Riyadh masuk 50 besar kota global untuk pertama kalinya dalam Oxford Economics Global Cities Index 2026. Ibu kota Arab Saudi tersebut menempati posisi ke-50 dari 1.000 kota yang dianalisis di berbagai negara.
Pencapaian ini mencerminkan perubahan besar yang sedang berlangsung di Riyadh. Kota tersebut berkembang dari pusat administrasi nasional menjadi salah satu pusat ekonomi, investasi, bisnis, dan teknologi penting di Timur Tengah.
Oxford Economics mencatat bahwa Riyadh berada di peringkat ke-118 pada 2024. Posisinya kemudian naik menjadi ke-97 pada 2025 dan mencapai peringkat ke-50 pada 2026. Artinya, Riyadh melonjak 47 posisi hanya dalam satu tahun.
Perubahan tersebut berjalan seiring dengan pelaksanaan Saudi Vision 2030. Agenda nasional ini mendorong diversifikasi ekonomi, pertumbuhan sektor nonmigas, investasi, peningkatan kualitas hidup, dan pengembangan sumber daya manusia.
Riyadh Masuk 50 Besar Kota Global pada 2026
Oxford Economics Global Cities Index 2026 membandingkan 1.000 kota besar dunia. Penilaian menggunakan lima kategori utama, yaitu ekonomi, sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola.
Pada 2026, Riyadh memperoleh skor keseluruhan 78,1. Kota ini mencatat skor ekonomi sebesar 77,7 dan skor sumber daya manusia sebesar 92,5.
Riyadh juga menempati peringkat ke-4 dunia untuk human capital dan peringkat ke-18 dalam kategori ekonomi. Sementara itu, skor kualitas hidup mencapai 64,4, lingkungan 48,8, dan tata kelola 45,7.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Riyadh terutama terletak pada ekonomi dan sumber daya manusianya. Namun, skor lingkungan dan tata kelola yang lebih rendah juga menunjukkan bahwa transformasi kota masih memiliki ruang untuk berkembang.
Riyadh dan Dubai menjadi dua kota dari Timur Tengah yang berhasil masuk 50 besar dalam indeks 2026. Dubai menempati peringkat ke-42, sedangkan Riyadh berada di posisi ke-50.
Pertumbuhan Ekonomi Riyadh Menjadi Faktor Penting
Salah satu faktor yang mendorong kenaikan peringkat Riyadh adalah pertumbuhan ekonomi yang cepat.
Menurut Oxford Economics, ekonomi perkotaan Riyadh tumbuh rata-rata lebih dari 11 persen per tahun selama lima tahun terakhir. Tingkat tersebut menempatkan Riyadh sebagai ekonomi kota dengan pertumbuhan tercepat kedelapan di dalam indeks.
Selain itu, Riyadh mencatat penciptaan lapangan kerja tertinggi dibandingkan kota lain dalam indeks selama periode lima tahun tersebut. Pertumbuhan lapangan kerja ini memperkuat posisi Riyadh sebagai pusat ekonomi baru di kawasan Teluk.
Perubahan ekonomi Riyadh juga tidak hanya bertumpu pada minyak. Pemerintah Arab Saudi terus mendorong perkembangan teknologi, pariwisata, hiburan, manufaktur, jasa keuangan, konstruksi, ekonomi digital, dan industri kreatif.
Diversifikasi tersebut menjadi bagian penting dari strategi Saudi Vision 2030.
Saudi Vision 2030 Mengubah Struktur Ekonomi Riyadh
Transformasi Riyadh berkaitan erat dengan Saudi Vision 2030. Pemerintah Arab Saudi meluncurkan agenda ini untuk membangun ekonomi yang lebih beragam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan minyak.
Riyadh memiliki posisi strategis dalam agenda tersebut. Kota ini menjadi pusat pemerintahan sekaligus lokasi berbagai proyek investasi, kantor pusat perusahaan internasional, pusat keuangan, proyek pariwisata, dan pembangunan infrastruktur.
Salah satu instrumen utama dalam transformasi ekonomi Saudi adalah Public Investment Fund atau PIF.
Dalam strategi 2021–2025, PIF menargetkan investasi lokal minimum sebesar SAR 150 miliar setiap tahun. Target tersebut merupakan bagian dari program lima tahun dan tidak seharusnya dibaca sebagai komitmen tahunan yang otomatis berlanjut dengan nilai sama setelah 2025.
Data terbaru menunjukkan skala peran PIF dalam ekonomi Saudi semakin besar. Pada April 2026, PIF menyatakan telah menanamkan investasi lebih dari USD 199 miliar dalam proyek baru di Arab Saudi sepanjang 2021–2025. Aset yang dikelola PIF juga telah melampaui USD 900 miliar.
PIF kemudian memasuki strategi baru untuk periode 2026–2030. Fokusnya mencakup peningkatan efisiensi investasi, pembangunan ekosistem ekonomi domestik, serta peningkatan keterlibatan sektor swasta.
Lebih dari 700 Kantor Pusat Regional Masuk Arab Saudi
Daya tarik Riyadh sebagai pusat bisnis juga terlihat dari perkembangan Regional Headquarters Program.
Laporan tahunan National Transformation Program 2025 mencatat bahwa Arab Saudi telah memiliki lebih dari 700 kantor pusat regional berlisensi pada akhir 2025. Angka tersebut bahkan telah melampaui target 2030 lebih awal. Sekitar 90 persen kantor pusat regional tersebut berada di Riyadh.
Program ini bertujuan menarik investasi asing, tenaga profesional internasional, transfer pengetahuan, serta pengembangan pasar tenaga kerja lokal.
Kehadiran perusahaan multinasional juga menciptakan efek ekonomi lain. Permintaan terhadap kantor, perumahan, jasa profesional, teknologi, pendidikan, transportasi, dan layanan bisnis ikut meningkat.
Karena itu, pertumbuhan Riyadh tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik. Perubahan struktur bisnis dan tenaga kerja juga menjadi bagian penting dari transformasinya.
Human Capital Menjadi Kekuatan Utama Riyadh
Peringkat ke-4 dunia dalam kategori human capital menjadi salah satu capaian penting Riyadh dalam Global Cities Index 2026.
Oxford Economics memberikan skor 92,5 untuk sumber daya manusia Riyadh. Skor ini jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa kategori lain yang dinilai dalam indeks tersebut.
Kategori sumber daya manusia mencerminkan faktor seperti pendidikan, ketersediaan tenaga kerja, demografi, dan kemampuan sebuah kota menarik talenta.
Perubahan pasar kerja Riyadh juga berkaitan dengan perkembangan sektor ekonomi baru. Teknologi, jasa keuangan, konsultasi, pariwisata, hiburan, dan industri kreatif membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang semakin beragam.
Selain itu, masuknya perusahaan internasional meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga profesional dengan pengalaman global.
Dengan demikian, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting jika Riyadh ingin mempertahankan daya saing ekonominya dalam jangka panjang.
King Salman Park Mendukung Transformasi Perkotaan Riyadh
Transformasi Riyadh tidak berhenti pada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga mengembangkan proyek yang berkaitan dengan kualitas hidup.
Salah satunya adalah King Salman Park.
Proyek ini diluncurkan pada 19 Maret 2019 dan memiliki area lebih dari 17,2 kilometer persegi. Kawasannya dirancang untuk memadukan ruang hijau dengan fasilitas budaya, olahraga, hiburan, komersial, dan residensial.
King Salman Park juga terhubung dengan jaringan transportasi Riyadh, termasuk metro dan bus.
Pada 2026, pengembangan proyek tersebut terus berjalan. King Salman Park Foundation bahkan mengumumkan paket investasi senilai lebih dari SAR 11 miliar pada Maret 2026 untuk pembangunan kawasan mixed-use.
Proyek ini memperlihatkan bagaimana investasi Riyadh tidak hanya diarahkan pada bisnis, tetapi juga pada pengembangan lingkungan perkotaan.
Sports Boulevard Mendorong Kualitas Hidup
Selain King Salman Park, Riyadh mengembangkan Sports Boulevard.
Proyek ini merupakan taman linear yang membentang dari bagian barat hingga timur Riyadh. Kawasannya dirancang untuk mendukung kegiatan berjalan kaki, bersepeda, berkuda, olahraga, seni, budaya, serta rekreasi.
Tahap pertama Sports Boulevard dibuka pada Februari 2025. Pada saat itu, panjang kawasan yang telah selesai mencapai sekitar 83 kilometer, dengan progres keseluruhan proyek sekitar 40 persen.
Sports Boulevard mendukung tujuan Saudi Vision 2030 dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, proyek tersebut menciptakan peluang investasi baru pada sektor real estat, olahraga, hiburan, dan layanan.
Diriyah Memperkuat Ekonomi Budaya Riyadh
Pengembangan Diriyah menjadi komponen lain dalam transformasi kawasan Riyadh.
Diriyah memiliki nilai sejarah penting bagi Arab Saudi. Pemerintah kemudian mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi budaya, pariwisata, perhotelan, dan ekonomi kreatif.
Diriyah Gate Development Authority dibentuk pada 2017. Pemerintah kemudian meluncurkan masterplan pengembangannya pada 2019. Pada 2022, Diriyah Company dibentuk untuk melanjutkan pengembangan proyek tersebut.
Model pengembangan Diriyah menunjukkan pendekatan yang berbeda. Pembangunan ekonomi dipadukan dengan pelestarian warisan budaya dan arsitektur lokal.
Hal ini juga memperluas sumber pertumbuhan ekonomi Riyadh di luar sektor konvensional.
Expo 2030 Memperkuat Peran Global Riyadh
Riyadh juga akan menjadi tuan rumah World Expo 2030.
Pada Juni 2025, Bureau International des Expositions memberikan persetujuan final terhadap dokumen registrasi Expo 2030 Riyadh. Keputusan tersebut menegaskan Arab Saudi sebagai tuan rumah resmi.
Persiapan infrastrukturnya terus berlangsung. Pada April 2026, Expo 2030 Riyadh Company mengumumkan paket pembangunan baru untuk infrastruktur utama pada kawasan seluas sekitar 6 juta meter persegi.
Expo 2030 berpotensi memperkuat hubungan Riyadh dengan ekonomi internasional. Acara tersebut juga meningkatkan kebutuhan terhadap transportasi, hotel, jasa, teknologi, ruang pameran, dan infrastruktur perkotaan.
Karena itu, Expo 2030 bukan hanya agenda internasional. Proyek tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan Riyadh.
Apa Arti Peringkat Global Riyadh?
Masuknya Riyadh ke 50 besar kota global menunjukkan peningkatan posisi ekonomi dan sumber daya manusianya. Namun, peringkat tersebut perlu dibaca secara menyeluruh.
Oxford Economics tidak hanya mengukur pertumbuhan ekonomi. Indeks ini juga mempertimbangkan kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola.
Riyadh memiliki skor tinggi dalam ekonomi dan sumber daya manusia. Sebaliknya, skor lingkungan sebesar 48,8 dan tata kelola sebesar 45,7 berada di bawah dua kategori unggulannya.
Dengan demikian, peningkatan peringkat tidak berarti seluruh aspek pembangunan Riyadh telah mencapai tingkat yang sama.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup, keberlanjutan lingkungan, mobilitas perkotaan, dan efektivitas tata kelola.
Masa Depan Riyadh dalam Saudi Vision 2030
Riyadh kini berada dalam fase pembangunan yang sangat cepat. Investasi publik, ekspansi sektor swasta, masuknya perusahaan internasional, dan proyek infrastruktur telah mengubah skala ekonomi kota tersebut.
Saudi Vision 2030 menjadi kerangka utama perubahan ini.
Namun, keberhasilan jangka panjang Riyadh akan bergantung pada kemampuan kota menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas perkotaan. Investasi yang besar perlu menghasilkan lapangan kerja produktif, transfer teknologi, peningkatan keterampilan, dan lingkungan hidup yang lebih baik.
Selain itu, pembangunan infrastruktur harus mampu mengikuti pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Jika berbagai program tersebut berjalan efektif, Riyadh akan semakin terintegrasi dengan jaringan ekonomi, investasi, dan bisnis internasional.
Kesimpulan
Keberhasilan Riyadh masuk 50 besar kota global pada 2026 menjadi salah satu indikator perubahan ekonomi yang terjadi di Arab Saudi.
Oxford Economics menempatkan Riyadh di peringkat ke-50 dari 1.000 kota. Kota ini menempati posisi ke-4 dalam human capital dan ke-18 dalam kategori ekonomi. Selain itu, ekonomi perkotaan Riyadh tumbuh rata-rata lebih dari 11 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.
Pertumbuhan tersebut berjalan bersama dengan berbagai program Saudi Vision 2030. PIF, Regional Headquarters Program, King Salman Park, Sports Boulevard, Diriyah, dan Expo 2030 menjadi bagian dari transformasi tersebut.
Namun, indeks 2026 juga menunjukkan tantangan. Skor lingkungan dan tata kelola Riyadh masih tertinggal dibandingkan kekuatan ekonomi dan sumber daya manusianya.
Karena itu, fase berikutnya tidak hanya berkaitan dengan seberapa cepat Riyadh tumbuh. Hal yang sama pentingnya adalah bagaimana pertumbuhan tersebut menghasilkan kota yang produktif, berkelanjutan, kompetitif, dan nyaman bagi penduduknya.
Referensi
Arab News. (2026, September 21). Riyadh reaches top 50 of Oxford Economics Global Cities Index for the first time. Arab News.
Diriyah. (2026). The Diriyah vision. Diriyah Company.
Expo 2030 Riyadh. (2025, June 17). Expo 2030 Riyadh registration dossier receives BIE final approval at Paris General Assembly.
Expo 2030 Riyadh. (2026, April 21). Expo 2030 Riyadh awards major infrastructure packages to advance site development.
King Salman Park Foundation. (2026). About King Salman Park. King Salman Park.
Oxford Economics. (2026). Global Cities Index 2026. Oxford Economics.
Oxford Economics. (2026, September 16). The world’s top-performing cities in 2026. Oxford Economics.
Public Investment Fund. (2026, April 15). PIF Board of Directors approves PIF 2026–2030 strategy. Public Investment Fund.
Saudi Vision 2030. (2026). National Transformation Program Annual Report 2025. Kingdom of Saudi Arabia.
Sports Boulevard Foundation. (2025, February 26). Opening of the first phase of the Sports Boulevard project. Sports Boulevard.