjadi salah satu fokus utama Arab Saudi dalam menghadapi tantangan ketahanan air. Melalui Water Technologies Innovation Institute and Research Advancements, Otoritas Air Saudi terus mendorong penelitian yang dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan air.
Dalam penyelenggaraan Water Research Community ke-7 di Riyadh, sekitar 400 peneliti, pakar, dan perwakilan dari lembaga pemerintah, universitas, pusat penelitian, serta sektor industri berkumpul untuk membahas berbagai inovasi teknologi air.
Kegiatan ini menghasilkan 12 kesepakatan strategis dan menghimpun 130 proposal penelitian. Berbagai penelitian tersebut mencakup pengembangan teknologi pengolahan air, pemanfaatan kecerdasan buatan, pengelolaan air tanah, hingga penerapan ekonomi sirkular.
Selain itu, lebih dari 60 poster ilmiah dipamerkan untuk memperlihatkan perkembangan riset di bidang teknologi air. Sejumlah topik yang diangkat meliputi pendeteksian kebocoran, pemulihan sumber daya berbasis kecerdasan buatan, pemanfaatan panas buangan pusat data, serta teknologi yang mendukung pertanian berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Arab Saudi berupaya mempercepat peralihan dari penelitian akademik menuju penerapan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.
Targetkan Komersialisasi Teknologi dan Investasi Riset
Tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah, pengembangan riset air di Arab Saudi juga diarahkan pada komersialisasi teknologi dan penciptaan peluang ekonomi.
Program Water Research Community menargetkan 15 persen proposal penelitian dapat dikembangkan menjadi proyek terapan. Selain itu, program ini menargetkan lebih dari 250 publikasi ilmiah, pendaftaran 20 paten, serta pendanaan bagi lebih dari 15 proyek penelitian.
Arab Saudi juga menargetkan pembentukan perusahaan rintisan lokal dengan nilai pasar gabungan lebih dari 300 juta riyal Saudi atau sekitar 80 juta dolar AS.
Dalam aspek penerapan teknologi, program ini menargetkan enam hingga sepuluh inovasi setiap tahun dapat memasuki tahap komersialisasi. Pencapaian target tersebut diperkirakan mampu menghasilkan dampak ekonomi tahunan hingga 3 miliar riyal Saudi.
Sejak pertama kali diselenggarakan, komunitas riset ini telah berkembang menjadi wadah kolaborasi lintas negara. Dalam tujuh edisi yang berlangsung di sejumlah kota, termasuk Alkhobar, Jeddah, Abu Dhabi, Tabuk, Dhahran, Manchester, dan Riyadh, kegiatan tersebut telah melibatkan lebih dari 1.900 peneliti dan pakar, menerima lebih dari 470 proposal penelitian, serta memfasilitasi 47 kesepakatan strategis.
Capaian tersebut memperlihatkan upaya Arab Saudi dalam membangun ekosistem riset yang menghubungkan lembaga akademik, pemerintah, dan industri untuk mempercepat inovasi di sektor air.
Riyadh Water Forum 2027 Perkuat Kerja Sama Internasional
Di tengah pengembangan riset domestik, Arab Saudi juga memperkuat peran diplomasi air melalui persiapan World Water Forum ke-11 yang akan diselenggarakan di Riyadh pada 21–25 Maret 2027.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian untuk Urusan Air, Dr. Abdulaziz Al-Shaibani, menyampaikan bahwa penyelenggaraan forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama internasional dan mempercepat penerapan solusi konkret dalam menghadapi tantangan air global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi dialog pada Euro-Mediterranean Water Forum di Roma, Italia, yang melibatkan sejumlah menteri, pejabat tinggi, dan pakar internasional.
Arab Saudi menekankan pentingnya mengubah komitmen dan inisiatif global menjadi program nyata yang memiliki target jelas, indikator terukur, dan hasil yang dapat dievaluasi.
Melalui forum ini, berbagai negara diharapkan dapat memperkuat kemitraan, berbagi keahlian, dan mengembangkan pendekatan kolaboratif untuk meningkatkan ketahanan air, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Penyelenggaraan forum tersebut diperkirakan akan melibatkan lebih dari 20.000 peserta dari lebih dari 150 negara, menjadikannya salah satu pertemuan internasional penting dalam pembahasan pengelolaan dan keberlanjutan sumber daya air.
Enam Tema Utama dalam World Water Forum 2027
World Water Forum ke-11 di Riyadh akan membahas enam tema utama yang mencakup lebih dari 30 topik terkait tantangan dan peluang pengelolaan air global.
Keenam tema tersebut meliputi ketahanan air, pembiayaan air, air untuk manusia dan alam, tata kelola dan diplomasi air, inovasi teknologi air, serta nilai air.
Pembahasan ketahanan air akan berfokus pada upaya menjamin ketersediaan sumber daya air yang memadai dan berkelanjutan. Sementara itu, aspek pembiayaan akan membahas pentingnya investasi dan mekanisme pendanaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur serta teknologi air.
Forum ini juga akan menyoroti hubungan antara air, manusia, dan lingkungan. Pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga dengan perlindungan ekosistem dan pelestarian sumber daya alam.
Di sisi lain, tata kelola, diplomasi, dan inovasi teknologi akan menjadi bagian penting dalam mendorong kolaborasi lintas negara. Berbagai pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.
Melibatkan Generasi Muda, Akademisi, dan Sektor Swasta
Arab Saudi berupaya memastikan bahwa persiapan World Water Forum 2027 melibatkan berbagai kelompok pemangku kepentingan, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Partisipasi generasi muda, perguruan tinggi, lembaga penelitian, sektor swasta, organisasi internasional, dan organisasi pengelola daerah aliran sungai menjadi bagian dari pendekatan inklusif yang dikembangkan.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dan menghasilkan gagasan yang lebih relevan dalam menghadapi tantangan ketahanan air di berbagai negara.
Selain itu, Arab Saudi mengajak komunitas internasional untuk berkontribusi melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan teknologi, dan pembentukan kemitraan strategis. Dengan demikian, forum ini tidak hanya menjadi tempat berdiskusi, tetapi juga menjadi wadah untuk mendorong pelaksanaan program yang berdampak nyata.
Riyadh Menuju Pusat Kolaborasi Ketahanan Air Global
Penyelenggaraan World Water Forum 2027 menjadi bagian dari upaya Arab Saudi untuk memperluas kontribusinya dalam pengelolaan sumber daya air di tingkat internasional.
Pengembangan riset, inovasi teknologi, dan kemitraan lintas sektor menjadi langkah yang saling melengkapi dalam menghadapi tantangan keterbatasan air dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Melalui Water Research Community, Arab Saudi mendorong hasil penelitian agar dapat diterapkan secara langsung. Sementara itu, World Water Forum menyediakan ruang bagi negara-negara untuk menyelaraskan kebijakan, membangun kemitraan, dan mempercepat implementasi solusi berkelanjutan.
Kombinasi kedua upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi Arab Saudi dalam mendukung ketahanan air global sekaligus mendorong pengembangan teknologi dan investasi di sektor air.
Menjelang penyelenggaraan forum pada Maret 2027, perhatian internasional akan tertuju pada bagaimana berbagai komitmen, penelitian, dan kemitraan yang dibangun dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk mewujudkan masa depan pengelolaan air yang lebih berkelanjutan.
Baca juga: Arab Saudi Perkuat Industri Desalinasi dengan Teknologi Lokal Pertama di Dunia
Referensi:
- SPA. (2026). Riyadh water forum targets research growth. Diambil dari https://www.arabnews.com/saudi-arabia/riyadh-water-forum-targets-research-growth-3003900.
- Al Awsat, A. (2026). Saudi Arabia Strengthens Role in International Water Efforts Ahead of Riyadh World Water Forum 2027. Diambil dari https://english.aawsat.com/varieties/5324365-saudi-arabia-strengthens-role-international-water-efforts-ahead-riyadh-world.