Sektor nirlaba Arab Saudi semakin berperan penting dalam pembangunan kota yang humanis dan berkelanjutan. Melalui program Saudi Vision 2030, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memperkuat infrastruktur sosial dan ruang publik.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Riyadh menggelar Nonprofit Sector Future Forum edisi kelima pada 2 November 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah, lembaga filantropi, dan pelaku industri properti.
Selain memperkuat kerja sama, kegiatan tersebut membuka peluang inovasi dalam pembangunan perkotaan. Dengan demikian, sektor nirlaba menjadi mitra strategis dalam menciptakan lingkungan kota yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Peran Sektor Nirlaba Arab Saudi dalam Pembangunan Kota
Forum Masa Depan Sektor Nirlaba berlangsung di King Abdullah Financial District (KAFD), Riyadh. Kegiatan ini menyoroti kontribusi organisasi nirlaba terhadap pembangunan perkotaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Dewan Pembina ROSHN Foundation, Pangeran Saud bin Talal bin Badr, menyampaikan sambutan pembukaan forum. Pembahasan utamanya berfokus pada peran organisasi nirlaba dalam meningkatkan kualitas hidup komunitas lokal.
Selain itu, forum tersebut mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi sosial. Kerja sama ini bertujuan memperkuat fasilitas publik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, pembangunan kota tidak hanya mengutamakan infrastruktur fisik. Pemerintah juga memperhatikan kebutuhan sosial, kenyamanan, dan kesejahteraan penduduk.
Transformasi Perkotaan Arab Saudi Libatkan 21 Organisasi
Forum tahun ini mengusung tema The Role of the Nonprofit Sector in the Urban Landscape. Tema tersebut menekankan pentingnya keterlibatan organisasi nirlaba dalam pembangunan kawasan perkotaan.
Sebanyak 21 organisasi berpartisipasi dalam forum ini. Pesertanya berasal dari berbagai yayasan amal, lembaga kemanusiaan, dan organisasi pembangunan sosial.
Beberapa organisasi tersebut meliputi King Khalid Foundation, King Abdullah Humanitarian Foundation, dan Mohammed bin Salman Foundation (Misk).
Selain itu, forum menghadirkan Princess Seetah bint Abdulaziz Prize for Excellence in Social Work, Sakan Association, dan Al Fozan Social Foundation.
Organisasi lainnya mencakup Alwaleed Philanthropies, Sultan bin Abdulaziz Humanitarian City, Council of Nonprofit Organizations, serta inisiatif Shaml dari Kementerian Kehakiman Arab Saudi.
Kehadiran berbagai lembaga ini menunjukkan luasnya kontribusi sektor nirlaba. Perannya mencakup penyediaan perumahan, pelayanan sosial, pengembangan ruang publik, dan pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, sektor nirlaba memiliki peluang besar untuk mendukung pembangunan kota yang lebih inklusif.
Empat Fokus Utama Pembangunan Kota Humanis
Forum Masa Depan Sektor Nirlaba menghadirkan empat diskusi panel khusus. Selain itu, penyelenggara mengadakan pertemuan meja bundar, pameran, dan lokakarya.
Seluruh kegiatan tersebut bertujuan memperluas kerja sama dan memperkenalkan berbagai inovasi pembangunan perkotaan.
1. Inovasi Perumahan melalui Kontraktor Nirlaba
Diskusi pertama membahas inovasi penyediaan perumahan yang mendukung pembangunan sosial.
Melalui kemitraan lintas sektor, organisasi nirlaba dapat membantu mengembangkan solusi hunian bagi masyarakat. Pendekatan ini juga membuka peluang untuk memperluas akses terhadap perumahan yang layak.
2. Menciptakan Ruang Publik yang Inklusif
Sesi kedua mengangkat konsep placemaking atau pengembangan tempat berbasis kebutuhan masyarakat.
Pendekatan ini melibatkan komunitas dalam membentuk lingkungan perkotaan yang nyaman dan inklusif. Dengan demikian, ruang publik dapat menjadi tempat interaksi bagi berbagai kelompok masyarakat.
3. Memperkuat Infrastruktur Sosial
Pembahasan ketiga menyoroti pentingnya infrastruktur sosial dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Organisasi nirlaba dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan fasilitas dan layanan masyarakat. Selain itu, kemitraan tersebut membantu memperkuat ketahanan sosial dalam menghadapi tantangan pembangunan.
4. Mengembangkan Urbanisme yang Berorientasi pada Manusia
Sesi terakhir membahas pembangunan kota yang menempatkan manusia sebagai pusat perencanaan.
Konsep ini mengutamakan kualitas hidup, hubungan sosial, dan kenyamanan lingkungan. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kemajuan infrastruktur.
Kota yang humanis juga harus memberikan manfaat sosial bagi seluruh penduduknya.
Kontribusi Sektor Nirlaba Arab Saudi terhadap Vision 2030
Saudi Vision 2030 menempatkan organisasi nirlaba sebagai salah satu penggerak pembangunan ekonomi dan sosial.
Melalui program tersebut, Arab Saudi menargetkan peningkatan kontribusi sektor nirlaba terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Targetnya meningkat dari kurang dari 1% menjadi 5%.
Untuk mencapai sasaran tersebut, National Center for Non-Profit Sector (NCNP) menjalankan berbagai strategi penguatan organisasi.
Lembaga ini berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sektor nirlaba. Langkahnya mencakup penyempurnaan regulasi, kemudahan perizinan, dan peningkatan tata kelola.
Selain itu, NCNP mendorong pengembangan sumber daya manusia, transparansi keuangan, dan keberlanjutan organisasi.
Kerja sama dengan pemerintah serta sektor swasta juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Partisipasi Relawan Melampaui Target
Penguatan sektor nirlaba turut mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sukarela.
Pada 2024, jumlah relawan di Arab Saudi mencapai 1,2 juta orang. Pencapaian tersebut melampaui target Saudi Vision 2030 yang menetapkan satu juta relawan.
Angka ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai kegiatan sosial.
Selain itu, pertumbuhan relawan memperlihatkan pentingnya keterlibatan publik dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Nilai Ekonomi Sektor Nirlaba Capai SAR 100 Miliar
Perkembangan sektor nirlaba Arab Saudi juga terlihat dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Berdasarkan Non-Profit Sector Outlook Report dari King Khalid Foundation, sebagaimana dikutip Leaders MENA, nilai ekonomi sektor nirlaba mencapai 100 miliar riyal Saudi (SAR) pada 2025.
Sementara itu, kontribusi sektor tersebut terhadap PDB Arab Saudi mencapai 3% pada tahun yang sama.
Pencapaian ini menunjukkan perkembangan menuju target kontribusi 5% dalam Saudi Vision 2030.
Dengan dukungan regulasi dan kemitraan strategis, sektor nirlaba berpeluang memperluas kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
Lebih jauh, perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan organisasi nirlaba tidak terbatas pada bantuan kemanusiaan. Sektor ini juga dapat mendukung inovasi sosial dan pembangunan ekonomi.
Kesimpulan
Sektor nirlaba Arab Saudi semakin memperkuat posisinya dalam transformasi perkotaan melalui Saudi Vision 2030.
Penyelenggaraan Nonprofit Sector Future Forum ke-5 menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi sosial.
Melalui kerja sama tersebut, Arab Saudi berupaya menciptakan kota yang lebih inklusif, nyaman, dan berkelanjutan.
Selain berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur sosial, sektor nirlaba juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan demikian, transformasi perkotaan Arab Saudi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pembangunan juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Referensi
Sayed, A. (2026). Humanizing cities: Nonprofit sector takes center stage in Saudi urban transformation. Leaders MENA. https://www.leaders-mena.com/?p=113644