Raja Abdulaziz berhasil memulihkan kekuasaannya di wilayah Riyadh. Setelah pemulihan tersebut, beliau memimpin proses penyatuan nasional terbesar dalam sejarah negara Saudi sejak awal berdirinya. Perjuangan beliau dalam menyatukan sebagian besar wilayah Semenanjung Arab berlangsung selama tiga puluh dua tahun. Langkah ini berkontribusi besar pada pemulihan keamanan di seluruh kawasan.
Selain itu, upaya sang Raja berhasil menjaga stabilitas serta memperkuat persatuan nasional. Pengaruh politik Raja Abdulaziz diakui secara luas oleh negara-negara tetangga pada masa itu. Pencapaian-pencapaian besar beliau menarik perhatian banyak penulis, baik dari dunia Arab maupun Barat. Di samping status politiknya yang kuat, beliau juga memiliki kedudukan pribadi yang sangat dihormati.
Jalur Diplomasi Damai dan Keberhasilan Militer Tahun 1903–1904
Tahapan penyatuan negara berlangsung secara bertahap. Beberapa wilayah bergabung di bawah kekuasaan Raja Abdulaziz secara damai. Penduduk al-Kharj, al-Hariq, al-Hawtah, Wadi ad-Dawasir, dan al-Aflaj datang untuk menyatakan kesetiaan mereka. Pernyataan kepatuhan ini dilakukan setelah memproklamasikan kekuasaan keluarga Al Saud.
Kemudian, pada tahun 1903, Raja Abdulaziz menghadapi pasukan Ibn Rashid. Beliau berhasil mengalahkan mereka dalam Pertempuran ad-Dilam. Kekalahan ini melemahkan pengaruh Ibn Rashid di wilayah tersebut. Situasi tersebut memfasilitasi Raja Abdulaziz untuk melakukan ekspansi ke arah utara pada tahun 1904. Sang Raja menguasai al-Mahmal, ash-Shu’aib, Shaqra, Tharmada’, dan al-Washm, hingga akhirnya berhasil mencakup seluruh wilayah Sudayr.
Baca juga: Spesifikasi Jeddah Corniche Circuit, Lintasan F1 Tercepat dan Tersengit di Pesisir Jeddah
Sumber: Saudipedia. (2020). Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud. https://saudipedia.com/en/abdulaziz-bin-abdulrahman-al-saud