Ilustarasi (Gambar Dihasilkan oleh ChatGPT)
Arab Saudi sedang mempercepat transformasi sektor pendidikan tingginya. Melalui portal digital terpadu Study in Saudi, mahasiswa internasional dari lebih dari 160 negara kini dapat mencari program studi dan mengajukan permohonan ke lebih dari 50 universitas negeri dan swasta di Arab Saudi.
Perubahan ini menjadi bagian dari agenda Saudi Vision 2030 dan Human Capability Development Program (HCDP). Keduanya mendorong pengembangan sumber daya manusia, riset, inovasi, serta peningkatan daya saing pendidikan tinggi Arab Saudi di tingkat global.
Study in Saudi Jadi Pintu Masuk Mahasiswa Internasional
Sebelumnya, calon mahasiswa internasional harus mencari informasi dan mengikuti prosedur pendaftaran masing-masing universitas. Kini, proses tersebut semakin terpusat melalui platform Study in Saudi.
Melalui portal ini, calon mahasiswa dapat mencari universitas, memilih bidang studi, memeriksa persyaratan, mengajukan pendaftaran, hingga memantau status aplikasi. Platform tersebut juga mengintegrasikan proses yang berkaitan dengan beasiswa dan visa pendidikan.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan akses ke berbagai universitas dalam satu platform. Mereka juga dapat membandingkan pilihan berdasarkan kota, bidang studi, jenjang pendidikan, durasi program, jenis institusi, target mahasiswa, serta bahasa pengantar.
Pilihan program mencakup diploma, diploma lanjutan, associate degree, sarjana, magister, hingga doktoral. Bahasa pengantar yang tersedia dapat mencakup bahasa Arab, Inggris, dan bahasa internasional lainnya, bergantung pada program yang dipilih.
Tiga Jalur Studi untuk Mahasiswa Asing
Salah satu aspek penting dari sistem ini adalah tersedianya beberapa jalur pembiayaan pendidikan.
Mahasiswa internasional dapat mengajukan beasiswa penuh, beasiswa sebagian, atau memilih jalur mandiri. Pada beasiswa penuh, universitas yang berpartisipasi dapat memberikan dukungan seperti biaya pendidikan, akomodasi kampus, layanan kesehatan, dan tunjangan hidup sesuai ketentuan program.
Sementara itu, beasiswa sebagian hanya menanggung komponen biaya tertentu. Adapun mahasiswa jalur mandiri perlu membiayai sendiri uang kuliah serta kebutuhan hidup sesuai aturan universitas dan program yang dipilih.
Karena itu, calon mahasiswa perlu membaca persyaratan setiap program dengan teliti. Ketersediaan beasiswa dan cakupan pembiayaan tidak selalu sama di setiap universitas.
Pendaftaran Semester Kedua 2026 Sudah Dibuka
Bagi calon mahasiswa internasional yang ingin memanfaatkan peluang tersebut, jadwal pendaftaran menjadi informasi penting.
Menurut laporan Leaders MENA, pendaftaran untuk semester kedua tahun akademik 2026 dibuka pada 16 September 2026 dan akan ditutup pada 6 Oktober 2026.
Dengan batas waktu tersebut, calon mahasiswa perlu mempersiapkan dokumen lebih awal. Selain identitas dan ijazah, beberapa program dapat mensyaratkan transkrip akademik, sertifikat bahasa, atau dokumen akademik lainnya.
Persyaratan juga dapat berbeda antara satu universitas dan universitas lainnya. Oleh sebab itu, memenuhi persyaratan umum portal belum tentu berarti memenuhi persyaratan khusus program yang dituju.
Bagaimana Cara Mendaftar ke Universitas di Arab Saudi?
Secara umum, proses pendaftaran internasional melalui Study in Saudi berlangsung dalam beberapa tahap.
Calon mahasiswa terlebih dahulu membuat akun. Setelah itu, mereka dapat mencari universitas dan program studi yang sesuai. Tahap berikutnya adalah memeriksa persyaratan, menyiapkan dokumen, kemudian mengirimkan aplikasi secara digital.
Setelah aplikasi dikirim, calon mahasiswa dapat memantau perkembangannya melalui platform. Jika diterima, proses berikutnya mencakup penyelesaian persyaratan akhir dan penerbitan visa pendidikan.
Namun, calon mahasiswa perlu memperhatikan bahwa setiap program memiliki ketentuan akademik tersendiri.
Sebagai contoh, artikel Leaders MENA menyebut program Administrasi Bisnis di King Saud University memiliki persyaratan tertentu bagi pelamar internasional, termasuk ijazah sekolah menengah, skor SAT minimum 1010, batas usia 17–25 tahun, serta ketentuan mengenai tahun kelulusan sekolah menengah. Sementara itu, Umm Al-Qura University memiliki ketentuan mengenai penyetaraan ijazah sekolah menengah bagi mahasiswa internasional.
Artinya, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya melihat nama universitas. Persyaratan program studi juga harus menjadi perhatian utama.
Visa Pendidikan Mempermudah Mobilitas Akademik
Transformasi pendidikan tinggi Arab Saudi juga didukung oleh pengembangan visa pendidikan jangka pendek dan jangka panjang.
Menurut laporan tersebut, visa pendidikan ini dirancang untuk mahasiswa, akademisi, dan peneliti internasional. Salah satu perubahan penting adalah tersedianya jalur masuk dan izin tinggal untuk kepentingan pendidikan atau penelitian tanpa mekanisme sponsor perusahaan lokal seperti yang berlaku pada skema tertentu sebelumnya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Arab Saudi untuk meningkatkan daya tariknya sebagai tujuan pendidikan internasional.
Dengan dukungan infrastruktur pendidikan, peluang beasiswa, serta kemudahan administratif yang semakin terintegrasi, mahasiswa dari berbagai negara memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Arab Saudi.
Pendidikan Tinggi Menjadi Bagian dari Transformasi Vision 2030
Pembukaan akses bagi mahasiswa internasional tidak berdiri sendiri. Langkah tersebut merupakan bagian dari perubahan lebih luas dalam sektor pendidikan Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu elemen penting dalam Saudi Vision 2030. Fokusnya mencakup peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan riset, inovasi, serta penguatan hubungan akademik internasional.
Dalam laporan Leaders MENA, pemerintah mengalokasikan sekitar SAR 200 miliar untuk sektor pendidikan dalam anggaran nasional terbaru. Selain itu, terdapat target investasi langsung sebesar SAR 120 miliar pada sektor pendidikan dan pelatihan hingga 2030.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi semakin diposisikan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.
Bukan Hanya Belajar, Mahasiswa Juga Mengenal Arab Saudi
Menariknya, portal Study in Saudi tidak hanya berfungsi sebagai tempat mencari program pendidikan.
Platform tersebut juga menyediakan informasi mengenai kehidupan di berbagai kota Arab Saudi, warisan budaya, situs sejarah, lanskap alam, hingga aktivitas rekreasi. Dengan demikian, calon mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai lingkungan yang akan menjadi bagian dari pengalaman mereka selama tinggal di Arab Saudi.
Bagi mahasiswa internasional, aspek ini penting. Memilih universitas bukan hanya tentang program akademik, tetapi juga mengenai kota tempat tinggal, lingkungan sosial, budaya, serta pengalaman selama menjalani studi.
Peluang Baru bagi Calon Mahasiswa Indonesia
Bagi calon mahasiswa Indonesia, perkembangan ini membuka lebih banyak pilihan untuk mempertimbangkan Arab Saudi sebagai tujuan pendidikan tinggi.
Lebih dari 50 universitas yang terhubung dengan platform tersebut menawarkan berbagai jenjang dan bidang pendidikan. Namun, calon mahasiswa tetap perlu melakukan pemeriksaan secara individual terhadap program yang diminati.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain persyaratan akademik, bahasa pengantar, batas usia jika berlaku, dokumen yang diperlukan, skema pembiayaan, ketersediaan beasiswa, serta ketentuan visa pendidikan.
Dengan pendaftaran semester kedua 2026 yang berlangsung hingga 6 Oktober 2026, calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan perlu memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memeriksa program dan menyiapkan dokumen secara cermat.
Referensi:
- Ghandour, A. (2026). Inside Saudi Arabia’s Education Revolution: Over 50 Universities Open Doors to Global Students. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/inside-saudi-arabias-education-revolution-over-50-universities-open-doors-to-global-students/.